Suarantt.id, Kupang-Keikutsertaan Kontingen Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Kupang dalam Jambore Nasional XII tidak sekadar menjadi perjalanan mengikuti kegiatan kepramukaan. Sebanyak 48 peserta membawa pulang pengalaman, kemandirian, disiplin, kerja sama, serta mental yang lebih tangguh berkat dukungan penuh Pemerintah Kota Kupang.
Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh peserta dan orang tua saat acara penerimaan Kontingen Jambore Daerah X dan Jambore Nasional XII Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Kupang di Hotel Kristal, Selasa (1/9) malam.
Salah seorang peserta, Gisela Agustav, menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo bersama jajaran Pemerintah Kota Kupang yang telah memberikan dukungan sejak persiapan, keberangkatan hingga kepulangan kontingen.
“Terima kasih kepada Bapak Wali Kota dan Pemerintah Kota Kupang yang sudah mendukung kami dari keberangkatan sampai kembali ke Kota Kupang,” ujar Gisela.
Menurutnya, pengalaman mengikuti Jambore menjadi kesempatan berharga yang tidak mudah diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Selain bertemu teman-teman dari berbagai daerah, para peserta juga belajar menjadi pribadi yang lebih mandiri, disiplin dan mampu bekerja sama.
“Capek pasti, tapi senang sekali. Banyak pengalaman yang tidak bisa kami dapatkan kalau tidak ikut Jambore. Kami juga bertemu banyak teman dari berbagai daerah. Itu pengalaman yang sangat berharga,” tuturnya.
Hal senada disampaikan perwakilan orang tua peserta, Jia Djawas. Ia mengaku bangga anak-anak mendapatkan kesempatan mengikuti Jambore Nasional XII.
“Sebagai orang tua, kami sangat berterima kasih dan bangga karena anak-anak mendapat kesempatan mengikuti Jambore. Ada rasa khawatir karena mereka pergi jauh dan cukup lama, tetapi kami percaya kepada pembina dan pendamping. Puji Tuhan, anak-anak kembali dengan selamat membawa banyak cerita dan pengalaman,” ungkapnya.
Ia menilai manfaat terbesar dari kegiatan tersebut bukan hanya kenangan perjalanan, tetapi pengalaman yang mampu membentuk karakter anak-anak.
“Kami sangat mengapresiasi perhatian Pemerintah Kota Kupang. Bagi kami, yang paling penting anak-anak pulang tidak hanya membawa kenangan, tetapi juga membawa pengalaman dan karakter yang akan menjadi bekal bagi mereka,” tambahnya.
Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo hadir langsung menyambut kepulangan kontingen. Ia bahkan menyempatkan diri makan malam bersama para peserta sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan mereka selama mengikuti Jambore.
“Rasa-rasanya ini dukungan Pemkot yang paling full tahun ini. Mau pergi kita lepas dengan makan bersama, pulang kita sambut dan makan bersama lagi,” ujar Christian.
Dukungan tersebut juga terlihat dari keputusan Wali Kota memberangkatkan seluruh 48 peserta yang mengikuti proses seleksi. Padahal, kuota awal Kontingen Kota Kupang hanya sebanyak 32 orang.
Setelah menerima laporan bahwa terdapat 48 anak yang mengikuti tahapan penjaringan dan menunjukkan semangat tinggi, Christian memutuskan seluruh peserta diberangkatkan.
“Awalnya hanya 32 orang yang akan diberangkatkan. Tetapi setelah saya mendapat laporan bahwa peserta seleksi berjumlah 48 orang, saya memutuskan semuanya ikut. Saya ingin semua anak mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang melalui kegiatan jambore,” ungkapnya.
Selain memberangkatkan seluruh peserta, Christian juga memberikan tambahan dana rekreasi secara pribadi sebesar Rp10 juta bagi peserta Jambore Nasional XII.
Menurutnya, Jambore merupakan bagian penting dari proses pembentukan karakter generasi muda. Karena itu, pengalaman yang diperoleh selama kegiatan harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Pulang dari sana mungkin kalian lebih lelah. Ada yang mungkin kurang sehat. Tetapi saya yakin hati kalian menjadi lebih kuat, mental lebih tangguh dan pengalaman lebih banyak,” katanya.
Christian meminta para peserta membawa nilai-nilai disiplin, ketangguhan, tanggung jawab dan kerja sama yang diperoleh selama Jambore.
“Jangan selesai hanya di Jambore. Apa yang kalian dapatkan tentang ketangguhan, disiplin dan mental, bawa terus dalam kehidupan sehari-hari,” pesannya.
Ia juga mengapresiasi para peserta karena telah menjaga nama baik Kota Kupang selama berada di luar daerah. Menurutnya, para peserta merupakan representasi Kota Kupang sehingga harus mampu menunjukkan sikap tertib, disiplin dan bertanggung jawab.
Dalam kesempatan tersebut, Christian turut mengajak seluruh peserta dan undangan mengenang Ketua Kwarda Gerakan Pramuka NTT, Peter Manuk, yang telah berpulang.
Atas nama Pemerintah dan masyarakat Kota Kupang, ia menyampaikan duka cita kepada keluarga almarhum serta mengajak generasi muda meneruskan nilai-nilai keteladanan yang telah diwariskan.
“Hidup manusia tidak ditentukan dari seberapa lama ia ada bersama kita, tetapi dari seberapa banyak kebaikan yang ia tinggalkan. Jabatan punya batas waktu, usia punya batas waktu, tetapi keteladanan tidak memiliki batas waktu,” ungkapnya.
Christian kemudian kembali menegaskan bahwa perjalanan Jambore tidak boleh berhenti setelah para peserta kembali ke Kota Kupang.
“Selamat datang kembali. Kalian pulang bukan hanya membawa cerita, tetapi membawa karakter dan pengalaman. Jangan biarkan semuanya berhenti di Jambore. Bawa terus dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.
Dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap Gerakan Pramuka juga diwujudkan melalui alokasi anggaran sebesar Rp400 juta pada 2026. Anggaran tersebut terdiri atas Rp150 juta untuk Jambore Daerah, Rp150 juta untuk Jambore Nasional dan Rp100 juta untuk operasional Kwarcab.
Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Kupang, Wildrian Ronald Otta, S.STP., M.Si., menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Kota Kupang, termasuk kehadiran langsung Wali Kota dalam menyambut kepulangan kontingen.
Menurut Wildrian, dukungan pemerintah menjadi motivasi bagi Kwarcab, pembina dan peserta untuk terus mengembangkan kegiatan kepramukaan di Kota Kupang.
Dukungan tersebut juga akan dilanjutkan melalui rencana pembenahan Bumi Perkemahan Fatubena pada 2027. Pembenahan mencakup penataan pelataran serta penyediaan fasilitas dasar seperti air, toilet dan pagar agar kawasan tersebut lebih nyaman dan representatif untuk kegiatan kepramukaan maupun aktivitas perkemahan masyarakat.
Kawasan tersebut juga diharapkan dapat dikelola secara produktif sehingga memberikan manfaat ekonomi sekaligus berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Kupang.
Acara penerimaan kontingen turut dihadiri para pendamping, jajaran pengurus Kwarcab, Mabigus, pembina, pelatih, orang tua peserta serta sejumlah pimpinan perangkat daerah lingkup Pemerintah Kota Kupang.






