BI NTT Gelar Bootcamp UMKM Pariwisata 2026, Dorong Daya Saing dan Akses Pasar

oleh -88 Dilihat
Peserta Bootcamp UMKM Pariwisata 2026. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersinergi dengan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT menyelenggarakan Bootcamp UMKM Sektor Pariwisata 2026 pada 25–26 Mei 2026 di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT.

Kegiatan yang mengusung tema “Jelajah Flobamorata untuk Membangun Nusantara” ini merupakan upaya memperkuat kapasitas pelaku UMKM dan sektor pariwisata agar semakin berdaya saing, adaptif, serta mampu memperluas akses pasar, baik domestik maupun internasional.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Rio Khasananda, dalam sambutannya menyampaikan bahwa sektor pariwisata NTT masih memiliki ruang pengembangan yang besar. Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas produk dan layanan, kemampuan digital, serta integrasi UMKM dalam rantai nilai industri pariwisata.

“Penguatan kapasitas menjadi langkah penting agar UMKM NTT mampu naik kelas dan menjadi bagian utama dalam ekosistem pariwisata daerah, termasuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris untuk melayani wisatawan mancanegara,” ujar Rio.

Pemerintah Provinsi NTT turut mengapresiasi kolaborasi antara Bank Indonesia, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT, serta ASITA NTT dalam mendorong pengembangan pariwisata berbasis ekonomi kerakyatan.

Pengembangan pariwisata daerah saat ini diarahkan pada penguatan desa wisata sebagai etalase budaya, dengan dukungan UMKM lokal sebagai penyedia produk dan layanan unggulan.

Bootcamp ini diikuti oleh 30 pelaku UMKM yang berasal dari desa wisata dan sektor pendukung pariwisata, seperti kuliner, wastra, dan kriya. Berbagai materi diberikan, antara lain kebijakan pembangunan pariwisata NTT, strategi pengembangan destinasi dan promosi, konsep green tourism and hospitality, penyusunan Business Model Canvas (BMC), pelatihan bahasa Inggris untuk pariwisata, serta akses pembiayaan UMKM.

Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan semakin siap dalam menyambut wisatawan, termasuk kunjungan wisatawan mancanegara melalui kapal pesiar (cruise ship), sekaligus memperkuat ekosistem pariwisata NTT yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.