Dari Kampus ke Lapangan, Guru Besar Unimor Didorong Kawal Pembangunan NTT

oleh -895 Dilihat
Inspektur Daerah NTT, Stefanus Halla Mewakili Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena Hadiri Acara Wisuda Unimor pada Jumat, 10 April 2026. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kefamenanu-Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mendorong peran aktif kalangan akademisi, khususnya Guru Besar, untuk terlibat langsung dalam mengawal pembangunan daerah agar lebih terarah, berbasis riset, dan menjawab kebutuhan riil masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Inspektur Daerah NTT, Stefanus Halla, pada acara Pengukuhan Guru Besar Universitas Timor (Unimor) atas nama Prof. Dr. Werenfridus Taena, S.P., M.Si., yang berlangsung di Gedung Bale Biinmafo, Kefamenanu pada Jumat (10/4/2025).

“Atas nama Pemerintah dan masyarakat NTT, kami menyampaikan selamat atas pencapaian akademik tertinggi ini.

Pengukuhan Guru Besar bukan hanya kebanggaan pribadi dan keluarga, tetapi juga menjadi harapan besar bagi kemajuan daerah,” ujar Stefanus membacakan sambutan Gubernur NTT.

Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya dilihat dari pertumbuhan ekonomi atau pembangunan fisik semata, tetapi merupakan proses yang melibatkan perpaduan antara visi politik, kebutuhan masyarakat, serta dasar keilmuan yang kuat. Dalam konteks NTT, tantangan pembangunan memiliki karakteristik tersendiri, mulai dari kondisi geografis kepulauan, kerentanan terhadap perubahan iklim, hingga posisi strategis sebagai wilayah perbatasan negara.

Karena itu, keberadaan Universitas Timor sebagai institusi pendidikan tinggi di Kabupaten Timor Tengah Utara dinilai memiliki peran penting, tidak hanya sebagai pencetak lulusan, tetapi juga sebagai pusat keunggulan (center of excellence) dalam bidang perencanaan pembangunan wilayah.

“Guru Besar memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk menerjemahkan teori pembangunan ke dalam konteks lokal berbasis kearifan lokal. Ini sangat penting agar pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Ia menjelaskan, dalam model pembangunan modern seperti pentahelix, akademisi menjadi salah satu pilar utama selain pemerintah, dunia usaha, masyarakat, dan media. Oleh karena itu, peran Guru Besar sangat strategis dalam memastikan dokumen perencanaan pembangunan daerah, seperti RPJMD, tidak hanya berisi janji politik, tetapi memiliki dasar data dan metodologi yang kuat.

BACA JUGA:  Pemkot Kupang Dukung Penguatan Sarana Pendidikan, Gedung SD Inpres Naimata Segera Diresmikan

Lebih lanjut, posisi geografis Unimor yang berada di wilayah perbatasan dengan Distrik Oecusse, Timor Leste, memberikan nilai strategis tersendiri dalam pengembangan konsep pembangunan berbasis perbatasan. Para akademisi diharapkan mampu merumuskan model pembangunan yang mengubah wilayah perbatasan dari “halaman belakang” menjadi “beranda depan”.

“Ini mencakup integrasi ekonomi lintas batas serta penguatan ketahanan sosial budaya masyarakat perbatasan agar tetap harmonis dan inklusif,” ujarnya.

Selain itu, kepakaran di bidang perencanaan pembangunan wilayah juga dinilai sangat relevan dalam mendukung program prioritas Pemerintah Provinsi NTT, seperti transformasi pendidikan vokasi melalui konsep “One School One Product”.

Pendekatan ini diharapkan mampu mengembangkan potensi unggulan daerah, seperti pengolahan kelor, serta mendukung pengembangan energi terbarukan seperti panas bumi, tenaga surya, dan angin.

Namun demikian, diakui masih terdapat tantangan dalam menjembatani pemikiran akademik dengan implementasi di lapangan. Untuk itu, diperlukan model kolaborasi yang lebih kuat dan berkelanjutan antara perguruan tinggi dan pemerintah.

“Hubungan antara kampus dan pemerintah harus bersifat simbiotik. Kampus menyediakan gagasan dan arah, sementara pemerintah menghadirkan ruang implementasi. Dengan sinergi ini, pembangunan di NTT akan lebih partisipatif, adaptif, dan berkelanjutan,” katanya.

Menutup sambutan tersebut, Pemerintah Provinsi NTT berharap kehadiran Guru Besar di Universitas Timor semakin memperkuat kualitas sumber daya manusia dan menjadi jaminan bahwa pembangunan daerah direncanakan secara matang, dengan visi jangka panjang demi mewujudkan NTT yang maju, sehat, cerdas, sejahtera, dan berkelanjutan.
“Ayo bangun NTT,” tutupnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.