Festival Budaya Nunbaun Sabu 2025: Ruang Harmoni Budaya, UMKM, dan Kebersamaan Warga

oleh -990 Dilihat
Wali Kota Kupang Belanja Hasil Karya UMKM di Kelurahan Nunbaun Sabu. (Foto Prokompim Kota Kupang)

Suarantt.id, Kupang-Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menghadiri Festival Budaya Kelurahan Nunbaun Sabu (NBS) yang berlangsung meriah di Lapak UMKM Pantai NBS (Jogging Track Pantai NBS), Kamis (24/7/25) malam.

Festival ini menjadi ajang ekspresi budaya, promosi UMKM, dan penguatan nilai kebersamaan di tengah masyarakat multietnis Kelurahan NBS.

Turut hadir dalam pembukaan festival tersebut Kepala Dinas Pariwisata Kota Kupang, Camat Alak, para lurah se-Kecamatan Alak, tokoh adat dan agama, ketua RT/RW, LPM, pelaku seni, serta ratusan warga yang memadati lokasi acara.

Dalam sambutannya, dr. Christian Widodo mengungkapkan apresiasinya atas inisiatif budaya yang lahir dari masyarakat tingkat kelurahan. Ia menilai kegiatan seperti ini bukan hanya menjadi media pelestarian budaya, tetapi juga mampu menggerakkan roda ekonomi lokal melalui UMKM.

“Saya paling senang dengan event-event budaya seperti ini. Kalau orang berkumpul, maka jualan bisa laku, UMKM bisa hidup. Kita gabungkan budaya, agama, dan ekonomi,” ujar Wali Kota disambut tepuk tangan warga.

Melihat potensi besar Kelurahan NBS sebagai kawasan yang dihuni berbagai etnis seperti Alor, Rote, dan Sabu, Wali Kota mengusulkan agar festival ini diselenggarakan dua kali dalam setahun mulai 2026. Ia menilai keragaman ini merupakan kekuatan sosial yang perlu terus dirayakan dan difasilitasi.

Kepada generasi muda, Wali Kota menyampaikan pesan mendalam agar mereka terus menjaga ketertiban, kebersihan, dan membangun karakter positif sebagai calon pemimpin masa depan Kota Kupang.

“Hari ini saya berdiri di sini. Sepuluh, dua puluh tahun lagi, kalian yang akan berdiri di sini,” pesannya.

Ia juga menyinggung pentingnya peran Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam mendukung kegiatan masyarakat, khususnya kerja bakti dan pengelolaan lingkungan. Menurutnya, setiap pemimpin harus bertanggung jawab atas keterlibatan anggotanya dan siap menerima masukan dari warga.

“Membangun kota bukan cuma soal infrastruktur. Yang lebih penting adalah menciptakan ruang hidup yang nyaman, harmonis, dan penuh semangat kebersamaan. Festival budaya seperti ini adalah bagian penting dari pembangunan kota,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Festival, Mulyanto Djami dalam laporannya mengungkapkan bahwa festival ini menampilkan berbagai kegiatan budaya seperti tarian adat dan kreasi, parade busana daerah, pembacaan puisi, seni tutur, hingga paduan suara. Kegiatan tersebut dibawakan oleh perwakilan sekolah dan sanggar seni lokal.

BACA JUGA:  Dinas PUPR NTT Identifikasi Enam Masalah Strategis Infrastruktur, Siapkan Langkah Percepatan Pembangunan

Festival Budaya NBS bertujuan membangun kecintaan generasi muda terhadap budaya daerah sekaligus mempromosikan potensi wisata dan UMKM Kelurahan NBS. Mulyanto juga menyoroti kontribusi swadaya warga dalam pembangunan lapak UMKM, pengelolaan sampah mandiri, dan kegiatan kerja bakti rutin.

Namun demikian, ia menyampaikan harapan agar ASN yang berdomisili di wilayah NBS dapat lebih aktif dalam kegiatan kemasyarakatan.

“Kami harap Bapak Wali Kota dapat mendorong ASN yang tinggal di NBS untuk terlibat aktif dalam membangun lingkungan bersama warga,” ujarnya.

Festival yang digelar selama dua hari ini akan ditutup pada Jumat malam (25/7), dan diharapkan dapat menjadi agenda tahunan yang memperkuat identitas budaya sekaligus mendongkrak kesejahteraan masyarakat Kelurahan Nunbaun Sabu dan Kota Kupang secara keseluruhan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.