Didukung Pemerintah Pusat, Kota Kupang Siap Jadi Percontohan Pengelolaan Sampah di NTT

oleh -421 Dilihat
Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo Pose Bersama Direktur Mitigasi Perubahan Iklim Haruki Agustina di Ruang Kerja Wali Kota Kupang pada Rabu, 8 April 2026. (Foto Prokompim Kota Kupang)

Suarantt.id, Kupang-Pemerintah Kota Kupang mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat untuk menjadi daerah percontohan dalam pengelolaan sampah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi antara Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, dengan Direktur Mitigasi Perubahan Iklim, Haruki Agustina, di ruang kerja Wali Kota Kupang pada Rabu (8/4/26).

Dalam pertemuan tersebut, Haruki menyampaikan apresiasi atas langkah progresif Pemkot Kupang dalam membenahi sistem pengelolaan sampah.

Menurutnya, sebagai ibu kota provinsi, Kota Kupang memiliki posisi strategis untuk menjadi contoh bagi daerah lain di NTT.

“Saya melihat ada komitmen yang kuat di Kota Kupang. Kupang seharusnya menjadi contoh, dan kami ingin ada satu daerah di NTT yang bisa menjadi role model. Kota Kupang punya potensi itu,” ujarnya.

Dukungan pemerintah pusat didasarkan pada capaian pengelolaan sampah Kota Kupang yang menunjukkan peningkatan signifikan, dari 41,93 menjadi 50,8. Meski masih dalam kategori pembinaan, tren tersebut dinilai sebagai sinyal positif menuju peningkatan yang lebih besar.

Pemerintah pusat pun menargetkan peningkatan yang lebih ambisius, bahkan mendorong kenaikan hingga 15 poin agar melampaui target minimal nasional. Untuk itu, Kementerian Lingkungan Hidup siap memberikan pendampingan, mulai dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan sistem penyuluhan, hingga mendorong kolaborasi dengan sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Salah satu strategi yang akan dikembangkan adalah pilot project pengelolaan sampah terpadu berbasis kecamatan dengan konsep zero waste. Program ini dirancang melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN seperti Pertamina dan PLN, dalam pengolahan sampah menjadi energi dan produk bernilai ekonomi.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan kesiapan penuh pemerintah daerah untuk menjawab tantangan tersebut. Ia menyebut, Pemkot Kupang tengah membangun sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir.

BACA JUGA:  Debora Lende Penuhi Permintaan Keterangan Kejari Sumba Barat, Bantah Tuduhan Terlibat Korupsi Dana BOS

“Kami sadar ini bukan pekerjaan instan. Tapi kami punya komitmen kuat. Kami mulai dari nol dengan roadmap yang jelas, dari hulu ke hilir,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, Kota Kupang saat ini memproduksi sekitar 267 ton sampah per hari. Untuk mengatasi hal tersebut, Pemkot merancang sistem pengelolaan berbasis wilayah, dengan target setiap kecamatan memiliki Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). Dengan sistem ini, hanya residu yang akan dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Target kami hanya 15 persen residu yang masuk ke TPA. Kami tidak ingin lagi hanya memindahkan sampah, tetapi harus ada pengolahan,” jelasnya.

Berbagai inovasi juga telah dilakukan, seperti pembentukan Satgas Penanganan Sampah, pengaturan jam buang sampah, penyediaan ratusan kontainer, hingga lomba kebersihan antar kelurahan dengan insentif program mencapai Rp1 miliar.

Meski demikian, Wali Kota mengakui bahwa tantangan terbesar terletak pada perubahan perilaku masyarakat. Edukasi terus dilakukan melalui berbagai lini, mulai dari sekolah, gereja hingga tingkat RT.

“Perubahan kebiasaan memang tidak mudah, tapi kami tidak akan berhenti melakukan edukasi,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Mitigasi Perubahan Iklim menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah sangat bergantung pada partisipasi masyarakat yang didukung sistem layanan yang konsisten.

Pemerintah pusat pun mendorong pelibatan tenaga penyuluh lintas sektor untuk memperkuat edukasi pemilahan sampah dari sumber.

Pertemuan tersebut ditutup dengan kesepakatan untuk memperkuat koordinasi dan pendampingan berkelanjutan antara pemerintah pusat dan daerah, termasuk pemantauan progres secara berkala.

Dengan sinergi yang semakin kuat, Kota Kupang dinilai berada di jalur yang tepat untuk menjadi kota percontohan pengelolaan sampah di NTT, bahkan berpotensi menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.