GEMA AGUNG Bukan Sekadar Slogan, Gubernur Melki Dorong Jagung NTT Berorientasi Kesejahteraan Petani

oleh -93 Dilihat
Gubernur NTT Canangkan Gebyar Gelar Teknologi Budidaya Jagung Hibrida dan GEMA AGUNG di Balai Benih Tarus, Desa Air Mata, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang pada Jumat, 14 Agustus 2026. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan Gerakan Masyarakat Agribisnis Jagung (GEMA AGUNG) tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial maupun slogan. Gerakan tersebut harus menjadi gerakan bersama untuk membangun agribisnis jagung NTT dari hulu hingga hilir dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Melki saat mencanangkan Gebyar Gelar Teknologi Budidaya Jagung Hibrida dan GEMA AGUNG di Balai Benih Tarus, Desa Air Mata, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Jumat (14/8/2026).

“Pencanangan GEMA AGUNG hari ini menjadi sangat penting. Saya berharap GEMA AGUNG tidak berhenti sebagai sebuah kegiatan atau slogan, tetapi menjadi gerakan bersama untuk membangun agribisnis jagung NTT dari hulu sampai hilir,” tegas Gubernur Melki.

Menurutnya, jagung memiliki posisi strategis bagi masyarakat NTT. Selain menjadi salah satu sumber pangan, jagung juga dibutuhkan untuk industri pakan ternak serta memiliki nilai ekonomi yang besar.

NTT juga memiliki potensi lahan yang luas serta pengalaman masyarakat dalam membudidayakan jagung. Namun, potensi tersebut dinilai belum sepenuhnya dimanfaatkan karena produktivitas jagung masih perlu ditingkatkan.

Karena itu, Gubernur Melki menilai peningkatan produksi tidak cukup hanya dilakukan dengan memperluas lahan. Pemerintah perlu mendorong peningkatan produktivitas melalui penggunaan benih unggul dan bersertifikat, teknologi budidaya, pemupukan berimbang, pengelolaan lahan, serta penanganan panen dan pascapanen yang tepat.

“Kita ingin petani tidak hanya menjadi orang yang menanam dan memanen, tetapi menjadi bagian utama dari sebuah usaha agribisnis yang memberikan nilai tambah,” jelasnya.

Gubernur menekankan, petani harus ditempatkan sebagai pelaku utama dalam pengembangan agribisnis. Pemerintah berperan melalui kebijakan dan pendampingan, dunia usaha membuka akses pasar, perguruan tinggi menghadirkan inovasi, sementara perbankan mendukung akses pembiayaan.

BACA JUGA:  Panen Jagung 150 Hektare di Kabupaten Kupang, Wagub Johni Dorong Kemandirian Pangan dan Kesejahteraan Petani

Menurutnya, dukungan terhadap petani juga harus mencakup kepastian pasar. Peningkatan produksi tidak akan memberikan dampak maksimal bagi kesejahteraan petani apabila tidak diikuti dengan harga dan pasar yang menguntungkan.

“Petani membutuhkan dukungan benih, pupuk, teknologi, pembiayaan, pendampingan dan yang paling penting adalah kepastian pasar,” katanya.

Gubernur Melki juga mendorong keterlibatan petani milenial dalam pengembangan pertanian NTT. Ia mengajak generasi muda untuk terbuka terhadap inovasi dan teknologi agar sektor pertanian mampu berkembang mengikuti perubahan zaman.

“Jangan takut mencoba cara baru yang memang terbukti memberikan hasil lebih baik. Pertanian kita harus berkembang mengikuti perubahan zaman. Teknologi harus kita manfaatkan untuk membuat pekerjaan petani menjadi lebih efektif, produktif dan menguntungkan,” ujarnya.

Pencanangan GEMA AGUNG juga dirangkaikan dengan gelar teknologi budidaya jagung hibrida melalui demplot berbagai varietas. Menurut Gubernur, kegiatan tersebut penting karena petani dapat melihat secara langsung penerapan teknologi dan berbagai varietas jagung yang dapat dikembangkan sesuai kondisi wilayah.

Ia berharap pengetahuan dan teknologi yang diperoleh dari kegiatan tersebut dapat diterapkan lebih luas oleh petani di berbagai daerah di NTT.

Gubernur Melki menegaskan pengembangan jagung tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri. Kolaborasi antara pemerintah, petani, penyuluh, perguruan tinggi, dunia usaha, perbankan, Bulog, produsen benih dan seluruh pemangku kepentingan harus diperkuat.

“Kita ingin ketika produksi meningkat, petani juga mendapatkan harga dan pendapatan yang lebih baik,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Perbenihan Tanaman Pangan pada Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI, Dr. Ir. Ladiyani Retno Widowati, M.Sc., mengatakan kondisi agroklimat dan karakteristik lahan di NTT sangat mendukung pengembangan berbagai komoditas tanaman pangan maupun hortikultura.

Menurutnya, potensi tersebut perlu dioptimalkan secara terencana dengan memperhatikan kesesuaian lahan, kondisi iklim, ketersediaan air serta karakteristik masing-masing wilayah.

BACA JUGA:  Wawali Kota Kupang Hadiri Sosialisasi Core Tax, Dorong Transparansi dan Efisiensi Perpajakan

Pengembangan komoditas secara terpadu, kata Ladiyani, tidak hanya berpotensi meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga dapat memberikan nilai tambah dan memperluas sumber pendapatan masyarakat perdesaan.

Pencanangan GEMA AGUNG diharapkan menjadi momentum untuk membangun ekosistem agribisnis jagung yang lebih kuat di NTT. Pemerintah Provinsi NTT berkomitmen memperkuat koordinasi dan pendampingan agar pengembangan jagung hibrida berjalan konsisten, mulai dari produksi, pengolahan hingga pemasaran.

Dengan dukungan teknologi, akses pembiayaan, kepastian pasar dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, pengembangan jagung di NTT diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan petani. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.