BI NTT Bersama Pemda Gelar Kupang Digital Fest 2026, Perkuat Transaksi Nontunai

oleh -85 Dilihat
Bank Indonesia NTT bersama Pemprov NTT dan Pemkot Kupang menggelar Kupang Digital Fest 2026. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (KPwBI NTT) bersinergi bersama Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kota Kupang menggelar Kupang Digital Fest 2026 pada 10–11 Juli 2026 di halaman Kantor Gubernur NTT. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan akseptasi transaksi nontunai melalui QRIS serta memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan digital di daerah.

Kepala Perwakilan BI NTT, Adidoyo Prakoso, menyampaikan bahwa Kupang Digital Fest menjadi langkah strategis dalam mendorong percepatan digitalisasi di Provinsi NTT. Selain meningkatkan penggunaan QRIS, kegiatan ini juga memperkuat literasi pelindungan konsumen serta kampanye Cinta Bangga Paham Rupiah di tengah masyarakat.

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, dalam sambutannya mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai QRIS sebagai game changer yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah menjadi lebih kuat dan inklusif ke depan.

Kupang Digital Fest 2026 juga menjadi ruang kolaborasi berbagai pihak dalam memperkuat ekosistem pembayaran digital. Deputi Kepala Perwakilan BI NTT, Didiet Aditya Budi Prabowo, menegaskan bahwa transformasi digital tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kepercayaan dan pemahaman masyarakat. Hal ini diwujudkan melalui berbagai agenda seperti penyerahan bantuan digitalisasi kepada kelompok dari Kabupaten Lembata dan Alor, edukasi QRIS dan pelindungan konsumen, serta peluncuran logo Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT.

Selama kegiatan berlangsung, masyarakat disuguhkan beragam aktivitas edukatif dan interaktif, mulai dari permainan digital dengan transaksi QRIS Rp1, bazar UMKM lokal, hingga kompetisi QRIS Taputar Championship dan Drumband Taputar PeKA Competition. Selain itu, digelar pula diskusi bertema transformasi pembayaran digital dan keamanan siber yang menghadirkan para ahli di bidangnya.

Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya penggunaan QRIS dan transaksi UMKM. Selama dua hari pelaksanaan, tercatat 9.870 transaksi QRIS Rp1 pada wahana permainan digital, serta nilai transaksi UMKM mencapai Rp157 juta. Hal ini menunjukkan bahwa digitalisasi tidak hanya memberikan kemudahan transaksi, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

BACA JUGA:  Pemprov NTT Dukung Kolaborasi Konservasi Laut dan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir

Pada penutupan kegiatan, Deputi Kepala Perwakilan BI NTT, Rio Khasananda, menyampaikan bahwa keberhasilan Kupang Digital Fest tidak hanya diukur dari jumlah kegiatan, tetapi dari meningkatnya penggunaan QRIS, bertambahnya UMKM yang go digital, serta meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap transaksi yang aman.

Sebagai bagian dari perluasan digitalisasi, turut diluncurkan QRIS Parkir Kota Kupang yang diterapkan di 10 titik jalan melalui kolaborasi BI NTT dan Pemerintah Kota Kupang. Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jeffry Edward Pelt, menegaskan dukungan pemerintah dalam memperluas penggunaan pembayaran digital di masyarakat.

Melalui sinergi tersebut, Kupang Digital Fest 2026 diharapkan menjadi langkah nyata dalam mempercepat transformasi digital, mendukung UMKM, serta membangun budaya transaksi yang aman, nyaman, dan terpercaya di Provinsi NTT.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.