2.319 Mahasiswa Diterjunkan ke 100 Desa, GENTASKIN Batch 2 Fokus Perangi Stunting dan Kemiskinan di NTT

oleh -175 Dilihat
Gubernur NTT Lepas Mahasiswa Peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Mahasiswa Berdampak Gerakan NTT Sehat, Kuat, dan Inklusif (GENTASKIN) Batch 2. Program kolaborasi Pemprov NTT, LLDIKTI Wilayah XV, dan Perguruan Tinggi. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Sebanyak 2.319 mahasiswa dari 41 perguruan tinggi di Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi diterjunkan dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Mahasiswa Berdampak Gerakan NTT Sehat, Kuat, dan Inklusif (GENTASKIN) Batch 2 Tahun 2026.

Pelepasan mahasiswa KKN Tematik tersebut dan dihadiri langsung oleh Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Fauzan, Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal dan Daerah Tertentu Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat RI Reinhard Abdul Haris, Wakil Bupati Kupang Aurum Titu Eki, Kepala LLDIKTI Wilayah XV Adrianus Amheka, serta para pimpinan perguruan tinggi yang berlangsung di Aula Utama Kantor Bupati Kupang, Kamis (9/7/2026),

Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena menegaskan bahwa program GENTASKIN menjadi salah satu bentuk kolaborasi nyata antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan di NTT.

Menurutnya, persoalan stunting, kemiskinan ekstrem, serta berbagai tantangan pembangunan di wilayah pedesaan tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia pendidikan.

“Kampus selama ini sering dipandang sebagai menara gading. Hari ini paradigma itu berubah. Kampus harus hadir di tengah masyarakat dan memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat,” ujar Melki.

Ia berharap kehadiran ribuan mahasiswa di desa-desa sasaran mampu menghadirkan pendekatan berbasis ilmu pengetahuan dalam memetakan serta mencari solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Kehadiran adik-adik mahasiswa di desa-desa nantinya kita harapkan agar seluruh masalah di NTT ini bisa didekati secara lebih saintifik ilmiah dan juga bisa kita carikan solusi berbasis saintifik ilmiah,” katanya.

Melki juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung pembangunan desa, terutama dalam bidang kesehatan, pendidikan, pelayanan publik, serta pengelolaan data pembangunan.

BACA JUGA:  Semeja Tanpa Sekat, Keakraban Gubernur Melki dan Komisioner KPID Usai Dilantik

Program KKN Tematik GENTASKIN Batch 2 akan berlangsung sejak 9 Juli hingga 31 Agustus 2026. Para mahasiswa akan ditempatkan di 100 desa yang tersebar pada 13 kabupaten di Provinsi NTT.

Kepala LLDIKTI Wilayah XV Adrianus Amheka menjelaskan, program tersebut melibatkan 41 perguruan tinggi, 2.319 mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu, serta 100 dosen pembimbing lapangan.

Para mahasiswa akan bekerja dalam tim lintas disiplin untuk memberikan pendampingan kepada masyarakat, khususnya pada wilayah prioritas penanganan stunting dan kantong-kantong kemiskinan.

Penanganan stunting dalam program ini tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan, tetapi juga mencakup berbagai sektor pendukung seperti ketersediaan air bersih, ketahanan pangan, produktivitas pertanian, pemberdayaan ekonomi keluarga, hingga peningkatan literasi masyarakat.

Mahasiswa juga akan mendukung penguatan Posyandu dan Tim Pendamping Keluarga (TPK), digitalisasi pencatatan pertumbuhan balita, edukasi 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), serta berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Fauzan mengingatkan mahasiswa agar mampu menjadi pemecah masalah di tengah masyarakat.

“Jadilah problem solver. Belajarlah menjadi orang yang mampu menyelesaikan masalah, bukan justru menambah masalah. Kehadiran saudara membawa nama baik perguruan tinggi masing-masing,” ujar Fauzan.

Ia juga mendorong perguruan tinggi di NTT untuk terus memperkuat kolaborasi melalui konsorsium agar mampu meningkatkan mutu pendidikan sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.

Wakil Bupati Kupang Aurum Titu Eki menyampaikan apresiasi atas kepercayaan menjadikan Kabupaten Kupang sebagai salah satu lokasi pelaksanaan KKN GENTASKIN Batch 2. Ia berharap mahasiswa dapat membawa inovasi sekaligus belajar dari kearifan lokal masyarakat.

Melalui pelaksanaan GENTASKIN Batch 2, pemerintah berharap kehadiran mahasiswa di desa-desa dapat memberikan perubahan nyata dalam upaya menurunkan angka stunting, mengentaskan kemiskinan, serta mewujudkan masyarakat NTT yang lebih sehat, kuat, dan inklusif.

BACA JUGA:  Komisi IV DPRD NTT Soroti Galian C di Kupang Barat, Janji Panggil Dinas ESDM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.