GMIT Kaisarea Rayakan 36 Tahun, Wali Kota Kupang: Terus Jadi Terang bagi Kota

oleh -1990 Dilihat
Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo Hadiri Perayaan HUT ke-36Jemaat GMIT Kaisarea BTN Kolhua pada Selasa, 17 Maret 2026. (Foto Prokompim Kota Kupang)

Suarantt.id, Kupang-Wali Kota Kupang, Christian Widodo menghadiri Ibadah Syukur dan Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-36 Jemaat GMIT Kaisarea BTN Kolhua yang berlangsung khidmat di gedung ibadah setempat pada Selasa (17/3/2026).

Perayaan tersebut turut dihadiri Ketua Majelis Jemaat GMIT Kaisarea Pdt. Aleida Y. Salean-Sola, S.Th., Wakil Ketua Majelis Pdt. Stefanus Pandie, S.Th., Sekretaris Daerah Kota Kupang Jeffry Edward Pelt, Asisten Pemerintahan dan Kesra Hengky C. Malelak, para kepala perangkat daerah, camat dan lurah se-Kota Kupang, serta para pendeta emeritus, tokoh gereja, tokoh masyarakat, dan seluruh jemaat.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang menegaskan bahwa perjalanan panjang Kota Kupang yang kini telah berusia 139 tahun, dengan 29 tahun sebagai daerah otonom, tidak terlepas dari kontribusi seluruh elemen masyarakat, termasuk gereja.

Menurutnya, kehadiran Jemaat GMIT Kaisarea selama 36 tahun telah menjadi bagian penting dalam pembangunan kota, bahkan melampaui usia otonomi daerah itu sendiri.

“Ini adalah perjalanan yang luar biasa. Gereja Kaisarea telah memberikan banyak kontribusi berupa gagasan, tenaga, dan pemikiran dalam membangun Kota Kupang. Kemajuan yang kita rasakan hari ini tidak lepas dari peran jemaat,” ungkapnya.

Dia juga menekankan bahwa perayaan HUT bukan sekadar seremoni, melainkan momentum refleksi atas perjalanan iman, pengharapan, dan kasih yang telah dijalani jemaat selama ini.

“36 tahun ini adalah kisah tentang api iman yang terus menyala, api pengharapan di tengah tantangan, dan api kasih dalam pelayanan. Ini yang harus terus dijaga dan dirawat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wali Kota mengingatkan pentingnya pembangunan sumber daya manusia yang seimbang antara ilmu pengetahuan dan iman. Ia mengajak seluruh elemen, termasuk lembaga keagamaan, untuk bersama-sama membentuk karakter masyarakat yang kuat.

BACA JUGA:  Kecamatan Maulafa Catat Penerima Program MBR Terbanyak Tahun 2025

“Ilmu tanpa iman akan melahirkan kesombongan, sementara iman tanpa ilmu bisa membawa pada arah yang keliru. Karena itu keduanya harus berjalan beriringan,” tegasnya.

Selain itu, ia menegaskan bahwa pembangunan kota tidak hanya diukur dari infrastruktur fisik, tetapi juga dari kualitas kehidupan masyarakat, seperti kerukunan, saling menghormati, dan kebahagiaan warga.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak seluruh jemaat untuk terus menjaga semangat pengharapan dalam kehidupan sehari-hari.

“Tanpa harapan, manusia sesungguhnya telah kehilangan kehidupan itu sendiri. Karena itu, mari kita jaga terus nyala harapan dalam hati kita,” pesannya.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemerintah Kota Kupang berkomitmen memberikan bantuan sebesar Rp30 juta kepada Jemaat GMIT Kaisarea. Bantuan tersebut direncanakan akan direalisasikan melalui perubahan anggaran tahun 2026, guna mendukung pengembangan fasilitas gereja, termasuk rencana pembangunan klinik pelayanan.

Mengakhiri sambutannya, Wali Kota menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada seluruh jemaat.

“Selamat ulang tahun ke-36 untuk Jemaat GMIT Kaisarea. Teruslah menjadi terang dan berkat bagi Kota Kupang,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Jemaat GMIT Kaisarea BTN Kolhua, Pdt. Aleida Y. Salean-Sola, menyampaikan bahwa usia 36 tahun merupakan proses pertumbuhan menuju kedewasaan dalam pelayanan.

Ia menegaskan bahwa jemaat terus berkomitmen menjalankan panggilan pelayanan melalui berbagai bidang, seperti Koinonia, Marturia, Liturgia, dan Diakonia.

Dirinya juga mengapresiasi seluruh pelayan dan jemaat yang telah berkontribusi sejak awal berdirinya hingga saat ini, serta berharap sinergi antara gereja dan pemerintah terus terjalin demi kesejahteraan masyarakat. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.