Gubernur Melki Gerakkan Perguruan Tinggi Pulihkan Flores, Bantuan Kemanusiaan Tembus Rp1,03 Miliar

oleh -76 Dilihat
Gubernur NTT Melki Laka Lena Pertemuan Bersama Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III dan LLDIKTI Wilayah XV di Ruang Rapat Gubernur NTT pada Jumat, 2 Oktober 2026. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menggerakkan perguruan tinggi untuk mengambil peran strategis dalam mempercepat pemulihan masyarakat dan sektor pendidikan pascagempa bumi di wilayah Flores.

Langkah tersebut ditegaskan Gubernur Melki saat menerima pertemuan bersama Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III dan LLDIKTI Wilayah XV di Ruang Rapat Gubernur NTT pada Jumat (2/10/2026) sore.

Pertemuan ini menjadi momentum memperkuat sinergi Pemerintah Provinsi NTT, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), LLDIKTI, perguruan tinggi, serta berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung percepatan pemulihan pascabencana gempa Flores.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Melki menegaskan bahwa pemulihan pascabencana tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah. Perguruan tinggi harus dilibatkan secara aktif karena memiliki sumber daya manusia, keahlian, teknologi, serta jaringan yang dapat memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat terdampak.

Menurutnya, keterlibatan kampus harus dirancang secara matang, terarah, dan berkelanjutan agar mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat pada masa transisi menuju pemulihan.

“Pemulihan pascabencana tidak bisa dikerjakan sendiri oleh pemerintah. Kita membutuhkan kekuatan bersama, termasuk perguruan tinggi, LLDIKTI, Kemdiktisaintek dan seluruh pemangku kepentingan. Yang paling penting adalah memastikan masyarakat terdampak dapat segera bangkit dan aktivitas pendidikan tetap berjalan,” tegas Gubernur Melki.

Ia juga meminta agar perguruan tinggi tidak hanya hadir dalam bentuk bantuan kemanusiaan, tetapi turut mengambil bagian dalam program-program pemulihan yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Salah satu fokus yang disoroti adalah pendataan dan pemetaan kerusakan akibat gempa, mulai dari rumah warga, infrastruktur, fasilitas publik, hingga berbagai sarana pendukung kehidupan masyarakat.

Gubernur Melki menekankan pentingnya pendataan terpadu berbasis data agar intervensi pemerintah dan seluruh pihak dapat dilakukan secara tepat sasaran.

BACA JUGA:  Realisasi Pendapatan Kota Kupang Capai 90,13 Persen, Bapenda Optimis Tembus Target Akhir Tahun 2025

“Pendataan kerusakan infrastruktur, rumah-rumah masyarakat dan fasilitas publik perlu dikolaborasikan. Kita membutuhkan data yang baik agar intervensi pemerintah dan semua pihak tepat sasaran,” jelasnya.

Selain pembangunan infrastruktur, Gubernur juga mendorong perguruan tinggi terlibat dalam pemulihan sektor produktif masyarakat, khususnya pertanian, peternakan, perikanan, dan sektor ekonomi lainnya.

Keterlibatan tersebut dapat dilakukan melalui kajian akademik, pendampingan masyarakat, penerapan teknologi, penguatan kapasitas, serta program pengabdian kepada masyarakat sesuai kebutuhan wilayah terdampak.

“Pertanian, peternakan, perikanan dan sektor-sektor lainnya juga harus menjadi perhatian. Kampus-kampus harus dilibatkan dan digerakkan untuk menjalankan program yang benar-benar menyentuh dan berdampak langsung bagi masyarakat,” kata Melki.

Undana Turunkan Lima Tim, Siapkan Trauma Healing dan Sekolah Lapangan

Dalam kesempatan tersebut, Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Dr. Jefri S. Bale melaporkan langkah cepat yang telah dilakukan pihaknya sejak awal terjadinya gempa bumi di Flores.

Undana telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Bencana serta Posko Penanganan Bencana Gempa Flores untuk mengoordinasikan dukungan terhadap masyarakat terdampak.

Pada tahap awal, Undana telah menurunkan lima tim ke wilayah terdampak. Dalam waktu dekat, dua tim tambahan juga dipersiapkan untuk mendukung tahapan transisi menuju pemulihan.

Dua tim tersebut akan difokuskan pada kegiatan trauma healing bagi masyarakat terdampak serta pelaksanaan sekolah lapangan guna memastikan keberlanjutan pendidikan di wilayah bencana.

