Duka Flores di Tengah HUT RI ke-81, Wali Kota dan Wawali Kupang Kompak Kenakan Busana Adat Hitam

oleh -52 Dilihat
Wali Kota Didampingi Wawali dan Sekda Kota Kupang Pose Bersama Paskibraka 2026 di Kantor Wali Kota Kupang pada Senin,17 Agustus 2026. (Foto Prokompim Kota Kupang)

Suarantt.id, Kupang-Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Kupang pada Senin (17/8/2026), berlangsung dalam suasana khidmat. Di tengah momentum perayaan kemerdekaan, Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo dan Wakil Wali Kota Kupang Serena Cosgrova Francis menunjukkan solidaritas kepada masyarakat Flores yang tengah dilanda bencana gempa bumi.

Keduanya kompak mengenakan busana adat berwarna hitam saat mengikuti Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia tingkat Kota Kupang di Lapangan Upacara Kantor Wali Kota Kupang.

Wali Kota Christian Widodo mengenakan pakaian adat Manggarai dengan warna dasar hitam. Sementara itu, Wakil Wali Kota Serena Cosgrova Francis mengenakan kain adat Sikka yang juga didominasi warna hitam.

Pilihan busana tersebut bukan sekadar bentuk penghormatan terhadap kekayaan budaya Nusa Tenggara Timur, tetapi juga menjadi simbol duka dan solidaritas Pemerintah Kota Kupang terhadap masyarakat Flores yang terdampak gempa bumi.

Usai upacara, Wali Kota Christian menjelaskan bahwa busana adat yang dikenakannya bersama Wakil Wali Kota sengaja dipilih untuk menyampaikan pesan kepedulian kepada masyarakat Flores.

“Hari ini saya mengenakan pakaian adat Manggarai, sedangkan Ibu Wakil Wali Kota mengenakan kain adat Sikka. Ini bentuk kepedulian dan dukungan kami kepada saudara-saudara kita di Flores yang terdampak gempa bumi,” jelasnya.

Menurut Christian, warna hitam yang dikenakan keduanya juga memiliki makna khusus sebagai bentuk belasungkawa bagi para korban yang meninggal dunia akibat bencana tersebut.

“Warna hitam ini adalah bentuk belasungkawa kita. Kita ingin menyampaikan bahwa masyarakat Flores tidak sendiri. Ada duka yang kita rasakan bersama, dan Pemerintah serta masyarakat Kota Kupang berdiri bersama saudara-saudara kita yang sedang menghadapi bencana,” ujarnya.

BACA JUGA:  Belajar dari Jatim, DPRD NTT Siapkan Ranperda Kesehatan Jiwa yang Terintegrasi dan Humanis

Pesan duka tersebut juga disampaikan Christian dalam amanat upacara. Ia menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada para korban gempa bumi dan keluarga yang ditinggalkan.

“Atas nama Pemerintah dan masyarakat Kota Kupang, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada para korban dan keluarga yang ditinggalkan. Kita mendoakan saudara-saudari kita yang terdampak agar diberi kekuatan, keselamatan dan ketabahan,” tuturnya.

Christian menegaskan, peringatan kemerdekaan tidak hanya dimaknai melalui upacara dan perayaan, tetapi juga melalui kepedulian terhadap sesama, terutama ketika masyarakat sedang menghadapi kesulitan.

“Mari kita tunjukkan bahwa kemerdekaan juga memiliki wajah kemanusiaan. Kita tidak boleh membiarkan saudara kita menghadapi kesulitan seorang diri,” tegasnya.

Dalam amanatnya, Wali Kota juga mengajak masyarakat memaknai kemerdekaan sebagai amanah yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Kemerdekaan, katanya, harus dirasakan masyarakat melalui pendidikan yang lebih baik, layanan kesehatan yang mudah dijangkau, kesempatan ekonomi, pemerintahan yang cepat dan adil, serta kehidupan yang aman dan bermartabat.

“Dulu para pahlawan berjuang merebut kemerdekaan. Tugas kita hari ini adalah memastikan kemerdekaan itu benar-benar dirasakan rakyat,” tegasnya.

Ia menambahkan, pembangunan Kota Kupang tidak cukup hanya diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga harus berorientasi pada pembangunan manusia yang sehat, terdidik, terampil dan berkarakter.

