Merajut Warna, Menyulam Budaya Nusa Bunga: Eksotika Tampilkan Pesona Kreativitas NTT

oleh -506 Dilihat
Gubernur Pose Bersama dengan Masyarakat Ende di Acara Penutupan Eksotika Nusa Bunga. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Ende-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena secara resmi menutup acara Eksotika Nusa Bunga di Lapangan Pancasila, Kota Ende, Kamis (18/9/2025) malam. Kegiatan yang berlangsung sejak Selasa (16/9/2025) ini mengangkat tema “Merajut Warna, Menyulam Budaya Nusa Bunga” dan menghadirkan beragam pesona budaya serta kreativitas masyarakat NTT.

Selama tiga hari penyelenggaraan, Eksotika Nusa Bunga menyajikan pertunjukan tarian etnis daerah, musik kreatif, kerajinan tangan, kuliner lokal, lomba menggambar poster, pameran seni rupa, pameran UMKM, hingga konser musik artis lokal seperti Sky Band dan Silet Open Up.

Acara ini merupakan kerja sama Pemerintah Provinsi NTT melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dengan Pemerintah Kabupaten Ende. Tujuannya untuk mempromosikan seni budaya daerah serta memberdayakan UMKM lokal. Eksotika Nusa Bunga juga menjadi bagian dari rangkaian Tour de EnTeTe 2025 yang kini memasuki etape ketujuh di Pulau Flores, menjadikan Ende sebagai titik awal start para rider.

Meski diguyur hujan deras, ribuan warga tetap memadati Lapangan Pancasila. Suasana penutupan berlangsung semarak dengan pertunjukan musik, tarian, dan pesta kembang api.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki mengapresiasi kerja keras semua pihak yang mendukung acara ini.

“Pertama puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena acara ini bisa terselenggara dengan baik. Saya juga menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak, masyarakat Ende, dan panitia yang sudah bekerja dengan sangat baik,” ujar Gubernur.

Ia menekankan pentingnya acara semacam ini sebagai wadah bagi generasi muda untuk mengasah bakat dan mempromosikan budaya lokal serta UMKM.

“Melalui acara ini, semua potensi anak-anak kita dapat terfasilitasi dengan baik. Kita berharap ini bukan jadi yang terakhir, tetapi terus berlanjut di tahun-tahun mendatang,” jelasnya.

Gubernur Melki juga menyampaikan terima kasih kepada para rider Tour de EnTeTe yang menyumbangkan hadiah mereka untuk korban banjir bandang di Kabupaten Nagekeo.

“Mewakili masyarakat NTT, saya berterima kasih kepada semua pihak juga para rider yang telah memberi santunan bagi saudara-saudara kita di Nagekeo. Kita semua berdoa agar situasi pascabencana segera pulih,” ucapnya.

Senada, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT Ambros Kodo menyebut kegiatan ini sebagai wujud pemberdayaan potensi budaya dan seni di NTT.

“Kegiatan ini memberi ruang ekspresi kebudayaan bagi para pegiat seni dan menjadi rangkaian even Tour de EnTeTe. Kita berharap even ini berdampak positif bagi semua sektor di NTT,” kata Ambros.

Penampilan Silet Open Up dengan lagu-lagu andalannya, termasuk “Tabola Bale” yang dibawakan dua kali, berhasil memukau penonton. Pesta kembang api turut menutup malam penuh warna tersebut. Di sela acara juga dibuka donasi untuk korban banjir bandang di Kabupaten Nagekeo.

BACA JUGA:  Pemkot Kupang Dukung Peringatan Hari Musik Nasional 2025

Turut hadir Bupati dan Wakil Bupati Ende, Forkopimda Kabupaten Ende, peserta Tour de EnTeTe, unsur TNI-Polri, perwakilan instansi vertikal, pegiat seni, serta ribuan masyarakat Kabupaten Ende. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.