Alarm Kemiskinan NTT Berbunyi Keras! BPS Ungkap 1,04 Juta Warga Masih Terjebak Kemiskinan

oleh -81 Dilihat
Kondisi Riil Kemiskinan di Salah Satu Daerah NTT. (Foto Istimewa)

Suarantt, id, Kupang-Angka kemiskinan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali menjadi sorotan. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT mencatat jumlah penduduk miskin pada Maret 2026 mencapai 1,04 juta jiwa, meningkat dibandingkan periode September 2025.

Kepala BPS Provinsi NTT, Martamira Kale, mengungkapkan persentase penduduk miskin NTT pada Maret 2026 berada di angka 17,52 persen. Angka tersebut mengalami kenaikan sebesar 0,02 persen poin dibandingkan September 2025.

“Jumlah penduduk miskin pada Maret 2026 sebesar 1,04 juta jiwa, meningkat sebanyak 5,95 ribu jiwa dibandingkan September 2025,” ungkap Martamira Kale dalam rilis statistik kemiskinan NTT pada Rabu, 5 Agustus 2026.

Data BPS menunjukkan persoalan kemiskinan masih lebih berat terjadi di wilayah perdesaan. Persentase penduduk miskin perdesaan pada Maret 2026 tercatat mencapai 21,64 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan wilayah perkotaan yang berada di angka 6,71 persen.

Dibandingkan September 2025, jumlah penduduk miskin di wilayah perkotaan sebenarnya mengalami penurunan sebanyak 2,7 ribu jiwa. Namun, kondisi berbeda terjadi di wilayah perdesaan yang justru mengalami peningkatan jumlah penduduk miskin sebanyak 8,7 ribu jiwa.

BPS juga mencatat Garis Kemiskinan NTT pada Maret 2026 sebesar Rp584.252 per kapita per bulan. Dengan rata-rata rumah tangga miskin memiliki 5,54 anggota rumah tangga, maka kebutuhan minimum rumah tangga miskin diperkirakan mencapai Rp3.236.756 per rumah tangga per bulan.

Lonjakan angka kemiskinan ini menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah dalam mempercepat pengentasan kemiskinan, terutama di kawasan perdesaan yang masih menjadi kantong kemiskinan terbesar.

Data BPS tersebut menjadi alarm keras bahwa program peningkatan kesejahteraan masyarakat di NTT masih membutuhkan langkah yang lebih agresif, terutama dalam membuka lapangan kerja, memperkuat ekonomi desa, serta meningkatkan daya beli masyarakat.

BACA JUGA:  Portal Sasando NTT, Langkah Strategis Melki Laka Lena Bangun Birokrasi Terbuka dan Berbasis Data

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.