Dari Tanam hingga Jual, Gubernur NTT Ajak Petani Tingkatkan Nilai Tambah Produk

oleh -905 Dilihat
Gubernur NTT dan Direktur Cirma Tukar Cenderamata di Hotel Harper Kupang pada Jumat, 10 April 2026. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, mengajak para petani untuk mengubah pola pikir dalam mengelola hasil pertanian, dari sekadar “tanam-panen-jual” menjadi “tanam-panen-olah-kemas-jual” guna meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan.

Ajakan tersebut disampaikan Gubernur saat membuka Workshop Konsolidasi dan Kolaborasi Aksi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Iklim dan Ketahanan Petani Kecil di Timor Barat, sekaligus peluncuran produk minyak Virgin Coconut Oil (VCO) hasil kolaborasi petani bersama Centrum Inisiatif Rakyat Mandiri (Cirma), di Hotel Harper Kupang, Jumat (10/4/2026).

Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa perubahan iklim, termasuk fenomena El Nino, menjadi tantangan nyata yang dihadapi para petani saat ini. Oleh karena itu, diperlukan langkah mitigasi yang terencana dan kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ketahanan pangan.

“Perubahan iklim saat ini adalah realitas yang kita hadapi bersama. Para petani berada di garis depan menghadapi dampaknya, sehingga perlu strategi yang tepat untuk menjaga produktivitas,” ujarnya.

Gubernur juga mengapresiasi peran Cirma dalam mendukung ketahanan pangan melalui berbagai inovasi, salah satunya pengembangan ecoenzim yang berdampak pada sektor pertanian dan kesehatan masyarakat.

Ia mencontohkan produk VCO yang diluncurkan sebagai bentuk hilirisasi produk pertanian yang mampu memberikan nilai ekonomi lebih besar bagi petani.

“Produk seperti VCO harus menjadi contoh. Kita ingin semua komoditas mengikuti pola hilirisasi ini agar memberikan nilai tambah,” tegasnya.

Lebih lanjut, Gubernur menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi NTT terus membuka akses pasar bagi produk lokal melalui NTT Mart yang telah hadir di 22 kabupaten/kota. Selain itu, dukungan pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) juga disiapkan, lengkap dengan pendampingan dan literasi keuangan bagi para petani.

BACA JUGA:  Gubernur NTT Klarifikasi Anggaran Tour de Entete, Tegaskan Keterbukaan dan Manfaat untuk Daerah

“Produk petani akan kita fasilitasi dengan baik. NTT Mart siap memasarkan produk-produk lokal dari seluruh wilayah NTT,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Cirma, John Mangu Ladjar, menjelaskan bahwa pengembangan VCO menjadi salah satu fokus utama karena memiliki nilai ekonomi tinggi sekaligus berdampak langsung bagi masyarakat.

Ia menyebutkan, sejak Desember 2025, produk VCO hasil kemitraan bersama petani telah dipasarkan hingga ke Jakarta. Selain itu, pihaknya juga mendorong praktik pertanian cerdas iklim yang minim penggunaan bahan kimia, sejalan dengan kebutuhan pasar ekspor.

“Selain VCO, kami juga mengembangkan komoditas pinang sebagai investasi jangka panjang, dengan penanaman sekitar 30 ribu anakan di wilayah Malaka dan Belu,” jelasnya.

Cirma juga terus mendorong penguatan koperasi tani sebagai motor penggerak ekonomi berbasis iklim, dengan target menjangkau 5.000 petani kecil melalui peningkatan akses dan aset.

Pada kesempatan tersebut, tujuh petani menerima penghargaan Local Champion atas upaya adaptasi terhadap perubahan iklim di enam titik wilayah di Timor Barat. Masing-masing penerima juga memperoleh tabungan senilai Rp1 juta sebagai bentuk apresiasi.

Dalam kesempatan itu Gubernur Melki meninjau stand yang menampilkan kisah inspiratif para petani serta produk-produk unggulan. Ia juga menyampaikan pesan motivasi kepada para petani agar terus bersemangat dalam mengembangkan sektor pertanian.

“Teruslah bertani dengan spirit untuk diri sendiri dan sesama,” pungkasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.