Di Balik Tenda Pengungsian Gempa Sikka, Tiga Lansia Sakit Menanti Sentuhan Layanan Kesehatan

oleh -69 Dilihat
Anggota DPRD NTT dari Fraksi PSI, Marianus Manis Serahkan Bantuan kepada Warga Terdampak Gempa di Maumere NTT pada Selasa, 18 Agustus 2026. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Maumere-Di balik tenda-tenda darurat yang menjadi tempat bertahan warga terdampak gempa bumi di Kabupaten Sikka, tersimpan kondisi memprihatinkan. Tiga warga lanjut usia (lansia) yang sedang sakit masih harus tidur dan menjalani hari-hari mereka dalam keterbatasan tanpa mendapatkan penanganan medis secara maksimal.

Kondisi tersebut ditemukan Anggota DPRD Provinsi NTT dari Fraksi PSI, Marinus Manis, saat turun langsung menemui warga terdampak gempa di Desa Meken Detung, Kecamatan Kangae, Selasa (18/8/2026).

Marinus bersama Tim Relasi Man15 dan DPD PSI Kabupaten Sikka datang untuk menyalurkan bantuan sembako sekaligus melihat langsung kondisi masyarakat yang masih bertahan di tenda-tenda pengungsian.

Namun, kunjungan tersebut justru menemukan persoalan lain yang tidak kalah serius, yakni kondisi kesehatan warga rentan yang membutuhkan perhatian segera.

Tiga lansia yang diketahui sedang sakit yakni Yoseph Jairus, sekitar 65 tahun, Marta Nona, sekitar 70 tahun, dan Yuvita Kasing, sekitar 75 tahun.

Ketiganya berada di posko pengungsian mandiri yang berlokasi di depan rumah Fransesko Finaldi, RT 05, RW 03 Nitun Tadat, Dusun Kangae, Desa Meken Detung, Kecamatan Kangae.

Saat ditemui, ketiga lansia tersebut sedang beristirahat di dalam tenda darurat dengan kondisi seadanya.

Marinus mengatakan, tenaga kesehatan sebelumnya sempat mendatangi lokasi untuk memberikan pelayanan. Namun, petugas kemudian kembali karena situasi masih dipengaruhi gempa susulan.

“Ada warga yang sakit di tenda darurat di Desa Meken Detung, itu tiga orang lansia. Tenaga kesehatan sempat datang, tapi lari pulang karena gempa susulan kemarin,” ujar Politisi PSI NTT ini pada Selasa (18/8/2026) malam.

Menurut Marinus, salah satu lansia memang telah lama mengalami sakit. Namun, kondisi pascagempa yang memaksa warga tinggal dan tidur di tenda darurat membuat kondisi kesehatannya semakin memburuk.

BACA JUGA:  Bukan Sekadar Prestasi, Cintya Tegok Jadikan Platform Puteri Indonesia 2026 untuk Advokasi Pendidikan NTT

“Ada mama tua satunya itu memang sakit sudah lama, tapi dengan kondisi tidur di tenda darurat ini jadi sakit tambah parah. Saat saya tanya tadi, mereka mengaku belum mendapatkan perawatan medis,” katanya.

Atas temuan tersebut, Marinus meminta Puskesmas Waipare segera memberikan pemeriksaan dan pelayanan medis kepada ketiga lansia tersebut.

Ia juga meminta tenaga kesehatan tidak hanya datang sesekali, tetapi terus memantau kondisi masyarakat yang masih bertahan di tenda-tenda darurat, terutama kelompok rentan seperti lansia, bayi, balita dan ibu hamil.

“Saya berharap teman-teman tenaga kesehatan untuk terus memperhatikan kondisi kesehatan warga Desa Meken Detung khususnya dan warga Kangae umumnya yang sampai saat ini masih bertahan di tenda-tenda darurat,” pintanya.

Bantuan Disalurkan ke 16 Titik Pengungsian

Dalam kunjungan tersebut, Marinus bersama Tim Relasi Man15 dan DPD PSI Kabupaten Sikka juga membawa bantuan sembako bagi masyarakat terdampak gempa.

Bantuan kemudian didistribusikan ke 16 titik pengungsian yang menjadi lokasi warga terdampak.

Marinus menegaskan, penyaluran bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap masyarakat yang tengah menghadapi masa sulit akibat bencana.

“Ini adalah kepedulian kita terhadap para korban bencana. Tapi saat kita turun ke lapangan, kita temukan ada tiga lansia yang sementara sakit, jadi saya minta teman-teman tenaga kesehatan untuk segera menindaklanjuti,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran di lokasi pengungsian bukan sekadar menyerahkan bantuan sembako. Lebih dari itu, kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung kebutuhan dan persoalan yang dihadapi masyarakat pascagempa.

Di tengah kondisi masyarakat yang masih diliputi kekhawatiran akibat gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo pada Sabtu (15/8/2026), perhatian terhadap kebutuhan kesehatan menjadi hal yang sangat penting.

BACA JUGA:  Pemkot Kupang Jadwalkan Pelantikan Eselon II dan Kepala Sekolah Usai Idulfitri 2026

Marinus menilai bantuan pangan memang dibutuhkan, tetapi pelayanan kesehatan bagi warga yang tinggal di tenda darurat tidak boleh diabaikan.

Apresiasi Tenaga Kesehatan

Di sisi lain, Marinus menyampaikan apresiasi kepada tenaga kesehatan di Kabupaten Sikka, khususnya petugas Puskesmas Waipare, yang terus berupaya memberikan pelayanan kepada masyarakat terdampak bencana.

Ia berharap pelayanan kesehatan tetap menjadi perhatian utama pemerintah, terutama bagi warga yang masih tinggal di tenda darurat dan rentan mengalami gangguan kesehatan akibat kondisi lingkungan serta keterbatasan tempat tinggal.

“Saya memberikan apresiasi untuk teman-teman tenaga kesehatan di Kabupaten Sikka yang terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya para korban gempa bumi,” katanya.

Marinus juga meminta tenaga kesehatan memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan.

“Saya juga berharap teman-teman tenaga kesehatan khusus memperhatikan bayi balita, ibu hamil dan lansia yang saat ini ada di tenda-tenda pengungsian,” pungkasnya.

Ia menegaskan, penanganan pascabencana tidak boleh berhenti pada distribusi makanan dan kebutuhan dasar. Pemerintah juga harus memastikan warga yang masih bertahan di tenda-tenda darurat mendapatkan akses kesehatan yang layak.

Kondisi tiga lansia di Desa Meken Detung menjadi gambaran bahwa setelah bencana, kebutuhan masyarakat jauh lebih kompleks. Di tengah keterbatasan tempat tinggal dan ancaman gempa susulan, kelompok rentan membutuhkan pendampingan serta pelayanan kesehatan yang berkelanjutan.

Marinus pun menegaskan komitmennya untuk terus hadir bersama masyarakat terdampak.

Menurutnya, ketika masyarakat berada dalam situasi sulit, seluruh pihak harus hadir, peduli dan bergerak bersama agar tidak ada korban bencana yang merasa ditinggalkan dalam masa pemulihan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.