Suarantt.id, Kupang-Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI), Sjafrie Sjamsoeddin, berbagi kisah dan pengalaman semasa bertugas di Timor Timur saat memberikan sambutan pada acara pelantikan dan pengukuhan Fernando Soares sebagai Ketua Umum UNTAS Pusat.
Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Harper Kupang dan dihadiri para pengurus UNTAS, tokoh masyarakat, serta para pejuang eks Timor Timur pada Kamis, 22 Januari 2026.
Dalam sambutannya, Menhan Sjafrie menegaskan bahwa kehadirannya pada acara tersebut bukan semata sebagai pejabat negara, melainkan sebagai sesama rekan seperjuangan yang memiliki ikatan sejarah dan emosional yang kuat dengan Timor Timur.
“Saya tidak berbicara sebagai Menteri Pertahanan, tetapi sebagai teman seperjuangan. Kita semua yang hadir di sini adalah saksi hidup dan pelaku sejarah,” ujar Sjafrie.
Ia mengenang masa-masa awal integrasi Timor Timur ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang ditetapkan melalui Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1976. Menurutnya, perjalanan sejarah tersebut penuh tantangan dan pengorbanan, namun menjadi bagian penting dalam memperkuat persatuan bangsa.
Menhan Sjafrie juga mengungkapkan rasa syukur karena dapat kembali berkumpul dengan rekan-rekan lama yang pernah berjuang bersama di medan tugas. Ia menyebut momen tersebut sebagai ajang silaturahmi yang sarat kenangan, setelah puluhan tahun terpisah oleh waktu dan jarak.
“Kita dulu tidak tahu apakah bisa berdiri sehat seperti hari ini. Tapi hari ini kita bisa berkumpul, bernostalgia, dan bersyukur,” katanya.
Pada kesempatan itu, Sjafrie turut menekankan pentingnya peran generasi muda, khususnya putra-putri asal Timor Timur, dalam membangun masa depan bangsa. Ia menyampaikan komitmen Kementerian Pertahanan untuk membuka peluang seluas-luasnya bagi anak-anak pejuang Timor Timur untuk menempuh pendidikan di Universitas Pertahanan (Unhan) melalui jalur beasiswa.
“Generasi muda adalah sokoguru masa depan bangsa. Kita harus memberi mereka kesempatan, baik di bidang pendidikan maupun pengabdian kepada negara,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa Universitas Pertahanan didirikan untuk mencetak sumber daya manusia yang disiplin, berprestasi, dan memiliki cinta tanah air yang kuat. Menurutnya, peluang tersebut harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh generasi muda asal Timor Timur agar dapat berkontribusi bagi Indonesia, baik di sektor militer maupun sipil.
Menhan Sjafrie juga mengapresiasi kepemimpinan Fernando Soares sebagai Ketua Umum UNTAS Pusat yang dinilainya mampu membawa semangat baru dengan melibatkan generasi muda. Ia berharap UNTAS ke depan dapat terus menjadi wadah pemersatu dan kontributor aktif dalam pembangunan bangsa.
“Kita tidak perlu terus melihat ke belakang. Yang terpenting adalah menatap ke depan, membangun bangsa, dan memperkuat NKRI,” pungkasnya.
Acara pelantikan tersebut berlangsung khidmat dan penuh nuansa kebersamaan, mencerminkan kuatnya ikatan sejarah dan semangat persatuan di antara keluarga besar UNTAS. ***






