Bukan Sekadar Cari Juara! 75 Siswa SD/MI Kupang Unjuk Cerita, Pemkot Tanamkan Budaya Literasi Sejak Dini

oleh -68 Dilihat
Sekda Kota Kupang Buka Acara Lomba Bertutur di Rujab Wali Kota Kupang pada Selasa, 11 Agustus 2026. (Foto Prokompim Kota Kupang)

Suarantt.id, Kupang-Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Kupang terus mendorong budaya literasi sejak usia dini. Salah satunya melalui Lomba Bertutur bagi siswa-siswi Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) sederajat tingkat Kota Kupang Tahun 2026.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, Selasa (11/8/2026) hingga Kamis (13/8/2026), dipusatkan di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang. Sebanyak 75 siswa kelas IV dan V SD/MI, baik negeri maupun swasta, ambil bagian dalam ajang tersebut.

Pembukaan lomba dilakukan oleh Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jefry Edward Pelt, yang hadir mewakili Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo.

Turut hadir Bunda Literasi Kota Kupang, Ny. Widya Christian Widodo, Ketua Dharma Wanita Kota Kupang Elisa Pelt-Lumban Tobing, Plt. Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Kupang Frengky Amalo, para kepala perangkat daerah, dewan juri, guru pendamping serta para peserta lomba.

Lomba bertutur tersebut tidak sekadar diarahkan untuk mencari siswa terbaik. Pemerintah Kota Kupang menjadikannya sebagai bagian dari upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM), sekaligus menumbuhkan minat baca dan kecintaan anak-anak terhadap budaya bangsa.

Melalui cerita rakyat, legenda dan kisah kepahlawanan yang dibawakan peserta, anak-anak tidak hanya dilatih membaca dan memahami sebuah cerita, tetapi juga belajar menyampaikan kembali informasi secara baik kepada orang lain.

Sekda Kota Kupang Jefry Edward Pelt menegaskan, esensi lomba bertutur bukan hanya soal siapa yang menjadi juara, melainkan bagaimana kegiatan tersebut menjadi investasi bagi masa depan anak-anak Kota Kupang.

“Lomba literasi ini bukan semata-mata mencari juara. Sesungguhnya kita ingin menginvestasikan bagi anak-anak kita tentang bagaimana cara membaca yang baik, memahami sebuah cerita, dan yang paling penting adalah bagaimana membagikan informasi itu secara baik kepada orang lain,” ujar Jefry.

BACA JUGA:  BI NTT Gelar QRIS Jelajah Indonesia 2025 di Labuan Bajo: Dorong Budaya Digital dan Pariwisata

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk kembali menghidupkan cerita-cerita rakyat daerah yang mulai jarang dikenal oleh generasi muda.

Cerita lokal yang dibawakan para peserta diharapkan dapat memperkaya wawasan sekaligus menanamkan nilai-nilai kehidupan dan karakter positif kepada anak-anak.

Jefry mengatakan, budaya membaca dan kemampuan menyampaikan informasi merupakan bagian penting dalam membentuk generasi muda yang mampu menjadi panutan, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Kupang di bawah kepemimpinan Wali Kota dr. Christian Widodo dan Wakil Wali Kota Serena Francis untuk terus menghadirkan pelayanan yang berpihak kepada masyarakat dengan berpegang pada motto “Memerintah Adalah Melayani.”

Ketua Panitia Lomba Bertutur, Erni A. M. Kelendonu menjelaskan, peserta lomba merupakan siswa kelas IV dan V SD/MI sederajat di wilayah Kota Kupang.

Rangkaian kegiatan telah diawali dengan proses pendaftaran pada 15-17 Juli 2026 di Kantor Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Kupang. Selanjutnya, technical meeting dilaksanakan pada 28 Juli 2026 sebelum peserta tampil dalam lomba selama tiga hari.

Untuk memberikan penghargaan atas keberanian dan prestasi peserta, panitia menyiapkan piala, piagam penghargaan serta uang pembinaan bagi para pemenang.

Seluruh pembiayaan kegiatan bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik Dana Bantuan Pengembangan Program Perpustakaan Daerah Tahun Anggaran 2026.

Pemerintah Kota Kupang berharap Lomba Bertutur tidak berhenti sebagai agenda tahunan semata, tetapi menjadi bagian dari gerakan membangun budaya membaca, kemampuan berkomunikasi dan kecintaan terhadap budaya lokal di kalangan anak-anak.

Sebab, bagi Pemerintah Kota Kupang, membangun budaya literasi sejak dini bukan sekadar mengejar prestasi lomba, tetapi merupakan investasi untuk melahirkan generasi yang mampu membaca, memahami, berpikir dan menyampaikan informasi dengan baik. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.