Suarantt.id, Kupang-Program Filosi Peduli Lingkungan yang diinisiasi oleh PT Filosi Exider Inovasi resmi memulai Gerakan Tanam 1.000 Pohon di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Program ini menyasar empat wilayah yakni Kupang, Kefamenanu, Ende, dan Maumere sebagai upaya memperluas tutupan hijau serta meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pelestarian lingkungan.
Kegiatan penanaman perdana dipusatkan di bantaran Sungai Liliba, Kota Kupang pada Senin (20/7/2026), dengan melibatkan sekitar 200 peserta dari berbagai unsur.
Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan pemerintah, kepolisian, Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Benain Noelmina, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, BPBD Provinsi NTT, komunitas lingkungan, mahasiswa, hingga masyarakat umum.
Kepala BPDAS Benain Noelmina NTT, Kludolfus Tuames, mengapresiasi inisiatif Filosi yang dinilai menunjukkan kepedulian nyata terhadap keberlanjutan lingkungan di daerah.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada PT Filosi yang sudah berperan aktif menjaga bumi melalui kegiatan penanaman pohon. Ini berkontribusi dalam menambah tutupan lahan hijau di Kota Kupang dan mendukung kemandirian pangan, air, dan energi,” ujarnya.
Ia juga menyoroti komitmen Filosi dalam merawat tanaman yang telah ditanam, terutama di tengah tantangan musim kemarau yang kerap menjadi kendala dalam kegiatan penghijauan.
“Terima kasih karena tidak hanya menanam, tetapi juga merawat tanaman selama tiga bulan ke depan. Bumi ini hanya satu dan tanggung jawab menjaganya ada pada kita semua,” tambahnya.
Direktur PT Filosi Exider Inovasi, Erwin Alexander Gilbert Mauk, menjelaskan bahwa gerakan ini lahir dari keyakinan bahwa menanam pohon merupakan investasi jangka panjang bagi kehidupan dan lingkungan.
“Di tengah dunia yang terus mengejar pertumbuhan ekonomi dan kemajuan teknologi, ada satu investasi yang sering terlupakan, yaitu menanam pohon. Mungkin kita tidak menikmati seluruh manfaatnya hari ini, tetapi generasi berikutnya akan merasakan dampaknya,” jelasnya.
Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar bentuk tanggung jawab sosial perusahaan, tetapi juga bagian dari nilai yang dipegang Filosi sebagai perusahaan berbasis teknologi dan pendidikan.
“Kami tidak ingin kegiatan ini berhenti pada seremoni. Kami berkomitmen melakukan pemantauan dan penyiraman rutin, minimal dua kali seminggu selama tiga bulan pertama, agar pohon yang ditanam benar-benar tumbuh,” tegasnya.
Dalam program ini, Filosi menargetkan penanaman 1.000 pohon yang terdiri dari 800 pohon merbau dan 200 pohon dari berbagai jenis lainnya. Selain di Kota Kupang, kegiatan serupa juga akan dilaksanakan di Kefamenanu, Ende, dan Maumere sebagai bagian dari komitmen memperluas ruang hijau di NTT.
Erwin berharap, gerakan ini dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk turut ambil bagian dalam upaya pelestarian lingkungan.
“Menanam pohon adalah keputusan untuk membangun masa depan. Jika setiap pihak mengambil bagian, sekecil apa pun kontribusinya, saya yakin kita bisa mewariskan NTT yang lebih hijau bagi generasi mendatang,” pungkasnya.***






