Fransiscus Go dan IKASMANSA’87 Hadirkan Air Bersih dan Edukasi bagi Warga Maumolo

oleh -2970 Dilihat
Ketua IKASMANSA'87 yang juga Ketua Yayasan Felix Maria Go (YFMG), Fransiscus Go bersama Prof. Novri Kandowangko Pose Bersama warga Maumolo usai Penyambutan secara Adat pada Jumat 3/10/2025. (Foto Robert Kadang)

Suarantt.id, Kefamenanu-Warga Kuan Maumolo, Kelurahan Bansone, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), larut dalam kegembiraan saat menyambut kedatangan puluhan anggota Ikatan Alumni SMA Negeri 1 (IKASMANSA) angkatan ’87 Kupang pada Jumat (3/10/2025). Rombongan dipimpin Ketua IKASMANSA’87 yang juga Ketua Yayasan Felix Maria Go (YFMG), Fransiscus Go.

Kedatangan rombongan disambut dengan upacara adat natoni yang dipimpin oleh tua adat Leonardus Sife. Para tokoh adat mengalungkan selendang tenun kepada rombongan sebagai tanda penghormatan, sebelum kemudian seluruh warga dari anak-anak hingga orang dewasa bergembira menari bersama para alumni IKASMANSA’87.

“Kami sangat terharu dengan sambutan yang begitu hangat dari masyarakat Maumolo. Terima kasih atas penerimaan ini,” ungkap Fransiscus Go.

Tidak hanya reuni, kehadiran IKASMANSA’87 dan YFMG di Kampung Maumolo juga membawa aksi nyata. Sabtu (4/10/2025), mereka menggelar karya bakti berupa pemeriksaan kesehatan gratis, pembagian buku literasi bagi anak-anak sekolah, pelatihan keterampilan memasak, pembuatan tote bag, hingga pelatihan menanam sayuran organik. Selain itu, rombongan juga meninjau sumur bor yang dibangun oleh YFMG untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga.

Fransiscus Go menjelaskan, YFMG hadir dengan tiga karya dasar, yakni pendidikan, kesehatan, dan sosial ekonomi. “Kami memulai dengan pengadaan air bersih yang lancar sepanjang tahun. Masyarakat tidak boleh hanya menunggu pemerintah, tetapi harus bergerak lebih dulu. Jika ada gerakan positif dari masyarakat, pemerintah pasti akan mendukung,” ujarnya.

Dukungan tersebut juga datang dari Bupati TTU yang menurut Fransiscus, telah berkomitmen memperhatikan pembangunan infrastruktur di Kampung Maumolo, termasuk jalan dan fasilitas lainnya.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari akademisi Universitas Negeri Gorontalo, Prof. Dr. Novri Kandowangko, yang turut hadir. “Ini reuni yang paling berkesan. IKASMANSA’87 tidak sekadar bernostalgia, tetapi benar-benar terjun ke masyarakat. Terlebih, kehadiran sumur bor menjadi jawaban nyata atas kebutuhan dasar warga,” kata Prof. Novri.

Sementara itu, kepala adat Kuan Maumolo, Leonardus Sife, menyampaikan rasa terima kasih mendalam. “Puluhan tahun kami mengalami kekeringan. Air bersih sangat sulit kami dapatkan. Apa yang dilakukan Bapa Frans Go melalui yayasan ini benar-benar membantu kami. Semoga Tuhan memberkati beliau dan keluarganya,” ucapnya penuh haru.

Kehadiran IKASMANSA’87 dan YFMG di Maumolo bukan hanya menghadirkan keceriaan dalam reuni, tetapi juga meninggalkan jejak kebermanfaatan nyata bagi masyarakat, terutama dalam penyediaan air bersih dan pemberdayaan warga. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.