Dua Tahun Mengemban Amanat Rakyat, Ahmad Talib: Terima Kasih Basodara, Perjuangan Belum Selesai

oleh -15 Dilihat
Anggota DPRD Kota Kupang, Ahmad Talib. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Genap dua tahun menjalankan amanat sebagai wakil rakyat, Ahmad Talib menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan kepada masyarakat Kota Kupang, khususnya warga Daerah Pemilihan Kota Raja-Kota Lama yang telah memberikan kepercayaan kepadanya.

Dua tahun perjalanan sebagai wakil rakyat menjadi momentum bagi Ahmad Talib untuk melihat kembali perjalanan pengabdian yang telah dilalui sekaligus menatap tiga tahun masa jabatan yang masih tersisa.

“Atas nama pribadi saya menyampaikan banyak limpah terima kasih kepada Bapak/Ibu, basodara, keluarga dan seluruh sahabat dan teman-teman,” ujar Ahmad Talib kepada wartawan pada Rabu, 26 Agustus 2026.

Menurutnya, menjadi wakil rakyat bukan sekadar sebuah jabatan, tetapi merupakan amanat yang diberikan masyarakat untuk memperjuangkan kepentingan dan kebutuhan mereka.

Karena itu, setiap aspirasi masyarakat menjadi bagian penting dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat. Ia menyadari, dalam dua tahun perjalanan tersebut masih terdapat harapan masyarakat yang belum dapat direalisasikan.

“Mungkin ada yang belum bisa terealisasi atau harapan masyarakat yang belum bisa terpenuhi, maka mohon dimaafkan,” katanya.

Ahmad Talib berharap, tiga tahun masa pengabdian yang masih tersisa dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk terus memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Ia berkomitmen untuk terus mengawal berbagai program pemerintah agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Kupang, khususnya masyarakat di daerah pemilihannya.

“Semoga sisa tiga tahun ini saya bisa berjuang untuk terus mengawal program-program pemerintah untuk masyarakat Kota Kupang,” ujarnya.

Terbuka untuk Kritik dan Masukan

Bagi Ahmad Talib, menjadi wakil rakyat berarti harus bersedia mendengar suara masyarakat, termasuk kritik terhadap kinerja dan berbagai hal yang dinilai belum berjalan sesuai harapan.

BACA JUGA:  Mayana Sandra, Putri Tari NTT 2024: Menari dengan Hati, Menginspirasi Negeri

Ia menegaskan dirinya terbuka terhadap kritik maupun masukan dari masyarakat, selama hal tersebut berkaitan dengan kepentingan bersama.

“Saya sebagai wakil rakyat sangat siap untuk dikritik atau menerima masukan dari masyarakat terkait hal-hal yang menjadi kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Menurut dia, kritik bukan sesuatu yang harus dihindari. Sebaliknya, kritik merupakan masukan penting bagi seorang wakil rakyat untuk melakukan evaluasi dan memperbaiki kekurangan dalam menjalankan amanat masyarakat.

“Kritikan adalah sebuah masukan yang harus kita terima sebagai wakil rakyat,” katanya.

Ahmad Talib juga menekankan pentingnya keterbukaan dan kejujuran dalam berkomunikasi dengan masyarakat. Menurutnya, seorang wakil rakyat harus mampu menyampaikan secara jujur apa yang dapat diperjuangkan dan apa yang berada di luar kemampuannya.

“Yang kita bisa lakukan, kita harus berkata jujur. Apa yang kita tidak bisa lakukan, kita juga harus terbuka kepada masyarakat,” ujarnya.

Dua tahun perjalanan tersebut menjadi pengingat bagi Ahmad Talib bahwa kepercayaan masyarakat merupakan tanggung jawab yang harus terus dijaga. Dengan tiga tahun masa jabatan yang masih terbentang, ia memilih untuk tidak berhenti pada capaian yang telah ada, tetapi terus membuka ruang dialog dan mengawal kepentingan masyarakat.

Bagi masyarakat Kota Kupang, khususnya warga Kota Raja–Kota Lama, pesan Ahmad Talib menjadi penegasan bahwa perjalanan sebagai wakil rakyat masih panjang. Aspirasi, kritik, dan masukan masyarakat akan tetap menjadi bagian dari proses pengabdiannya hingga akhir masa jabatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.