BI dan Pemprov NTT Genjot UMKM Go Global, 50 Pelaku Usaha Ikut Bootcamp Ekspor

oleh -45 Dilihat
BI Gandeng Pemprov NTT Gelar Kegiatan Bootcamp UMKM Ekspor 2026 di Ruang Nembrala, Kantor Perwakilan BI Provinsi NTT. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Pemerintah Provinsi NTT terus mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu memperluas pasar hingga ke tingkat internasional.

Upaya tersebut dilakukan melalui Bootcamp UMKM Ekspor 2026 bertema “Berdaya Saing, Siap Mendunia” yang digelar pada 14-15 September 2026 di Ruang Nembrala, Kantor Perwakilan BI Provinsi NTT.

Kegiatan yang diselenggarakan BI NTT bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT serta Akademi Mudah Ekspor tersebut diikuti 50 UMKM hasil kurasi dari 98 pendaftar.

Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT, Adidoyo Prakoso, melalui kegiatan tersebut mendorong penguatan kapasitas UMKM agar tidak hanya mampu menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga memiliki kesiapan untuk bersaing dan menjangkau pasar global.

Bootcamp dirancang untuk memperkuat kapasitas usaha, meningkatkan daya saing produk, serta mempersiapkan pelaku UMKM menghadapi proses ekspor.

Analis Fungsi Pelaksanaan dan Pengembangan UMKM KI & Syariah Kantor Perwakilan BI Provinsi NTT, Reyza Lisembina B., mengatakan menjadi eksportir membutuhkan proses dan kesiapan yang matang.

“Menjadi eksportir bukan proses yang terjadi dalam waktu singkat, tetapi dibangun melalui kesiapan produk, ketepatan membaca pasar, konsistensi memenuhi standar, serta keberanian untuk terus belajar dan membuka jejaring baru,” ujar Reyza.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT, Zet Sony Libing, menegaskan bahwa NTT memiliki berbagai produk unggulan yang berpotensi menembus pasar internasional.

Menurutnya, potensi tersebut harus dibarengi dengan kualitas produk yang konsisten, kapasitas produksi yang memadai, serta pemahaman terhadap kebutuhan pasar tujuan.

“NTT memiliki produk unggulan yang berpotensi menjangkau pasar internasional. Potensi ini perlu didukung dengan kualitas yang konsisten, kapasitas produksi yang memadai, serta pemahaman terhadap kebutuhan pasar tujuan,” katanya.

BACA JUGA:  Kolaborasi Ditjenpas NTT dan PT SMJ, Lahan Tandus Disulap Jadi Kebun Produktif

Ia berharap sinergi antara BI, pemerintah daerah dan para mitra dapat membuat UMKM NTT semakin siap membangun kemitraan usaha sekaligus menindaklanjuti peluang ekspor secara berkelanjutan.

Penguatan kapasitas UMKM untuk menembus pasar global menjadi semakin penting di tengah perkembangan perdagangan luar negeri NTT.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor NTT pada periode Januari-Juni 2026 tercatat sebesar USD32,03 juta. Angka tersebut turun 10,62 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Meski demikian, pada periode yang sama NTT mencatat surplus neraca perdagangan sebesar USD29,78 juta.

Sejumlah produk unggulan NTT yang dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan ke pasar internasional antara lain pangan olahan, kopi, kemiri beserta produk turunannya, serta wastra.

Dalam bootcamp tersebut, peserta mendapatkan pembekalan dari Fernanda Reza Muhammad dan Zahra Margautami dari Akademi Mudah Ekspor.

Materi yang diberikan diarahkan agar UMKM menjadi lebih buyer-ready, yakni mampu menawarkan produk sekaligus memenuhi kebutuhan calon pembeli dari pasar internasional.

Peserta dibekali materi mengenai pemetaan pasar, penyusunan harga, penawaran komersial, manajemen risiko pembayaran, komunikasi dan negosiasi bisnis.

Selain itu, peserta juga mendapatkan penguatan terkait profil usaha, katalog produk, pemasaran digital hingga kemampuan melakukan presentasi penawaran ekspor atau export pitching.

Bootcamp UMKM Ekspor 2026 juga menjadi bagian dari persiapan menuju business matching ekspor dalam ajang Flobamorata Creative Expo (FCE) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang.

Melalui kegiatan tersebut, para peserta diharapkan memiliki target pasar yang lebih jelas, materi penawaran yang lebih siap serta rencana tindak lanjut untuk menjajaki peluang bisnis dengan calon pembeli.

Sinergi BI dan Pemprov NTT bersama para mitra diharapkan dapat memperkuat ekosistem UMKM daerah sehingga produk lokal NTT semakin memiliki daya saing dan mampu memperluas akses ke pasar internasional.

BACA JUGA:  BPS NTT: Jumlah Angkatan Kerja Naik, Sektor Pertanian Alami Peningkatan Terbesar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.