Dharma Santi Kota Kupang 2026, Wali Kota Gaungkan Semangat “Satu Bumi, Satu Keluarga”

oleh -108 Dilihat
Wali Kota Kupang Hadiri Kegiatan Dharma Santi Kota Kupang Tahun 2026. (Foto Prokompim Kota Kupang)

Suarantt.id, Kupang-Wali Kota Kupang, Christian Widodo menghadiri acara Dharma Santi Kota Kupang Tahun Saka 1948 / 2026 Masehi yang mengusung tema “Vasudhaiva Kutumbakam: Satu Bumi, Satu Keluarga; Harmoni Nusantara, Indonesia Maju”.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Selasa (26/5/26). Acara ini turut dihadiri Wakil Ketua PHDI Provinsi NTT, Dr. dr. Jero Gede Sahadewa, Ketua PHDI Kota Kupang, dr. Ari Widjana, Dandim 1604 Kupang Kolonel Inf Kadek Abriawan, Wakapolresta Kupang Kota AKBP Anak Agung Gde Anom Wirata, Pembimas Hindu Kanwil Kemenag Provinsi NTT Ketut Suji, Ketua FPK Provinsi NTT Theo Widodo, Ketua Permabudhi NTT Indra Effendy, Vikjen Keuskupan Agung Kupang Romo Krispinus Saku, serta para tokoh agama dan masyarakat lintas iman.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya dapat hadir bersama umat Hindu di tengah kesibukan agenda pemerintahan dan sosial menjelang Hari Raya Idul Adha.

Ia menegaskan bahwa kehadirannya merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kota Kupang dalam merawat keberagaman dan memperkuat toleransi antarumat beragama.

“Tema Dharma Santi tahun ini sangat relevan, ‘Satu Bumi, Satu Keluarga’. Ini menjadi pengingat bahwa kita semua adalah bagian dari satu keluarga besar yang harus hidup dalam harmoni,” ujar Christian Widodo.

Ia juga memberikan apresiasi kepada komunitas Hindu dan masyarakat Bali di Kota Kupang atas partisipasi aktif dalam Karnaval Budaya HUT Kota Kupang yang dinilainya sangat memukau. Menurutnya, keberagaman budaya yang ditampilkan menjadi kekuatan besar dalam membangun identitas Kota Kupang yang inklusif.

“Kota Kupang memiliki kekayaan budaya luar biasa. Karnaval budaya kemarin menjadi bukti bahwa keberagaman adalah kekuatan yang harus terus dijaga dan dirawat bersama,” tambahnya.

Lebih lanjut, Wali Kota menegaskan bahwa harmoni bukan berarti keseragaman, melainkan keseimbangan dalam perbedaan. Ia mengibaratkan harmoni seperti nada-nada dalam sebuah lagu yang berbeda namun mampu menghasilkan melodi indah ketika dipadukan.

Selain itu, ia juga menyoroti makna Hari Raya Nyepi sebagai momentum refleksi diri, mempererat hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam semesta. Ia mengajak masyarakat untuk sejenak mengambil jeda dari rutinitas untuk merenungkan perjalanan hidup.

Pemerintah Kota Kupang, lanjutnya, terus berkomitmen mendukung kegiatan keagamaan seluruh umat beragama, termasuk umat Hindu melalui dukungan anggaran dalam rangkaian perayaan Nyepi Tahun Saka 1948.

Sementara itu, Ketua PHDI Kota Kupang, dr. Ari Widjana, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kupang atas dukungan penuh terhadap seluruh rangkaian kegiatan Nyepi, mulai dari Melasti, Tawur Kesanga, pawai ogoh-ogoh, Hari Raya Nyepi hingga Dharma Santi.
Ia menilai Kota Kupang sebagai salah satu daerah yang berhasil menjaga kerukunan dan toleransi antarumat beragama dengan baik.

“Atas nama umat Hindu Kota Kupang, kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Kupang yang terus hadir mendukung kegiatan keagamaan, sehingga seluruh rangkaian Nyepi dapat berjalan aman, lancar, dan penuh kebersamaan,” ungkapnya.

Acara Dharma Santi berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan, diwarnai kebersamaan lintas agama dan budaya sebagai simbol kuatnya persatuan dan toleransi di Kota Kupang. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.