Bidik Prestasi di Badung Cup 2026, Wali Kota Kupang Tantang 31 Kenshi Tunjukkan Mental Petarung Sejati

oleh -62 Dilihat
Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo Lepas Kontingen Kempo pada Sabtu, 3 Oktober 2026. (Foto Prokompim Kota Kupang)

Suarantt.id, Kupang-Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menantang 31 atlet Shorinji Kempo Kota Kupang untuk menunjukkan mental petarung sejati saat berlaga pada Kejuaraan Nasional Antar Kabupaten/Kota Shorinji Kempo Bupati Badung Cup 2026 di Bali.

Christian menegaskan, keikutsertaan para atlet dalam kejuaraan tersebut bukan semata-mata untuk mengejar medali, tetapi juga membawa nama baik Kota Kupang serta membuktikan kualitas atlet daerah di tingkat nasional.

Pesan itu disampaikan saat Wali Kota secara resmi melepas kontingen Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) Kota Kupang di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang pada Sabtu (3/10/2026).

“Kepergian kalian bukan hanya membawa nama pribadi atau Perkemi. Di pundak kalian ada nama Kota Kupang dan harapan masyarakat,” tegas Christian.

Kontingen Kota Kupang yang diberangkatkan berjumlah 35 orang, terdiri atas 31 atlet, yakni 17 putra dan 14 putri, serta empat pelatih, manajer dan ofisial.

Mereka dijadwalkan bertanding di GOR Purna Krida, Kerobokan, Kabupaten Badung, Bali, pada 8–11 Oktober 2026.

Dalam kejuaraan tersebut, atlet Kota Kupang akan mengikuti 29 nomor dari total 42 nomor yang dipertandingkan, meliputi 10 nomor Randori dewasa serta 19 nomor Embu remaja dan dewasa.

Di hadapan para atlet, Christian mengingatkan bahwa kemenangan dalam pertandingan tidak hanya ditentukan oleh kekuatan fisik dan penguasaan teknik, tetapi juga kemampuan mengendalikan mental.

Menurutnya, seorang atlet harus mampu menjaga keseimbangan antara keberanian, kepercayaan diri, strategi dan kerendahan hati.

“Jangan terlalu percaya diri sampai menganggap remeh lawan, tetapi jangan juga berkecil hati sampai merasa takut. Kunci kemenangan seorang atlet adalah kemampuan mengendalikan diri, tahu kapan harus menyerang dan kapan harus bermain taktis,” ujarnya.

BACA JUGA:  Wali Kota Kupang Tegaskan Jika Terjadi Kerusakan Jalan Itu Jadi Tanggung Jawab Pengusaha Air

Ia secara khusus menyoroti nomor Randori yang membutuhkan kekuatan fisik, keberanian dan ketenangan dalam mengambil keputusan.

Christian meminta para kenshi tidak menjadikan keberanian sebagai alasan untuk bertindak gegabah. Sebaliknya, setiap atlet harus mampu menunjukkan sikap seorang kesatria, baik ketika bertanding maupun saat berinteraksi dengan orang lain.

Wali Kota juga mengingatkan para atlet untuk menjaga tutur kata, sikap dan perilaku selama berada di Bali.

Pengalaman Christian sebagai dokter KONI turut menjadi perhatian dalam arahannya. Ia meminta seluruh atlet mengikuti instruksi pelatih, menjaga pola makan, mencukupi waktu istirahat dan memastikan kondisi fisik tetap prima hingga seluruh pertandingan selesai.

“Ketika kekuatan, keberanian, kepercayaan diri dan kerendahan hati berjalan bersama, di situlah lahir seorang atlet sejati. Pergilah dan bertarunglah dengan mental petarung serta hati seorang kesatria,” pesannya.

Kembalikan Kejayaan Kempo Kota Kupang

Keikutsertaan kontingen Kota Kupang dalam Badung Cup 2026 memiliki makna tersendiri bagi perjalanan prestasi olahraga kempo di daerah tersebut.

Pada penyelenggaraan Bupati Badung Cup 2018, Perkemi Kota Kupang berhasil keluar sebagai juara umum I dan membawa pulang piala bergilir.

Setelah kejuaraan tersebut sempat vakum selama beberapa tahun, kontingen Kota Kupang kembali berpartisipasi dengan membawa harapan untuk menghidupkan kembali tradisi prestasi yang pernah diraih.

Piala bergilir yang sebelumnya berhasil dibawa pulang Kota Kupang akan diserahkan secara resmi oleh Wali Kota Christian Widodo pada pembukaan kejuaraan di Badung.

Bagi Christian, prestasi olahraga tidak boleh hanya dibangun melalui persiapan menjelang pertandingan. Pembinaan atlet harus dilakukan secara berkelanjutan dengan dukungan nyata pemerintah.

Karena itu, Pemerintah Kota Kupang kembali menggelar Wali Kota Cup tahun ini setelah sempat vakum beberapa tahun, dengan dukungan anggaran sebesar Rp100 juta.

BACA JUGA:  Gempa Susulan Masih Mengguncang, Pemprov NTT Perpanjang Tanggap Darurat Flores hingga 12 September

“Pemerintah hadir bukan hanya ketika atlet membawa pulang medali. Pemerintah harus hadir sejak proses pembinaan, latihan, hingga mereka bertanding,” tegasnya.

23 Dojo Jadi Kekuatan Pembinaan Kempo

Sementara itu, Ketua Umum Perkemi Kota Kupang, Jefry Edward Pelt, S.H., menyampaikan bahwa kontingen dijadwalkan bertolak dari Kupang pada 7 Oktober dan kembali pada 12 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, pembinaan olahraga kempo di Kota Kupang terus menunjukkan perkembangan positif.

Saat ini terdapat 23 dojo Perkemi yang mengikuti kejuaraan lokal Bupati Cup, dengan 20 dojo di antaranya berasal dari Kota Kupang.

Menurut Jefry, perkembangan tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat regenerasi atlet dan menjaga kesinambungan prestasi kempo di Kota Kupang.

Keikutsertaan 31 atlet dalam Badung Cup 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang mengukur kemampuan, tetapi juga momentum untuk membangkitkan kembali kejayaan kempo Kota Kupang di panggung nasional.

Dengan bekal pembinaan, dukungan pemerintah dan semangat juang para atlet, kontingen Kota Kupang diharapkan mampu tampil maksimal serta membawa pulang prestasi yang membanggakan masyarakat. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.