Kota Kupang Jadi Pusat Kolaborasi Budaya Pasifik: Wali Kota Christian Widodo Sambut Peserta IPACS 2025 dengan Jamuan Hangat

oleh -707 Dilihat
Wali Kota Kupang Dampingi Ketua DPRD Kota Kupang Pose Bersama Direktur Kerja Sama Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI dan Peserta Indonesia-Pacific Cultural Synergy 2025 di Rujab pada Senin, 3 Oktober 2025. (Foto Prokompim Kota Kupang)

Suarantt.id, Kupang-Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menyampaikan sambutan pada acara Welcome Dinner for Residency Participants of the Indonesia-Pacific Cultural Synergy (IPACS) 2025 yang berlangsung di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang pada Senin (3/11/2025).

Acara tersebut dihadiri oleh Inspektur Jenderal Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Fryda Lucyana bersama jajaran Kementerian, Direktur Kerja Sama Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI, Mardisontori, unsur Forkopimda Kota Kupang, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo, Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jeffry E. Pelt, para Asisten Sekda, para Kepala Perangkat Daerah, serta para Camat. Turut hadir pula para seniman, kurator, dan pelaku budaya dari 10 provinsi di kawasan timur Indonesia.

Program residensi internasional IPACS 2025 ini diikuti oleh para menteri kebudayaan, delegasi, dan pelaku budaya dari 17 negara sahabat di kawasan Pasifik, yakni Federated States of Micronesia, Fiji, Kiribati, Nauru, New Caledonia, Palau, Papua New Guinea, Marshall Islands, Samoa, Solomon Islands, Tonga, Tuvalu, Vanuatu, Cook Islands, French Polynesia, Niue, dan Timor-Leste.

Dalam sambutannya, Wali Kota Christian Widodo menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia atas kepercayaan yang diberikan kepada Kota Kupang sebagai tuan rumah penyelenggaraan program residensi internasional ini.

“Ini merupakan sebuah kehormatan dan kebanggaan bagi kami, Kota Kupang, sebagai kota pulau dan salah satu pintu gerbang kawasan Nusa Tenggara. Selamat datang di Kupang City, Kota Pulau,” ujar Wali Kota.

Dalam sambutan bilingual-nya, Wali Kota juga memperkenalkan kekayaan budaya dan kuliner khas Kota Kupang kepada para peserta dari berbagai negara Pasifik, seperti jagung bose, ikan kuah asam, dan sei khas Kupang yang dibakar menggunakan daun kosambi. Ia juga menampilkan kain tenun NTT sebagai warisan budaya lintas generasi.

“Kita memiliki banyak hal yang baik di Kota Kupang ini. Kita punya matahari terbenam yang indah di Teluk Kupang, kuliner yang lezat seperti jagung bose, kuah asam, dan sei. Sei adalah makanan unik yang dibakar dengan daun kosambi, memberikan aroma khas luar biasa. Dan kami akan memberikan satu kain tenun untuk masing-masing tamu,” tambahnya.

Wali Kota kemudian mengangkat filosofi masyarakat kepulauan Pasifik bahwa laut bukan pemisah antarbangsa, melainkan penghubung kasih, kebijaksanaan, dan harapan yang menyatukan kehidupan di seluruh kawasan Pasifik.

“There is a philosophy of Pacific society that the ocean does not separate us, the ocean connects us. Tonight is not just a dinner, this is the entrance of collaboration, a moment where hearts meet in this room,” ucapnya penuh makna.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa budaya bukan hanya peninggalan masa lalu, tetapi juga pinjaman dari anak cucu yang wajib dijaga untuk masa depan. Menurutnya, kegiatan seperti IPACS 2025 memiliki dampak strategis dalam memperkuat jejaring budaya Pasifik sekaligus memberi kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor pariwisata, perhotelan, restoran, dan UMKM lokal.

“Event seperti ini tidak hanya memperkuat kolaborasi budaya, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal. Banyak tamu dari dalam dan luar negeri yang hadir, mereka akan menikmati hotel, kuliner, dan produk UMKM kita,” ungkapnya.

Menutup sambutannya, Wali Kota Christian menyebut bahwa jamuan malam tersebut menjadi simbol awal penguatan kolaborasi antarbangsa di kawasan Pasifik melalui budaya dan dialog lintas komunitas.

“Tonight is not just a dinner but a moment of strengthening our collaboration through shared cultures and community wisdom. Selamat menikmati malam ini dan Kota Kupang beberapa hari ke depan,” pungkasnya.

Dalam wawancara singkat usai acara, Wali Kota kembali menegaskan bahwa kegiatan residensi internasional IPACS 2025 memiliki nilai strategis bagi pertumbuhan ekonomi Kota Kupang dan NTT.

“Secara formal, tuan rumah kegiatan ini adalah Provinsi NTT, tetapi lokus utamanya di Kota Kupang sebagai ibu kota provinsi. Kami telah menyiapkan hotel, UMKM, pameran, gala dinner, bahkan festival drone untuk bangsa-bangsa Pasifik pada tanggal 11 nanti,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Kerja Sama Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI, Mardisontori menyampaikan bahwa cultural residency ini merupakan ruang dialog kreatif, pertukaran pengetahuan, dan eksplorasi artistik berbasis tradisi.

“Program ini menegaskan peran budaya sebagai jembatan diplomasi, perdamaian, dan keberlanjutan antarbangsa. Kegiatan ini menjadi platform kolaboratif antara Indonesia dan negara-negara Pasifik untuk membangun pemahaman mendalam antar komunitas budaya,” ujarnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kupang dan Pemerintah Provinsi NTT atas dukungan serta keramahtamahan yang diberikan selama penyelenggaraan kegiatan internasional ini.

BACA JUGA:  Wali Kota Kupang Paparkan Arah Baru Penataan Ruang Kota Kupang 2025-2044, Tekankan Pembangunan Berkelanjutan dan Kolaboratif

Dengan semangat “Celebrating Shared Cultures and Community Wisdom”, Kota Kupang resmi menjadi pusat kolaborasi budaya Pasifik tahun 2025 — memperkuat peran Nusa Tenggara Timur sebagai simpul diplomasi budaya dan gerbang persahabatan lintas samudra. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.