14 Tahun Tertunda, Kepemimpinan Christian-Serena Tuntaskan Hibah Lahan Pelabuhan Nunbaun Sabu

oleh -122 Dilihat
Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo Teken MoU dengan Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Lollan Andi Sutomo Panjaitan di Jakarta pada Selasa, 20 Oktober 2026. (Foto Prokompim Kota Kupang)

Suarantt.id, Kupang-Setelah tertunda selama kurang lebih 14 tahun, proses hibah lahan sisi darat Pelabuhan Nunbaun Sabu (NBS) akhirnya tuntas pada masa kepemimpinan Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, bersama Wakil Wali Kota Serena C. Francis.

Penyelesaian ini menjadi langkah strategis untuk membuka jalan bagi pengembangan fasilitas pelabuhan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Kupang.

Penandatanganan naskah perjanjian hibah barang milik daerah antara Pemerintah Kota Kupang dan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan berlangsung di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta pada Selasa (20/10/2026).

Dokumen perjanjian tersebut ditandatangani langsung oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, bersama Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Lollan Andi Sutomo Panjaitan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala KSOP Kupang, Simon Baon, serta Kasi Lalu Lintas dan Angkutan Laut dan Usaha Kepelabuhanan KSOP Kupang, Anselmus Bau Mau. Wali Kota Kupang turut didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kota Kupang, Hengky C. Malelak, serta Kepala Dinas Perhubungan Kota Kupang, Bernadinus Mere.

Penyelesaian hibah yang telah berlangsung selama lebih dari satu dekade ini menjadi momentum penting bagi pengembangan Pelabuhan Nunbaun Sabu. Persoalan yang selama bertahun-tahun belum tuntas tersebut kini memperoleh kepastian untuk mendukung pembangunan fasilitas sisi darat pelabuhan.

Wali Kota Christian Widodo menyampaikan rasa syukur atas rampungnya proses hibah tersebut. Menurutnya, penyelesaian ini bukan sekadar urusan administrasi aset milik daerah, melainkan langkah konkret untuk memperkuat infrastruktur transportasi laut yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Ia menegaskan, laut merupakan urat nadi kehidupan masyarakat Nusa Tenggara Timur sebagai provinsi kepulauan. Pelabuhan memiliki peran penting dalam menghubungkan antarpulau, memperlancar distribusi barang, serta membuka akses masyarakat terhadap pendidikan, pelayanan kesehatan, dan berbagai kebutuhan sehari-hari.

BACA JUGA:  RUPS Bank NTT Digelar 14 Mei, Gubernur Melki Laka Lena: Semua Bisa Berkompetisi Isi Jabatan Lowong

“Pelabuhan itu bukan hanya tempat membongkar muat kapal. Jauh lebih dari itu, di sana ada harapan kehidupan masyarakat,” tegas Christian.

Menurutnya, pelabuhan yang dikelola dan dikembangkan secara optimal dapat memberikan dampak berlapis, mulai dari memperlancar mobilitas masyarakat, meningkatkan arus distribusi barang, mendorong pertumbuhan ekonomi, hingga membuka peluang peningkatan PAD.

Karena itu, Pemerintah Kota Kupang berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi agar pembangunan infrastruktur transportasi tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Saya percaya orang bijak bilang, jika Anda ingin berjalan cepat, berjalanlah sendirian. Tetapi jika ingin berjalan jauh, berjalanlah bersama-sama. Kami sudah memilih untuk berjalan jauh bersama pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah daerah,” ungkapnya.

Selain penyelesaian hibah lahan Pelabuhan Nunbaun Sabu, Christian juga mendorong dukungan pemerintah pusat terhadap sejumlah kebutuhan infrastruktur di Kota Kupang. Di antaranya, rencana pembangunan terminal konsolidasi dan depo kontainer untuk mendukung aktivitas logistik dan distribusi barang.

Ia turut mengusulkan dukungan sarana dan prasarana dari Kementerian Perhubungan, terutama untuk menunjang pekerjaan pemeliharaan penerangan jalan umum yang masih terkendala peralatan berusia tua.

Sementara itu, Plt. Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Lollan Andi Sutomo Panjaitan, menyambut baik penyelesaian hibah lahan tersebut. Ia berharap aset yang dihibahkan dapat dimanfaatkan secara tertib, akuntabel, dan sesuai peruntukannya untuk mendukung peningkatan fasilitas serta pengembangan Pelabuhan Nunbaun Sabu.

Lollan juga menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan pelabuhan, termasuk membangun rasa memiliki di tengah masyarakat, menjaga keselamatan pelayaran, serta mengedukasi pengguna jasa agar mematuhi ketentuan keselamatan di kawasan pelabuhan maupun di atas kapal.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi faktor penting untuk memastikan pengembangan pelabuhan berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.

BACA JUGA:  Wagub Johni Asadoma Ajak Advokat Jadi Garda Terdepan Pembela Hak Rakyat

Rp26 Miliar Disiapkan untuk Pembangunan Fasilitas pada 2027

Kepala KSOP Kupang, Simon Baon, mengapresiasi Wali Kota Kupang, Christian Widodo, yang berhasil menuntaskan kendala hibah lahan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Simon memastikan lahan yang telah dihibahkan akan dioptimalkan untuk mendukung pengembangan fasilitas sisi darat Pelabuhan Nunbaun Sabu. Bahkan, pada 2027 mendatang, telah dianggarkan sekitar Rp26 miliar untuk pembangunan sejumlah fasilitas pendukung.

Fasilitas yang direncanakan meliputi terminal penumpang, kantor, lapangan parkir, dan pagar keliling. Pembangunan tersebut akan menunjang pengembangan pelabuhan secara terpadu, bersamaan dengan rencana rekonstruksi sisi laut.

Simon menjelaskan, Pelabuhan Nunbaun Sabu mulai dibangun pada 2012 dan telah memiliki izin operasional. Pengembangan selanjutnya diarahkan untuk meningkatkan kapasitas pelayanan serta memperkuat konektivitas transportasi laut di wilayah Kota Kupang dan sekitarnya.

Pelabuhan ini direncanakan dapat mendukung pelayanan berbagai jenis kapal, mulai dari kapal pelayaran rakyat, kapal pariwisata, kapal pesiar atau yacht, hingga kapal pengangkut bahan bakar minyak (BBM).

Selain itu, pengembangan Pelabuhan Nunbaun Sabu diharapkan memperkuat konektivitas dan memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat di wilayah sekitar Kupang, termasuk Pulau Kera dan Sulamu.

Tuntasnya hibah lahan setelah 14 tahun menjadi titik awal bagi tahapan pengembangan berikutnya. Dengan dukungan anggaran pembangunan yang direncanakan pada 2027, Pelabuhan Nunbaun Sabu diharapkan semakin berperan sebagai simpul transportasi laut, penggerak aktivitas ekonomi, dan sumber potensi peningkatan PAD Kota Kupang. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.