Expo Panggilan Kota Kupang Resmi Digelar, Ruang Refleksi Iman bagi Generasi Muda

oleh -389 Dilihat
Kegiatan Expo Panggilan ke-3 Komunitas Hidup Bakti se-Kota Kupang reysmi Digelar di Lapangan Paroki Santo Fransiskus dari Asisi Kolhua pada Rabu, 29 April 2026. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Expo Panggilan ke-3 Komunitas Hidup Bakti se-Kota Kupang resmi digelar di Lapangan Paroki Santo Fransiskus dari Asisi Kolhua pada Rabu (29/4/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang refleksi iman bagi generasi muda untuk menemukan makna dan arah panggilan hidup di tengah derasnya arus digital.

Mengusung tema “Mendengarkan Suara Tuhan di Tengah Arus Media Digital,” expo yang berlangsung selama lima hari ini menghadirkan beragam kegiatan rohani dan kreatif. Mulai dari tarian CIJ TK Asisi, teater bayangan OMJM, permainan dan kuis interaktif, kegiatan SEKAMI KUB Mario Virgo, talkshow bersama Sr. Patricia CJD, drama dari Komunitas Scholapios+, hingga partisipasi SMAK Giovanni Kupang. Selain itu, juga digelar misa pembukaan Bulan Maria serta kunjungan ke berbagai stan pameran panggilan dari sejumlah tarekat religius.

Dalam sambutan yang mewakili Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kota Kupang, Hengky Malelak, menegaskan pentingnya peran rohaniwan dalam pembangunan kota.

Menurutnya, kehadiran imam, biarawan, dan biarawati tidak hanya memperkuat kehidupan iman umat, tetapi juga berkontribusi dalam bidang pendidikan, pelayanan sosial, serta pembentukan karakter masyarakat.

“Pembangunan kota tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga menyangkut moral, nilai, dan arah hidup manusia,” ujarnya.

Ia berharap Expo Panggilan ini dapat membantu generasi muda menemukan makna hidup yang lebih mendalam, bukan sekadar mengejar pencapaian, tetapi memahami tujuan hidup yang sejati.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Keuskupan Agung Kupang, Romo Erick Kun, yang mewakili Uskup Agung Kupang, menjelaskan bahwa Expo Panggilan merupakan pameran bernuansa rohani yang menghadirkan sukacita Injil serta kekhasan karisma setiap tarekat.

Dia menyoroti tantangan era digital yang kerap membuat manusia kehilangan keheningan batin. “Arus informasi yang begitu deras sering menenggelamkan suara panggilan hidup. Karena itu, kegiatan ini menjadi ruang penting untuk kembali mendengarkan suara Tuhan,” jelasnya.

BACA JUGA:  Kota Kupang Peroleh Predikat "B" Dalam Evaluasi SAKIP

Menurutnya, stan pameran bukan sekadar tempat promosi, melainkan ruang perjumpaan iman yang hidup, di mana para peserta dapat berbagi kesaksian secara terbuka dan bersahabat kepada generasi muda.

Pastor Paroki Kolhua, Romo Longginus Bone, menambahkan bahwa tema kegiatan ini terinspirasi dari pesan mendiang Paus Fransiskus mengenai tantangan dunia digital. Ia menegaskan bahwa panggilan Tuhan hadir secara personal dalam keheningan, bukan dalam kebisingan.

“Di tengah banyaknya suara, hanya satu suara yang sungguh memberi arah hidup,” ungkapnya.

Ketua panitia, Frater Devid Lisu, menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 17 kongregasi serta didukung empat pelaku usaha lokal yang menghadirkan produk kain tenun dan pangan. Tujuan utama expo ini adalah memperkenalkan keberagaman panggilan dalam Gereja Katolik, baik sebagai imam diosesan maupun dalam berbagai tarekat religius.

Dia juga mengungkapkan bahwa evaluasi pelaksanaan sebelumnya menunjukkan hasil positif, termasuk adanya peserta yang akhirnya memutuskan melanjutkan panggilan hidup ke biara setelah mengikuti kegiatan serupa.

Melalui Expo Panggilan ini, diharapkan semakin banyak generasi muda di Kota Kupang yang berani mencari, menemukan, dan menanggapi panggilan hidupnya secara sadar serta penuh keyakinan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.