Dari Stadion Oepoi, Johni Asadoma Gaungkan: Bangun NTT Tak Cukup Beton, Harus Bangun Moral!

oleh -28 Dilihat
Wagub NTT Hadiri Kegiatan KKR di GOR Oepoi Kupang. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak bisa hanya bertumpu pada infrastruktur fisik semata. Dari Stadion Oepoi, Kota Kupang, ia menggaungkan pesan tegas: membangun NTT harus dimulai dari pembangunan moral dan spiritual masyarakat.

Penegasan itu disampaikan saat menghadiri kegiatan ‘Saat Teduh Bersama dan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR)’ bersama Ps. Philip Mantofa yang digelar oleh Gereja Mawar Saron (GMS) Kupang, Jumat (7/8/2026) malam. Kegiatan bertema “Yesus Berkat Terbesar di Hidupku” tersebut disambut antusias ribuan masyarakat yang memadati lokasi acara.

Dalam sambutannya, Johni Asadoma menekankan bahwa pembangunan sejati tidak hanya diukur dari jalan yang dibangun, gedung yang berdiri, atau pertumbuhan ekonomi yang meningkat. Lebih dari itu, menurutnya, pembangunan harus menyentuh aspek karakter, moral, dan spiritual masyarakat.

“Bangun NTT tidak cukup hanya dengan beton. Kita butuh membangun manusia dari dalam—karakter, moral, dan spiritualnya. Di situlah fondasi kemajuan yang sesungguhnya,” tegasnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada gereja dan lembaga keagamaan yang selama ini berperan aktif dalam membentuk kualitas sumber daya manusia di NTT. Menurutnya, iman yang kuat akan melahirkan pribadi-pribadi yang jujur, bertanggung jawab, dan memiliki kepedulian sosial.

“Ketika masyarakat memiliki iman yang kuat, akan lahir generasi yang jujur, pekerja keras, dan peduli terhadap sesama. Ini adalah modal utama membangun NTT,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wagub Johni menyebut gereja sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong percepatan pembangunan daerah. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah dan lembaga keagamaan sangat penting, terutama dalam mengatasi berbagai persoalan sosial seperti stunting dan kemiskinan.

“Gereja bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga kekuatan sosial yang mampu membantu pemerintah dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat. Kita perlu bersinergi untuk mempercepat pembangunan,” katanya.

BACA JUGA:  LKPJ 2025: Gubernur NTT Sebut IPM Naik, Kemiskinan dan Pengangguran Turun

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak masyarakat untuk menjadi “terang” dengan menghadirkan nilai-nilai kasih, kejujuran, dan pengharapan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, iman harus diwujudkan dalam tindakan nyata di tengah masyarakat.

“Menjadi terang berarti menghadirkan kasih di tengah kebencian, kejujuran di tengah godaan, dan semangat melayani dalam kehidupan bermasyarakat. Ini nilai-nilai yang harus kita hidupkan bersama,” ujarnya.

Tak hanya itu, Johni Asadoma juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan toleransi sebagai kekuatan utama NTT. Ia menegaskan bahwa keberagaman yang dimiliki daerah ini merupakan aset besar yang harus terus dirawat.

“NTT dikenal sebagai Nusa Terindah Toleransinya. Jika kita menjaga kerukunan, maka pendidikan akan maju, ekonomi bertumbuh, dan kesejahteraan masyarakat akan semakin nyata,” tambahnya.

Menutup sambutannya, Wagub Johni menyampaikan apresiasi kepada Ps. Philip Mantofa dan seluruh pengurus Gereja Mawar Saron Kupang atas terselenggaranya kegiatan KKR tersebut. Ia menilai tingginya antusiasme masyarakat menjadi bukti bahwa kegiatan kerohanian memiliki peran penting dalam membangun karakter dan memperkuat iman masyarakat.

Melalui momentum tersebut, Pemerintah Provinsi NTT berharap nilai-nilai kebersamaan, kasih, dan toleransi yang dibangun dapat terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari upaya bersama membangun NTT yang lebih maju, sehat, cerdas, dan sejahtera. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.