Festival Budaya Oebufu Angkat Isu Kebersihan, Warga Diajak Sadar Kelola Sampah

oleh -67 Dilihat
Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Kupang, Daud Nafi Didampingi Camat Oebobo Zet Batmolo di Acara Pembukaan Kegiatan Festival Budaya Kelurahan Oebufu pada Senin, 19 Oktober 2026. (Foto Hiro)

Suarantt.id, Kupang-Festival Budaya ke-4 Kelurahan Oebufu Tahun 2026 tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya dan pengembangan kreativitas masyarakat, tetapi juga momentum untuk meningkatkan kesadaran warga terhadap kebersihan lingkungan dan penanganan sampah.

Ketua Panitia, Lorensius Lehar, mengatakan salah satu perlombaan yang digelar dalam festival tersebut adalah lomba pidato bertema kebersihan dan penanganan sampah. Kegiatan ini menjadi bentuk dukungan masyarakat terhadap program Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, dan Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis.

“Ini sebagai bentuk kita mendukung program dari Bapak Wali Kota dan Ibu Wakil Wali Kota Kupang,” ujar Lorensius.

Menurut dia, kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya masih perlu ditingkatkan. Karena itu, melalui festival budaya ini, panitia ingin mengajak seluruh warga menjadikan kebersihan sebagai tanggung jawab bersama.

“Karena masih banyak warga di Kota Kupang, termasuk kita, yang belum menyadari pentingnya membuang sampah pada tempatnya,” katanya.

Lorensius menegaskan, panitia telah menyediakan tempat sampah di lokasi kegiatan. Ia mengimbau seluruh peserta dan pengunjung agar memanfaatkan fasilitas tersebut serta tidak membuang sampah sembarangan.

“Dalam kegiatan festival ini kita sediakan tempat sampah. Nanti Bapak/Ibu dan saudara semua membuang sampah pada tempat yang disediakan,” ujarnya.

Festival Budaya ke-4 Kelurahan Oebufu resmi dibuka oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Kupang, Daud Nafi, yang mewakili Wali Kota Kupang pada Senin (19/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 19–21 Oktober 2026, ini melibatkan sekitar 59 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak tingkat SD, SMP, SMA hingga orang dewasa yang berasal dari lingkungan RT dan RW di Kelurahan Oebufu.

BACA JUGA:  Pemkot Kupang Dukung Penuh Perayaan Nyepi Tahun Baru Saka 1948, Perkuat Toleransi Antarumat Beragama

Sejumlah perlombaan digelar, antara lain peragaan busana budaya daerah Nusa Tenggara Timur (NTT), lomba tari, kreasi budaya, serta pidato bertema kebersihan dan penanganan sampah.

Selain perlombaan, festival ini juga menghadirkan pentas budaya dan melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Perpaduan kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan ruang bagi kreativitas generasi muda, memperkenalkan kekayaan budaya daerah, sekaligus mendukung pelaku usaha lokal.

Lorensius menjelaskan, Kelurahan Oebufu yang berada di Kecamatan Oebobo memiliki 49 RT dan 12 RW. Masyarakatnya hidup dalam keberagaman suku, agama, adat istiadat, dan budaya.

Menurutnya, keberagaman tersebut harus menjadi kekuatan untuk membangun kebersamaan dan persaudaraan di tengah masyarakat.

Festival ini juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar tidak sekadar mengenakan pakaian adat, tetapi memahami makna, filosofi, serta nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh leluhur.

“Budaya boleh berbeda, bahasa boleh beragam, tetapi persaudaraan harus tetap satu,” demikian semangat yang diusung dalam pelaksanaan Festival Budaya Oebufu.

Kegiatan pembukaan turut dihadiri Camat Oebobo, Zet Batmolo, Lurah Oebufu, Mario Andidas Kaliopa Meze, para ketua RT/RW, serta tamu undangan lainnya.

Melalui festival ini, masyarakat Oebufu diharapkan semakin mencintai budaya daerah, mempererat persaudaraan, mendukung UMKM, serta meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.

Pesan yang ingin ditegaskan melalui kegiatan ini adalah pelestarian budaya dan kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan beriringan. Kebersihan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan kesadaran dan partisipasi seluruh masyarakat. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.