BPDAS Benain Noelmina Satukan Tokoh Kunci di Perbatasan, Samakan Persepsi dan Perkuat Pengelolaan DAS Lintas Negara

oleh -91 Dilihat
Kepala BPDAS Benain Noelmina, Klodufus Tuames Paparkan Materi bagi Stackholder di Kabupaten Belu dan Malaka. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Kepala BPDAS Benain Noelmina, Klodufus Tuames atau yang akrab disapa Dolfus Tuames, terus mendorong penguatan sinergi lintas sektor dalam pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) lintas batas negara Indonesia-Timor Leste. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan pembekalan kepada para tokoh kunci di Kabupaten Belu dan Kabupaten Malaka.

Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Joint Forestry Working Group (JFWG) Provinsi NTT, Dolfus menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dan frekuensi berpikir seluruh pemangku kepentingan. Dengan demikian, ke depan langkah yang diambil dapat berjalan seirama dan terkoordinasi dengan baik.

“Pengelolaan DAS lintas negara membutuhkan kolaborasi semua pihak. Karena itu, penting untuk menyatukan cara pandang agar setiap kebijakan dan tindakan di lapangan saling mendukung,” ujarnya dalam kegiatan tersebut di Kabupaten Belu pada Jumat, 29 Mei 2026.

Peserta pembekalan terdiri dari berbagai unsur strategis, mulai dari pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), kepala Pos Lintas Batas Negara (PLBN), camat, kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, lembaga swadaya masyarakat (LSM), hingga gugus tugas komunitas.

Keterlibatan lintas elemen ini dinilai penting mengingat pengelolaan DAS tidak hanya menyangkut aspek lingkungan, tetapi juga sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan.

Menurut Dolfus, wilayah DAS lintas batas memiliki tantangan tersendiri, termasuk koordinasi antarnegara, tekanan terhadap lingkungan, serta kebutuhan pembangunan masyarakat setempat. Oleh karena itu, pendekatan kolaboratif dan berkelanjutan menjadi kunci utama.

Ia juga menekankan bahwa tanggung jawab menjaga lingkungan merupakan tugas bersama. “Bumi ini hanya satu, dan tanggung jawab merawatnya ada pada kita semua. Karena itu, mari kita bergerak bersama menjaga kelestarian DAS demi generasi mendatang,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun komitmen bersama dari seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga keberlanjutan DAS lintas negara, sekaligus memperkuat kerja sama antara Indonesia dan Timor Leste dalam pengelolaan sumber daya alam di wilayah perbatasan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.