Gubernur Melki dan Wagub Johni Tekankan Disiplin, Inovasi, dan Kekompakan ASN dalam Ret-Ret Kepemimpinan Strategis Pemprov NTT

oleh -867 Dilihat
Gubernur Didampingi Wagub NTT Beri Keterangan Pers Usai Penutupan Ret-Ret Kepemimpinan Strategis Pejabat Struktural Lingkup Pemprov NTT Tahun 2025. (Foto Hiro)

Suarantt.id, Kupang-Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah menggelar kegiatan Ret-Ret Kepemimpinan Strategis bagi 627 pejabat struktural lingkup Pemprov NTT tahun 2025. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi NTT bekerja sama dengan Universitas Pertahanan (Unhan) ini resmi ditutup oleh Gubernur NTT, Melki Laka Lena, didampingi Wakil Gubernur Johanis Asadoma, PLH Sekda NTT Rita Wuisan, dan Kepala BKD Yosep Rasi.

Dalam arahannya, Gubernur Melki menekankan pentingnya perubahan pola pikir birokrasi menuju kerja kolaboratif, inovatif, dan terukur. Ia menyebut bahwa perubahan besar dalam birokrasi harus dimulai dari diri sendiri dari Gubernur, Wakil Gubernur, Sekda, hingga pejabat dan staf di seluruh jajaran pemerintahan.

“Perubahan itu harus dimulai dari diri sendiri. Dari Gubernur, Wakil Gubernur, Sekda, pejabat eselon II, III, IV, sampai staf semua harus memulai perubahan dari pribadi masing-masing untuk perubahan bersama menuju NTT yang kita cita-citakan,” tegas Melki kepada wartawan pada Senin, 13 Oktober 2025.


Menurutnya, kegiatan retret ini bukan sekadar membahas program kerja, melainkan juga membangun filosofi kepemimpinan baru yang berakar pada nilai dan tanggung jawab publik. Melki menyoroti tantangan fiskal yang dihadapi daerah akibat menurunnya dukungan dari pemerintah pusat. Transfer daerah kini semakin terbatas dan sebagian besar dikonversi menjadi program nasional.

“Kita harus melatih diri agar bisa berkreativitas dengan kondisi yang ada. Dulu kita terbiasa bergantung pada pusat, tapi sekarang kita harus menciptakan terobosan agar layanan publik tetap meningkat,” ujarnya.


Selain itu, Gubernur Melki juga menegaskan pentingnya disiplin dan manajemen waktu dalam setiap aspek pekerjaan birokrasi. Ia mencontohkan rutinitas kerjanya yang terjadwal ketat dari pagi hingga malam, dan meminta setiap pejabat membuat agenda harian, mingguan, hingga per bidang secara sistematis.

“Disiplin waktu adalah bagian dari kepemimpinan. Tanpa disiplin, semua rencana hanya jadi wacana,” tambahnya.


Sementara itu, Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, menegaskan bahwa kegiatan retret ini menjadi momen penting untuk membangun kekompakan dan kesatuan dalam tubuh pemerintahan provinsi.

“Semua harus satu garis komando untuk satu pemahaman yang sama. Dengan adanya Ret-Ret, kita membangun kekompakan karena kerja itu harus sama-sama dan menyatu,” ujarnya.


Ia menambahkan, kegiatan retret ini juga menjadi sarana evaluasi dan penetapan target-target baru untuk tahun 2026. Menurutnya, melalui kegiatan ini para ASN dapat memperluas wawasan, memperkuat karakter, serta menghadirkan semangat inovasi dalam bekerja.

“Dengan adanya Ret-Ret ini kita bisa melakukan evaluasi dan menetapkan target-target baru program kerja di tahun 2026. Kerja kita tidak hanya linear, tetapi harus ada terobosan dan inovasi,” kata Johni.


Wagub Johni juga menyoroti dampak positif kegiatan retret terhadap perekonomian masyarakat sekitar, terutama karena pelaksanaannya melibatkan berbagai elemen lokal.

BACA JUGA:  Kafilah NTT Siap Berlaga di STQH Nasional, Gubernur Melki Laka Lena: Tunjukkan Keindahan Toleransi Flobamorata

Pada akhir kegiatan, Gubernur Melki mengapresiasi seluruh pihak yang telah berperan dalam pelaksanaan Ret-Ret Kepemimpinan Strategis, termasuk BKD NTT, para asisten, staf ahli, serta pimpinan OPD. Ia menegaskan bahwa hasil kegiatan ini tidak berhenti pada seremoni penutupan, tetapi akan ditindaklanjuti melalui komitmen tertulis dari masing-masing pejabat.

“Retret ini bukan akhir, tetapi awal dari komitmen baru untuk bekerja lebih disiplin, kompak, dan inovatif demi pelayanan publik yang lebih baik,” pungkas Gubernur Melki. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.