BI NTT dan MUI Dorong Inklusivitas Ekonomi Syariah Lewat Road to FESyar 2025

oleh -1965 Dilihat
Gubernur Didampingi Kepala BI Perwakilan NTT dan MUI NTT di Acara Road to FESyar 2025. (Foto Humas BI Perwakilan NTT)

Suarantt.id, Kupang-Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Timur bersinergi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi NTT dalam mendorong pengembangan ekonomi syariah yang inklusif dan berkeadilan. Kolaborasi ini diwujudkan melalui kegiatan “Road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) 2025” yang digelar di Halaman El Tari, Kantor Gubernur Provinsi NTT, Kamis (26/6/2025).

Dengan mengangkat tema “Lentera Ekonomi Syariah NTT”, kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk membumikan ekonomi syariah sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru di NTT. Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, dalam sambutannya menekankan bahwa ekonomi syariah bukan hanya milik umat Islam, melainkan merupakan sistem ekonomi alternatif yang dapat mendorong kemandirian dan kesejahteraan seluruh masyarakat.

“Program One Village One Product (OVOP) yang telah berjalan di berbagai desa perlu dikaitkan dengan sistem ekonomi syariah agar inklusifitas benar-benar dirasakan masyarakat. Ekonomi syariah ini bersifat universal, menyentuh semua lapisan tanpa membeda-bedakan,” ujar Gubernur Melki.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Kantor Perwakilan BI NTT, Agus Sistyowidjajati, menyebutkan bahwa tema Lentera Ekonomi Syariah dimaknai sebagai simbol semangat, harapan, dan cahaya untuk menuntun arah pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Provinsi NTT.

Sementara itu, Sekretaris Umum MUI Provinsi NTT, Drs. H. Husen Anwar, menegaskan bahwa ekonomi syariah merupakan sistem ekonomi inklusif dan berkeadilan. “Ekonomi syariah tidak hanya bicara halal dan haram, tetapi juga menyentuh keadilan sosial, keberpihakan pada sektor riil, serta kesejahteraan umat secara luas,” tegasnya.

Berbarengan dengan momentum Tahun Baru Islam 1447 H, Road to FESyar juga menjadi ajang peluncuran sejumlah program strategis di bidang ekonomi syariah, yaitu:

  1. Zona KHAS (Kuliner Halal, Aman, Sehat)
  2. Wakaf Produktif
  3. Sertifikasi Nazhir dan JULEHA (Juru Sembelih Halal)
BACA JUGA:  Kupang Exotic Culinary Dorong Hilirisasi, Inflasi NTT Tetap Terkendali

Selain itu, turut dilakukan penandatanganan MoU business matching pembiayaan syariah serta talkshow yang mengangkat kontribusi UMKM syariah terhadap pertumbuhan ekonomi di NTT.

Rangkaian kegiatan Road to FESyar 2025 ini merupakan bagian dari dukungan terhadap Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Kawasan Timur Indonesia (KTI) yang akan digelar di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, pada 29 Agustus hingga 1 September 2025.

Dengan kolaborasi yang solid antara BI NTT, MUI, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya, diharapkan ekonomi syariah dapat menjadi poros baru pembangunan ekonomi NTT yang inklusif, berdaya saing, dan menyejahterakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.