FLS3N, O2SN dan LKS SLB Kota Kupang 2026 Resmi Dibuka, Jadi “Panggung Harapan” Anak Berkebutuhan Khusus

oleh -149 Dilihat
Asisten I Sekda Kota Kupang Hengky C. Malelak. (Foto Prokompim Kota Kupang)

Suarantt.id, Kupang-Suasana penuh semangat, haru, dan kebanggaan mewarnai pembukaan Kegiatan Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N), Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), dan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SLB se-Kota Kupang Tahun 2026 yang digelar di SLB Asuhan Kasih Kupang pada Senin (11/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 11 hingga 13 Mei 2026 ini menjadi ruang bagi anak-anak berkebutuhan khusus untuk menunjukkan bakat, kreativitas, dan kemampuan terbaik mereka di bidang seni, olahraga, dan keterampilan.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Kupang, Hengky C. Malelak mewakili Pemerintah Kota Kupang secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa ajang ini bukan sekadar perlombaan, melainkan sebuah “panggung harapan” bagi anak-anak luar biasa di Kota Kupang.

“Bagi pemerintah, hari ini bukan sekadar pembukaan lomba. Hari ini adalah panggung harapan. Panggung yang menunjukkan kepada kita semua bahwa keterbatasan tidak pernah menjadi penghalang untuk berprestasi, berkarya, dan memiliki mimpi yang tinggi,” ujarnya.
Mengangkat tema “Disabilitas Berprestasi, Mandiri dan Berkarya untuk Bangsa”,

Hengky menekankan bahwa setiap anak memiliki keistimewaan dan potensi yang harus terus didukung. Ia juga mengutip pesan Paus Fransiskus yang menyebut penyandang disabilitas sebagai “bintang yang bersinar di langit Nusantara”.

“Adik-adik penyandang disabilitas yang mengikuti kegiatan hari ini adalah bintang-bintang yang bersinar di langit NTT, khususnya Kota Kupang. Tugas kita semua adalah memastikan cahaya itu tidak padam, tetapi terus tumbuh dan bersinar,” katanya.

Ia turut memotivasi para peserta untuk percaya diri dan berani menunjukkan kemampuan terbaik. Menurutnya, anak-anak berkebutuhan khusus bukan untuk dikasihani, melainkan harus diberi kesempatan untuk berkembang.

“Kalian bukan anak-anak yang harus dikasihani. Kalian adalah anak-anak hebat yang harus diberikan kesempatan. Kesempatan untuk tampil, belajar, menang, bahkan kesempatan untuk gagal dan bangkit kembali menjadi lebih hebat,” tegasnya.

Hengky menjelaskan, melalui O2SN para siswa dilatih menjunjung tinggi sportivitas dan semangat pantang menyerah. Sementara FLS3N menjadi wadah mengekspresikan bakat dan perasaan, serta LKS sebagai sarana membangun keterampilan menuju kemandirian di masa depan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para guru, orang tua, dan pendamping yang setia mendukung anak-anak berkebutuhan khusus.

“Di balik anak-anak hebat, selalu ada orang-orang luar biasa yang sabar mendampingi mereka setiap waktu,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua MKKS SLB Kota Kupang, Amini mengatakan bahwa ajang tahunan ini menjadi wadah penting untuk menggali potensi siswa sekaligus mempererat silaturahmi antar sekolah luar biasa di Kota Kupang.

“Jangan lihat SLB-nya, tapi lihat kemampuan mereka. Jangan dikasihani, tetapi beri mereka kesempatan untuk maju dan menunjukkan bakat luar biasa yang mereka miliki,” katanya.

Ia menambahkan, sejumlah siswa SLB Kota Kupang bahkan telah menorehkan prestasi hingga tingkat nasional dan internasional, khususnya di bidang olahraga.

“Kalau olahraga, anak-anak kita sudah sampai internasional. Ini bukti bahwa mereka mampu bersaing dan berprestasi,” ujarnya bangga.

Ketua panitia, Yuliana Margarita Kono, S.Pd., Gr., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 34 peserta dengan total 28 mata lomba yang dipertandingkan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan bakat dan minat siswa sekaligus meningkatkan rasa percaya diri dan kemandirian mereka.

Sejak pagi, suasana kompetisi sudah terasa di lingkungan sekolah. Para peserta tampak antusias mengenakan kostum lomba seni, sementara peserta di bidang olahraga dan keterampilan bersiap menampilkan kemampuan terbaik mereka.

BACA JUGA:  Wali Kota Kupang Apresiasi 17 Tahun Perumda Air Minum: Terus Berlayar Hadapi Masalah Air

Dengan semangat inklusivitas dan penghargaan terhadap setiap potensi anak, kegiatan ini menjadi bukti bahwa Kota Kupang terus mendorong pendidikan yang ramah, setara, dan memuliakan semua anak tanpa diskriminasi. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.