NTT Perkuat Persiapan Kompetisi Inovasi Daerah, Bupati dan Wali Kota Akan Presentasi di Final

oleh -549 Dilihat
Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi NTT, Djose Nai Buti. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Kepala Biro Organisasi Setda Nusa Tenggara Timur (NTT), Djoese Selestino Martins Nai Buti, mengungkapkan bahwa Pemprov NTT kini tengah memperkuat mekanisme penyelenggaraan kompetisi inovasi daerah, termasuk menghadirkan para Bupati dan Wali Kota untuk memaparkan langsung inovasi unggulan di tahap final. Langkah ini menjadi ciri khas sekaligus komitmen NTT dalam meningkatkan kualitas inovasi pelayanan publik di daerah.

Menurut Nai Buti, tiga tahun terakhir kepala daerah yang hadir langsung untuk mempresentasikan inovasi bukan hal baru. “Yang unik di final, kami akan undang Bupati dan Wali Kota. Dalam tiga tahun terakhir juga ada Bupati, Wakil Bupati, Penjabat Wali Kota, Penjabat Bupati, hingga para asisten yang memaparkan hasil inovasi. Setelah itu, kita lakukan uji petik di lapangan untuk menguji kebenaran data, lalu hasil akhir ditentukan pada akhir Desember 2025,” jelasnya.

Puluhan inovasi telah didaftarkan tahun ini, mulai dari penanganan stunting, perlindungan anak, administrasi kependudukan, peningkatan literasi, hingga pemanfaatan limbah rumah tangga. Semua inovasi tersebut akan dikurasi dan diperdalam untuk bisa bersaing pada level yang lebih tinggi.

Nai Buti menegaskan bahwa tahun ini Pemprov NTT mengambil langkah berbeda dengan memberikan pendampingan menyeluruh kepada peserta. “Tahun ini kita dampingi, kita perbaiki, dan kita matangkan inovasinya. Tahun depan baru kita daftarkan ke tingkat pusat. Selama ini tidak dipersiapkan dengan baik, hanya daftar-daftar saja sehingga sering gugur di tahap seleksi administrasi,” katanya.

Pemprov NTT menargetkan seluruh inovasi yang lolos seleksi provinsi dapat melaju mulus di tingkat nasional. Untuk Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) KemenPANRB, NTT akan mengirimkan Top 10 dan Top 20 inovasi terbaik. Sedangkan untuk Innovative Government Award (IGA), proses administrasi yang lebih panjang memungkinkan seluruh inovasi milik perangkat daerah untuk didaftarkan. “Misalnya di Pemda Provinsi ada 29 inovasi, semuanya akan kita daftarkan. Kabupaten/kota juga kami imbau untuk mendaftarkan inovasi mereka secara mandiri,” tambahnya.

BACA JUGA:  PMI Kota Kupang Siap Lantik Pengurus Baru Masa Bakti 2025-2030

Ia berharap kompetisi ini dapat memacu kreativitas seluruh perangkat daerah dalam menciptakan inovasi yang efektif, efisien, dan berdampak langsung bagi masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan layanan publik unggul. Selain itu, kompetisi ini juga menjadi instrumen untuk meningkatkan penilaian pusat terhadap kinerja birokrasi di NTT.

“Dengan mekanisme ini, kita tidak hanya berkompetisi di tingkat nasional, tetapi juga meningkatkan indeks IGA dan peringkat dalam berbagai kompetisi birokrasi lainnya. Kompetisi inovasi ini juga berpengaruh pada instrumen penilaian pemerintah pusat, termasuk Ombudsman,” tutup Nai Buti. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.