Sinode GMIT Gandeng Mitra Strategis Luncurkan Program Pemberdayaan Jemaat di Empat Kabupaten

oleh -1882 Dilihat
Wagub NTT dan Ketua Sinode GMIT Melaunching Program-program Pemberdayaan Jemaat. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Oelamasi-Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johanis J. Asadoma, secara resmi melaunching sejumlah program pemberdayaan Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) melalui Yayasan Alfa Omega (YAO) dalam sebuah seremoni yang berlangsung di Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Kamis (17/7).

Peluncuran program-program ini juga dihadiri oleh Ketua Sinode GMIT, Pdt. Samuel Pandie, jajaran sinode, mitra strategis, tokoh agama, akademisi, serta masyarakat sekitar. Acara dimulai dengan ibadah pembukaan yang dipimpin oleh Pdt. Ariance O. Naitasi dan Pdt. Dalbel Tlonaen.

Adapun program-program yang diluncurkan melalui YAO antara lain:

  • Program pemberdayaan masyarakat di empat kabupaten: Manggarai Timur, Manggarai Barat, Ngada, dan Flores Timur.
  • Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional dan Yayasan Maritim Flobamora Nusantara, melayani 3.000 siswa/i di 12 sekolah di Kabupaten Kupang.
  • Pengembangan Agro Park, berkolaborasi dengan Yayasan TLM dan Konsultan Agro Wisata dari Pondok Klaten, Jawa Tengah.
  • Peternakan ayam pedaging.
  • Program pertanian terpadu.
  • Program beasiswa pendidikan ke Jerman.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Johni Asadoma memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif GMIT dan YAO yang dinilai strategis dan inovatif dalam mendukung pembangunan jemaat dan daerah.

“Saya berpesan agar terus menjaga tiga hal penting: semangat entrepreneur, konsistensi dalam pelaksanaan program, dan keberlanjutan agar manfaatnya bisa dirasakan lintas generasi,” ujar Wagub Johni.

Ia juga mendorong seluruh warga GMIT untuk mencintai dan membeli produk lokal yang tersedia di GG Mart sebagai bentuk dukungan nyata terhadap ekonomi jemaat. “Produk-produk GMIT adalah karya nyata jemaat. Mari berbelanja di GG Mart, cintai produk lokal, dan dukung kemajuan organisasi,” tegasnya.

BACA JUGA:  Komisi V DPRD NTT Soroti Konflik di SMKN 5 Kupang: Ego Pihak Terkait Hambat Penyelesaian Masalah

Lebih jauh, Wagub berharap GMIT terus memperluas kontribusinya dalam bidang pendidikan guna mencetak SDM NTT yang unggul dan berdaya saing. Ia menekankan bahwa GMIT tidak hanya melayani secara teologis, tetapi juga berperan aktif sebagai motor penggerak pembangunan ekonomi dan sosial.

Sementara itu, Ketua Sinode GMIT, Pdt. Samuel Pandie, dalam Suara Gembalanya menyampaikan bahwa GMIT akan terus mendukung program pemerintah melalui berbagai inisiatif kolaboratif.

“Kami sedang menyiapkan pilot project penanaman bawang merah dari Nganjuk di Rote Ndao, bantuan irigasi di Tarus, pertanian terintegrasi di Loli (Agustus), dan launching Kampung Nelayan Binaan di Sulamu (Oktober),” ungkapnya.

Peluncuran program ditandai dengan pemukulan tamborin bersama oleh Wakil Gubernur, Ketua Sinode GMIT, jajaran pejabat daerah, dan mitra strategis. Acara dilanjutkan dengan penyerahan buku Business Plan Agro Park YAO, peletakan batu pertama pembangunan Agro Park, peresmian dan peninjauan Dapur MBG, serta kunjungan ke kawasan peternakan ayam pedaging.

Kehadiran Yayasan Alfa Omega dalam berbagai inisiatif ini menandai langkah besar GMIT dalam membangun jemaat yang mandiri, profesional, dan aktif mendukung visi pembangunan daerah NTT ke depan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.