BI NTT Bekali Pegawai BP3MI Lewat ToT, Perkuat Literasi Keuangan dan Pelindungan PMI

oleh -93 Dilihat
Bank Indonesia Provinsi NTT Gelar Training of Trainers (ToT) bagi Pegawai BP3MI. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Nusa Tenggara Timur terus mendorong penguatan literasi keuangan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI). Salah satunya melalui kegiatan Training of Trainers (ToT) yang diberikan kepada pegawai Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) NTT.

Kegiatan tersebut digelar secara hybrid dan diikuti oleh 20 pegawai BP3MI. Program ini merupakan bentuk kolaborasi antara Bank Indonesia dan BP3MI untuk memperkuat kapasitas pegawai sebagai agen edukasi di tengah masyarakat, khususnya bagi PMI dan calon PMI di Aula Nembrala KPwBI Provinsi NTT pada Kamis (18/6/26).

Deputi Kepala Perwakilan KPwBI Provinsi NTT, Didiet Aditya Budi Prabowo, dalam sambutannya menegaskan pentingnya edukasi pelindungan konsumen dan program Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah di tengah maraknya penipuan digital.

Menurutnya, masyarakat perlu semakin waspada terhadap berbagai modus kejahatan digital, seperti permintaan data pribadi melalui telepon atau pesan singkat yang mengatasnamakan pihak tertentu.

“Jika ada pihak yang meminta data kartu debit atau kredit, atau menawarkan keuntungan besar dengan meminta data pribadi, maka dapat dipastikan itu adalah penipuan. Perbankan tidak pernah meminta data pribadi dalam transaksi,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk selalu menerapkan prinsip kehati-hatian dengan slogan pelindungan konsumen, “Kalau ragu, stop dulu”, serta melaporkan indikasi penipuan kepada pihak berwenang.
Selain itu, edukasi CBP Rupiah dinilai penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dalam mengenali keaslian uang Rupiah, guna mencegah peredaran uang palsu.

Sementara itu, Kepala BP3MI NTT, Suratmi Hamida, menekankan pentingnya pembekalan literasi keuangan bagi pekerja migran agar mampu menggunakan layanan keuangan secara bijak serta memahami risiko dalam transaksi digital.

“Kami berharap para pegawai BP3MI yang mengikuti ToT ini dapat menjadi perpanjangan tangan dalam memberikan edukasi kepada PMI dan calon PMI, terutama terkait pengelolaan keuangan dan keamanan digital,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi penting, di antaranya pengelolaan keuangan dan public speaking yang disampaikan oleh dosen Universitas Katolik Widya Mandira, Beatrix Yunarti Manehat. Selain itu, tim KPwBI NTT juga memberikan materi terkait sistem pembayaran non tunai, pelindungan konsumen, serta CBP Rupiah.

Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memperluas edukasi sistem pembayaran yang aman, inklusif, dan berkelanjutan melalui kolaborasi lintas sektor.

Melalui kegiatan ini, pegawai BP3MI diharapkan mampu menjadi agen edukasi yang dapat menyampaikan informasi secara tepat dan aplikatif kepada PMI dan calon PMI, sehingga dapat meningkatkan literasi keuangan masyarakat, memperkuat pelindungan konsumen, serta menumbuhkan kecintaan dan kebanggaan terhadap Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara. ***


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.