Kunjungan Jokowi ke NTT Disambut Sukacita, Jejak Kepemimpinan Tetap Membekas

oleh -245 Dilihat
Kunjungan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) ke Nusa Tenggara Timur Selama Tiga Hari. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Kedatangan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), ke Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2026 disambut dengan penuh sukacita oleh masyarakat. Kunjungan tersebut tidak hanya menjadi agenda silaturahmi, tetapi juga menghadiri undangan masyarakat serta mengikuti sejumlah kegiatan, seperti Car Free Day (CFD) di Jalan Eltari Kupang dan Karnaval Gajah di Kota Kupang.

Ketua DPD PSI Kabupaten Rote Ndao yang juga Anggota DPRD Provinsi NTT Fraksi PSI menyampaikan bahwa kehadiran Jokowi di NTT selalu memiliki makna tersendiri bagi masyarakat. Menurutnya, bagi warga NTT, seorang pemimpin tidak hanya diukur dari kata-kata, tetapi dari kehadiran nyata, perhatian, dan hasil kerja yang dirasakan langsung.

“Pak Jokowi mungkin sudah tidak lagi menjabat sebagai Presiden, tetapi jejak kepemimpinannya masih membekas di hati masyarakat. Banyak yang mengingat pembangunan infrastruktur, perhatian terhadap daerah tertinggal, hingga kedekatan beliau dengan rakyat,” ujarnya.

Ia menambahkan, antusiasme masyarakat dalam menyambut Jokowi menunjukkan adanya ikatan emosional yang telah terbangun selama bertahun-tahun. Kehadiran Jokowi di berbagai daerah di NTT pada masa kepemimpinannya dinilai meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat.

Terkait anggapan bahwa kunjungan tersebut bermuatan politik, ia menegaskan bahwa masyarakat NTT memiliki penilaian yang objektif. “Masyarakat NTT bukan masyarakat yang mudah dibohongi. Mereka bisa membedakan mana kepentingan politik dan mana bentuk penghormatan yang lahir dari hubungan emosional antara rakyat dan pemimpinnya,” tegasnya.

Menurutnya, kedatangan Jokowi ke NTT bukan sekadar kunjungan biasa dari seorang mantan presiden, melainkan bentuk hubungan yang telah terjalin antara pemimpin dan masyarakat. NTT yang selama ini dikenal sebagai daerah yang jauh dari pusat kekuasaan, merasa diperhatikan dan didengar saat Jokowi aktif memimpin Indonesia.

BACA JUGA:  Warga Tiga Desa di NTT Minta Sengketa Tanah Kawasan Industri Bolok Segera Diselesaikan

“Kerendahan hati beliau terlihat dari cara beliau hadir di tengah masyarakat, menyapa dengan sederhana, dan mendengarkan langsung persoalan rakyat. Itu yang membuat beliau tetap dikenang,” tambahnya.

Ia menilai, jabatan seorang pemimpin memang bisa berakhir, tetapi ketulusan dan jejak pengabdian akan selalu hidup dalam ingatan masyarakat. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika setiap kunjungan Jokowi ke NTT selalu mendapat sambutan hangat.

“Seorang pemimpin bisa berhenti dari jabatannya, tetapi belum tentu berhenti dari ingatan rakyat. Itulah Pak Jokowi bagi sebagian masyarakat NTT,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.