BI dan Pemprov NTT Bahas Langkah Konkret Majukan Ekonomi Daerah di Flobamorata

oleh -1301 Dilihat
Gubernur NTT dan Kepala Perwakilan BI NTT Hadiri Flobamorata Business and Economic Forum 2025. (Foto Humas Perwakilan BI NTT)

Suarantt.id, Kupang-Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Pemerintah Provinsi NTT dan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Kota Kupang bersinergi menyelenggarakan Flobamorata Business and Economic Forum 2025, sebuah forum ekonomi yang untuk pertama kalinya digelar di Provinsi NTT. Kegiatan yang berlangsung di Aula El Tari pada Senin (24/11/2025) ini bertujuan merumuskan strategi-strategi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta menjaga stabilitas inflasi.

Dalam sesi Leaders Insight, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Adidoyo Prakoso, menyampaikan bahwa capaian ekonomi NTT sepanjang tahun 2025 menunjukkan tren menggembirakan.

“Pertumbuhan ekonomi kita sudah melebihi tahun-tahun sebelumnya, sementara inflasi tetap terjaga dalam sasaran. Namun, kita perlu terus merumuskan langkah-langkah konkrit untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi NTT,” ujarnya.

Dorong Hilirisasi Melalui OVOP, OCOP, dan OSOP

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, dalam Keynote Speech sekaligus membuka forum, menekankan pentingnya memaksimalkan potensi komoditas unggulan daerah seperti garam, rumput laut, dan daging sapi.

“Kita perkuat hilirisasi produk unggulan yang menjadi kunci pertumbuhan ekonomi melalui program One Village One Product (OVOP), One Community One Product (OCOP), dan One School One Product (OSOP). Ketika nilai tambah produk meningkat, tahap berikutnya adalah memperbesar skala usaha melalui pembiayaan,” tegas Gubernur Melki.

Menurutnya, hilirisasi serta peningkatan daya saing komoditas unggulan akan menjadi motor penggerak ekonomi daerah, khususnya bagi pelaku usaha kecil dan menengah.

Perkuat Pembiayaan dan Iklim Investasi Daerah

Aspek pembiayaan menjadi perhatian khusus dalam forum ini. Septian Hario Seto dari Dewan Ekonomi Nasional memaparkan kebijakan pemerintah pusat dalam memperkuat iklim investasi di daerah, termasuk melalui pemberian insentif dan penyederhanaan perizinan berinvestasi.

Sementara itu, Alexander Lubis dari Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia menjelaskan sejumlah kebijakan BI yang mendukung pembiayaan oleh perbankan, seperti pemberian insentif Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) kepada sektor-sektor prioritas.

Dari sisi akademisi, Zaafri Ananto Husodo menegaskan pentingnya optimalisasi pembiayaan bagi pelaku usaha, khususnya UMKM, agar mampu meningkatkan skala usaha dan kontribusi terhadap perekonomian daerah.

Kajian Kolaboratif untuk Tiga Sektor Strategis

Kegiatan ditutup dengan presentasi kajian hasil kolaborasi ISEI Kota Kupang dan Kantor Perwakilan BI NTT. Kajian tersebut memuat tiga topik strategis:

  • Penguatan nilai tambah komoditas garam di Kabupaten Kupang
  • Analisis pemanfaatan dan kesiapan infrastruktur Bendungan Temef
  • Optimalisasi rantai pasok ayam pedaging di Kota Kupang

Forum ini diharapkan menjadi agenda rutin yang mampu memberikan arah kebijakan ekonomi daerah berbasis riset, kolaborasi, dan sinergi lintas sektor. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.