Sinergi Digital dan UMKM: Kota Kupang Bangun Ekosistem Kewirausahaan di Era GIGs Economy

oleh -364 Dilihat
Wakil Wali Kota Kupang Pose Bersama Deputi Bidang Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Kemenko PM, Asisten Deputi Ekonomi Kreatif dan Kewirausahaan Kemenko Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Direktur Musik Kementerian Ekonomi Kreatif, Asisten Deputi Pengembangan Kapasitas Usaha Mikro Kementerian UMKM, Sekretaris Majelis Sinode GMIT, para Kepala Perangkat Daerah Lingkup Kota Kupang, serta Perwakilan Pemerintah Provinsi NTT. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Di tengah derasnya arus digitalisasi, Pemerintah Kota Kupang terus meneguhkan komitmennya untuk menciptakan ruang bagi para pelaku usaha kecil, ekonomi kreatif, dan generasi muda agar mampu beradaptasi serta bertumbuh dalam ekosistem ekonomi baru yang dinamis.

Langkah konkret itu tampak dalam kegiatan Temu Koordinasi Penguatan Kewirausahaan dan Dialog Interaktif bersama Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) yang digelar di Kota Kupang beberapa waktu lalu. Kegiatan ini mengusung tema “Sinergi Penguatan Ekosistem dan Perlindungan bagi Pelaku Usaha Ekonomi Kreatif dan GIGs Worker di Kota Kupang.”

Wakil Wali Kota Kupang menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengembangkan sektor ekonomi kreatif dan memperluas peluang usaha, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Ini kesempatan yang sangat baik karena kita berkolaborasi dengan pemerintah pusat untuk mendorong penguatan UMKM. Generasi muda maupun ibu rumah tangga bisa menjangkau lebih banyak peluang pekerjaan, termasuk melalui platform digital,” ujarnya.

Menurutnya, transformasi digital bukan lagi sekadar wacana, melainkan kenyataan yang harus disambut dengan kesiapan dan kreativitas. Di era sekarang, cara berjualan tak lagi bergantung pada toko fisik. Platform seperti TikTok, Instagram, dan Facebook menjadi panggung baru bagi para pelaku usaha untuk memasarkan produk mereka secara luas.

“Sekarang ini kita bisa berjualan lewat live TikTok, Instagram, Facebook, dan berbagai platform digital lainnya. Penjualan produk ekonomi digital semakin marak, dan ini harus kita manfaatkan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi sehari-hari,” tambahnya.

Pemkot Kupang, lanjutnya, berkomitmen menjadikan penguatan UMKM sebagai prioritas utama dalam pembangunan ekonomi daerah. Pemerintah akan menyediakan berbagai pelatihan dan pendampingan bagi generasi muda agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus memastikan adanya dukungan anggaran bagi program pemberdayaan tersebut.

“Dalam masa pemerintahan kami, UMKM tetap menjadi prioritas. Di tengah tantangan digital, kita akan memastikan generasi muda mendapat pelatihan yang baik serta kesempatan untuk memanfaatkan peluang yang ada,” tegasnya.

Cerita dari Lapangan: “Dari Dapur ke Dunia Maya”

Di tengah semangat besar itu, kisah-kisah inspiratif pun lahir dari para pelaku UMKM Kota Kupang. Salah satunya adalah Maria Dolo, seorang ibu rumah tangga asal Kelurahan Oebobo yang kini sukses menjual produk kue kering dan olahan rumahan secara daring.

Berawal dari hobi membuat kue untuk keluarga, Maria memberanikan diri menjual produknya lewat media sosial. Kini, pesanan datang tidak hanya dari Kota Kupang, tapi juga dari luar daerah.

“Awalnya saya hanya posting di Facebook untuk teman-teman saja. Tapi setelah belajar cara promosi online, ternyata banyak yang pesan. Bahkan sekarang saya bisa kirim sampai ke Soe dan Maumere,” tutur Maria sambil tersenyum.

Maria mengaku pelatihan digital marketing yang difasilitasi oleh Pemerintah Kota Kupang sangat membantu dirinya memahami cara membuat konten menarik dan mengelola pesanan secara efisien.

“Dulu saya pikir jualan online itu rumit. Tapi setelah ikut pelatihan, saya jadi tahu cara ambil foto produk yang bagus dan pakai fitur promosi di Instagram. Sekarang omset saya bisa naik dua kali lipat,” ujarnya bangga.

Kisah seperti Maria menjadi bukti bahwa transformasi digital bukan ancaman, melainkan peluang besar bagi masyarakat yang siap belajar dan beradaptasi.

Melalui sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, kegiatan seperti ini diharapkan dapat melahirkan lebih banyak pelaku usaha kreatif dan GIGs worker yang tangguh, inovatif, dan mandiri.

Kota Kupang kini bukan hanya dikenal karena keramahan warganya, tetapi juga karena semangat baru wirausahanya. Di era digital, ekonomi kreatif Kupang sedang menulis babak baru sebuah kisah kolaborasi, inovasi, dan kemandirian. (Penulis/ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.