Kunjungi SMK Sadar Wisata Ruteng, Gubernur NTT Luncurkan Empat Program Penguatan Pendidikan

oleh -49 Dilihat
Gubernur Melki Laka Lena Luncurkan Empat Program Penguatan Pendidikan di SMK Sadar Wisata Ruteng. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Ruteng-Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena melakukan kunjungan kerja ke SMK Sadar Wisata Ruteng pada Sabtu (4/7/26), dengan agenda peluncuran sejumlah program strategis yang diarahkan untuk memperkuat ekosistem pendidikan di NTT.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur meluncurkan empat program sekaligus, yakni sosialisasi Peraturan Gubernur NTT Nomor 24 Tahun 2026 tentang Gerakan Jam Belajar di Lingkungan Masyarakat, peluncuran Dapur Flobamorata, peresmian NTT Mart berbasis One School One Product (OSOP), serta peluncuran buku karya para pengawas, kepala sekolah, dan guru SMA/SMK/SLB Kabupaten Manggarai berjudul “Kelas Ruang Navigasi Peradaban.”

Gubernur menegaskan bahwa keempat program tersebut merupakan satu kesatuan dalam upaya membangun pendidikan yang tidak hanya bertumpu pada sekolah, tetapi juga melibatkan keluarga dan masyarakat. Menurutnya, pembelajaran harus menjadi budaya yang hidup di lingkungan sekitar anak.

“Pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah. Anak-anak lebih banyak berada di rumah dan di tengah masyarakat. Karena itu kita semua harus menjadi bagian dari proses mendidik mereka,” tegasnya.

Melalui Pergub Nomor 24 Tahun 2026, Pemerintah Provinsi NTT mendorong terciptanya suasana belajar di masyarakat setiap pukul 18.00–19.30 WITA. Pada waktu tersebut, anak-anak diharapkan memiliki ruang khusus untuk membaca, belajar, dan mengembangkan diri dengan dukungan orang tua serta lingkungan sekitar.

Selain penguatan budaya belajar, Gubernur juga menekankan pentingnya pengembangan kreativitas dan kewirausahaan di lingkungan sekolah. Hal ini diwujudkan melalui program One School One Product (OSOP) yang terintegrasi dengan gerakan One Village One Product (OVOP) dan One Community One Product (OCOP), yang hasilnya akan dipasarkan melalui NTT Mart.

“Kita ingin sekolah menjadi tempat lahirnya inovasi. Anak-anak belajar menghasilkan karya, mencintai produk daerahnya, sekaligus memahami bahwa kreativitas memiliki nilai ekonomi,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menyinggung capaian Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang menempatkan NTT masih pada posisi bawah secara nasional. Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak bisa hanya dibebankan kepada guru, melainkan menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

Suasana kunjungan berlangsung hangat ketika Gubernur berdialog langsung dengan para siswa yang memamerkan berbagai karya kreatif mereka, mulai dari kerajinan daur ulang, produk makanan lokal, hingga tenun Songke hasil karya siswa yang pernah dipasarkan di tingkat provinsi.

Kunjungan kerja ini menjadi penegasan arah baru pendidikan di NTT, yaitu penguatan budaya belajar di masyarakat serta pengembangan kreativitas dan kewirausahaan berbasis potensi lokal melalui kolaborasi sekolah, keluarga, dan pemerintah. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.