Gubernur Melki Laka Lena: Perjalanan Sejati Dimulai Saat Meninggalkan Kampus

oleh -3583 Dilihat
Gubernur NTT Hadiri Acara Wisuda IAKN Kupang. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Perjalanan sejati baru dimulai saat anda meninggalkan kampus. Dunia menantikan kontribusi, kejujuran, dan integritas moral. Demikian pesan penuh makna disampaikan Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, saat menghadiri Sidang Senat Terbuka Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang dalam rangka Wisuda VII Periode II Program Sarjana dan Pascasarjana Tahun 2025, yang berlangsung di Hotel Harper Kupang pada Rabu (22/10/2025).

Dalam sambutannya, Gubernur Melki menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir dari perjalanan akademik, melainkan awal dari perjuangan baru di kampus kehidupan. Ia menekankan pentingnya peran para wisudawan dalam membawa nilai-nilai integritas, tanggung jawab, dan keteladanan di tengah masyarakat.

“Gelar sarjana bukan sekadar simbol akademik, tetapi tanda kesiapan untuk berkontribusi bagi masyarakat dan daerah ini. Dunia menunggu karya dan keteladanan anda semua,” ujar Melki di hadapan para wisudawan.

Pada kesempatan itu, Gubernur NTT menyampaikan ucapan selamat dan proficiat kepada 385 wisudawan dan wisudawati yang berhasil menuntaskan pendidikan mereka. Ia juga memberikan apresiasi kepada para orang tua serta Civitas Akademika IAKN Kupang yang telah berperan penting dalam mendukung keberhasilan para lulusan.

Melki Laka Lena menilai bahwa IAKN Kupang memiliki peran strategis dalam memperkuat karakter bangsa, memperdalam iman, dan memperluas wawasan kebangsaan. Ia menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi NTT siap berkolaborasi dengan IAKN untuk memperkuat pembangunan manusia di wilayah ini.

“Institut Agama Kristen Negeri Kupang memiliki keunikan sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya membentuk kecerdasan intelektual, tetapi juga ketangguhan spiritual, karakter, dan keteladanan sosial,” ungkapnya.

Dalam pidatonya, Gubernur Melki juga menyoroti rendahnya kemampuan literasi dan numerasi dasar di kalangan generasi muda NTT. Ia menilai bahwa persoalan ini menjadi tantangan serius yang harus segera dibenahi bersama, baik oleh lembaga pendidikan maupun keluarga.

“Saat ini kita dihadapkan pada rendahnya kemampuan literasi siswa, mulai dari SD hingga SMA bahkan di bangku kuliah. Jika kondisi ini tidak dibenahi, maka generasi muda NTT akan kesulitan bersaing di era digital,” tegasnya.

Sebagai langkah konkret, Gubernur mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi NTT tengah merancang kebijakan jam belajar masyarakat, yang bertujuan untuk menumbuhkan budaya literasi, kedisiplinan, dan karakter anak dalam lingkungan keluarga.

Acara wisuda ini juga dihadiri oleh Anggota DPD RI Abraham Paul Liyanto, perwakilan Forkopimda Provinsi NTT, para tokoh agama, serta orang tua dan wali wisudawan. Suasana penuh haru dan kebanggaan mewarnai momen sakral tersebut, ketika ratusan lulusan resmi menyandang gelar akademik mereka.

Dengan pesan moral yang kuat, Gubernur Melki Laka Lena menutup sambutannya dengan ajakan kepada seluruh wisudawan agar menjadi pemimpin berintegritas, pekerja keras, dan pembawa terang bagi masyarakat NTT.

“Perjalanan sejati dimulai saat anda meninggalkan kampus. Jadilah pribadi yang rendah hati, berintegritas, dan siap memberi makna bagi sesama,” pungkasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.