“Sebab pada akhirnya kemajuan sebuah kota bukan hanya terlihat dari apa yang dibangun, tetapi dari kualitas manusia yang tumbuh di dalamnya,” katanya.

Selain menyampaikan pesan solidaritas untuk Flores, Christian juga mengapresiasi Paskibraka Kota Kupang yang telah menjalankan tugas dengan baik. Ia berpesan agar disiplin, kerja keras dan kebersamaan selama menjalani latihan dapat menjadi bekal dalam kehidupan.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota turut menyinggung langkah Pemerintah Kota Kupang dalam merespons persoalan kelangkaan dan tingginya harga minyak tanah dalam beberapa hari terakhir. Pemerintah Kota Kupang, katanya, turun langsung memastikan distribusi berjalan baik dan masyarakat di sekitar pangkalan memperoleh pelayanan.

BACA JUGA:  PEKEN Jasindo Hadir di Kupang, Perkuat Akses Pendidikan Inklusif bagi Difabel dan Generasi Muda

Pemkot juga berupaya mencegah praktik penimbunan maupun pembelian berlebihan untuk kemudian dijual kembali dengan harga lebih tinggi. Koordinasi untuk mengupayakan penambahan kuota minyak tanah juga terus dilakukan.

“Pesannya sederhana, kebutuhan rakyat harus didahulukan. Negara harus hadir untuk memudahkan rakyat, bukan membuat rakyat semakin sulit,” tegas Christian.

Pada momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Pemkot Kupang juga menghadirkan program Bapenda Merah Putih berupa pengurangan denda Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebesar 25 hingga 75 persen bagi masyarakat yang memiliki tunggakan sesuai tahun tunggakan. Program tersebut berlaku dari 1 hingga 31 Agustus 2026.

Christian mengajak masyarakat memanfaatkan program tersebut sebagai bagian dari semangat gotong royong dalam membangun daerah.

“Pemerintah wajib mengelolanya secara transparan dan bertanggung jawab. Masyarakat mengambil bagian dengan memenuhi kewajibannya. Dari sinilah kemandirian daerah kita dibangun,” jelasnya.

Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Kota Kupang tersebut diikuti jajaran Pemerintah Kota Kupang, Forkopimda, TNI dan Polri, instansi vertikal, veteran pejuang kemerdekaan, tokoh agama dan tokoh masyarakat, perangkat daerah, camat dan lurah, ASN, kepala sekolah, guru, serta pelajar.

Turut hadir Wakil Wali Kota Kupang Serena Cosgrova Francis, Sekretaris Daerah Kota Kupang Jeffry Edward Pelt, Ketua dan anggota DPRD Kota Kupang, Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, pimpinan partai politik, TP PKK dan Dekranasda Kota Kupang, Dharma Wanita Persatuan, KPU dan Bawaslu Kota Kupang, PGRI, Forum Bela Negara, pimpinan RSUD dan perusahaan umum daerah, serta para kepala sekolah dan siswa-siswi SD, SMP dan MTs se-Kota Kupang.

Bagi Pemerintah Kota Kupang, momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI tahun ini menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan tidak berhenti pada seremoni. Di tengah duka yang melanda masyarakat Flores, kemerdekaan juga diwujudkan melalui solidaritas, kepedulian dan keberpihakan kepada sesama yang sedang menghadapi bencana.

BACA JUGA:  Wali Kota Kupang Bersama Tim SIAP SIAGA NTT, Bahas Penguatan Penanggulangan Bencana

Christian menegaskan, kemerdekaan harus diterjemahkan menjadi kerja dan pelayanan nyata bagi masyarakat.

“Bagi ASN, kemerdekaan berarti bekerja dengan integritas dan melayani dengan sungguh-sungguh. Bagi dunia usaha, kemerdekaan berarti membuka kesempatan dan menciptakan lapangan kerja. Bagi masyarakat, kemerdekaan berarti ikut menjaga ketertiban, membayar pajak, menjaga lingkungan dan mengambil bagian dalam pembangunan. Dan bagi kita semua, kemerdekaan berarti menjaga persatuan dan kepedulian,” pungkasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.