Festival Naioni Jadi Titik Start: 51 Kelurahan di Kota Kupang Siap Diguncang Pesta Budaya

oleh -442 Dilihat
Wali Kota Kupang Hadiri Acara Festival Budaya Naioni. (Foto Prokompim Kota Kupang)

Suarantt.id, Kupang-Pemerintah Kota Kupang menegaskan komitmennya menghidupkan dan melestarikan budaya lokal melalui festival budaya di seluruh kelurahan. Komitmen tersebut kembali ditegaskan Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, saat membuka Event Budaya Kelurahan Naioni di Kantor Lurah Naioni, Jumat (7/8/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Kota Kupang Christian S. Baitanu, Camat Alak, para lurah se-Kecamatan Alak, Plt. Lurah Naioni, jajaran Dinas Pariwisata Kota Kupang, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga Kelurahan Naioni.

Menurut Christian Widodo, festival budaya tidak boleh dipandang sekadar sebagai kegiatan seremonial. Lebih dari itu, festival menjadi ruang untuk merawat identitas sekaligus memperkuat persatuan masyarakat Kota Kupang yang hidup dalam keberagaman.

“Hari ini kita bukan sekadar merayakan sebuah festival, tetapi kita merayakan identitas dan jiwa Kota Kupang, yaitu keberagaman dan kolaborasi,” ujar Widodo.

Ia menegaskan, keberagaman harus menjadi kekuatan dan jembatan bagi masyarakat, bukan menjadi penghalang maupun jarak pemisah.

“Harmoni itu bukan sama atau seragam, tetapi seimbang. Kita berbeda-beda, tetapi ketika disatukan dengan proporsi yang tepat, seperti nada dalam sebuah lagu atau benang dalam tenun, akan menjadi harmoni yang indah,” jelasnya.

Wali Kota juga mengajak seluruh masyarakat menjaga budaya sekaligus Kota Kupang sebagai tanggung jawab bersama lintas generasi.

“Kota Kupang bukan hanya warisan dari leluhur kita, tetapi juga pinjaman dari anak cucu kita. Mari kita jaga baik-baik, sehingga kita bisa menyerahkan kembali Kota Kupang kepada anak cucu kita,” pungkasnya.

Usai membuka kegiatan, Widodo kepada wartawan menegaskan bahwa festival budaya akan terus digelar di seluruh 51 kelurahan di Kota Kupang. Pemerintah kota, kata dia, telah menyiapkan dukungan anggaran agar agenda pelestarian budaya tersebut dapat berlangsung secara berkelanjutan setiap tahun.

BACA JUGA:  Gubernur dan Wakil Gubernur NTT Apresiasi Kinerja Penjabat Kepala Daerah, Dorong Efisiensi dan Investasi

“Salah satu komitmen kita adalah dengan mengadakan festival budaya di 51 kelurahan. Kita keliling, ada anggarannya yang kita siapkan, dan itu tiap tahun,” katanya.

Selain pelestarian budaya, Pemkot Kupang juga terus mendorong pembenahan sarana pelayanan publik di tingkat kelurahan. Widodo menegaskan kantor lurah sebagai ujung tombak pelayanan harus memiliki fasilitas yang layak, representatif, serta ramah bagi penyandang disabilitas.

“Kantor lurah itu ujung tombak pelayanan masyarakat. Sarana prasarananya harus lengkap, gedungnya harus baik dan juga harus ramah disabilitas,” tegasnya.

Sementara terkait pembangunan jalan lingkungan, Widodo memastikan program tersebut tetap berjalan secara bertahap meski pemerintah daerah menghadapi efisiensi anggaran.

Ia menyebut sejumlah ruas jalan, termasuk kawasan GOR dan Jalan Taebenu, telah mendapat perhatian dan perbaikan.

“Memang tidak bisa dalam waktu sekejap 100 persen semua jalan gang di Kota Kupang bagus, tetapi kita bertahap. Di tengah efisiensi pun masih bisa kita kerjakan banyak hal,” ujarnya.

Pembukaan Event Budaya Naioni pun menjadi bagian dari langkah Pemkot Kupang membangun kota tidak hanya melalui infrastruktur, tetapi juga dengan memperkuat identitas budaya, persatuan, dan kolaborasi masyarakat dari 51 kelurahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.