“Pada tahapan pertama kami sudah menurunkan lima tim. Dalam waktu dekat kami akan mengirimkan lagi dua tim untuk mendukung masa transisi dan pemulihan, terutama untuk trauma healing dan sekolah lapangan,” ungkap Prof. Jefri.

Tidak hanya memberikan dukungan di lapangan, Undana juga mengambil kebijakan pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) selama satu semester bagi mahasiswa asal Flores yang terdampak langsung bencana gempa.

BACA JUGA:  Gubernur Melki Dorong Ekonomi Syariah sebagai Wadah Kolaborasi dan Penguatan UMKM Lokal

Kebijakan tersebut telah memperoleh persetujuan dari kementerian terkait sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlanjutan pendidikan mahasiswa di tengah kondisi keluarga yang sedang menghadapi masa pemulihan.

Melalui kebijakan ini, mahasiswa terdampak diharapkan tetap dapat melanjutkan pendidikan tanpa terbebani kewajiban pembayaran UKT selama satu semester tersebut.

LLDIKTI Wilayah III Kerahkan Perguruan Tinggi dan Galang Solidaritas

Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah III, Dr. Henri Togar Hasiholan Tambunan, menyampaikan bahwa pihaknya langsung melakukan koordinasi setelah memperoleh informasi mengenai bencana gempa di Flores.

Koordinasi dilakukan bersama LLDIKTI Wilayah XV dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mengidentifikasi kebutuhan masyarakat serta bentuk dukungan yang dapat diberikan.

“Ketika terjadi bencana di Flores, kami langsung koordinasi dengan LLDIKTI XV dan BPBD. Kami bertanya kira-kira apa yang bisa kami lakukan dan apa yang bisa kami bantu. Itu segera kami tindak lanjuti,” ungkap Henri.

Sejumlah perguruan tinggi di bawah koordinasi LLDIKTI Wilayah III juga telah mengambil bagian secara langsung dalam penanganan dampak bencana.

Keterlibatan tersebut mencakup bidang kesehatan, trauma healing, dan pendidikan untuk membantu masyarakat menghadapi dampak gempa.

Selain mengerahkan tenaga dan keahlian perguruan tinggi, LLDIKTI Wilayah III juga menginisiasi pengumpulan donasi dari perguruan tinggi di Jakarta sebagai bentuk solidaritas bagi masyarakat Flores.

“Atas nama perguruan tinggi yang ada di wilayah kami, kami turut prihatin atas tragedi bencana alam tersebut dan kami berkomitmen untuk mendukung penanggulangan bencana,” ujarnya.

Bantuan Kemanusiaan Capai Rp1.037.008.105

Komitmen solidaritas insan pendidikan tersebut turut diwujudkan melalui penyerahan bantuan kemanusiaan dengan total nilai mencapai Rp1.037.008.105.

Bantuan tersebut terdiri atas:

  • LLDIKTI Wilayah III sebesar Rp427.241.128.
  • Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sebesar Rp609.766.977.
BACA JUGA:  Kolaborasi Perumda Air Minum Kota Kupang dan BWS Nusa Tenggara II Berbuah Manis, Dapat Dukungan Dua Sumur Bor Tahun 2026

Dukungan tersebut menjadi bagian dari kepedulian dunia pendidikan terhadap masyarakat NTT yang tengah menghadapi dampak bencana gempa bumi di Flores.

Gubernur Melki menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada LLDIKTI Wilayah III, LLDIKTI Wilayah XV, Kemdiktisaintek, serta seluruh insan pendidikan yang telah mengambil bagian dalam membantu masyarakat terdampak.

Menurutnya, bantuan tersebut bukan sekadar dukungan material, melainkan juga menjadi bukti nyata semangat gotong royong dan solidaritas antarlembaga dalam menghadapi situasi bencana.

“Bantuan ini merupakan bentuk nyata kepedulian dan solidaritas. Pemerintah Provinsi NTT menyampaikan terima kasih kepada LLDIKTI Wilayah III, LLDIKTI Wilayah XV, Kemdiktisaintek dan seluruh insan pendidikan yang ikut mengambil bagian dalam proses pemulihan masyarakat Flores,” ungkap Gubernur Melki.

Ia berharap dukungan tersebut dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat terdampak dan memperkuat pemulihan sektor pendidikan di wilayah Flores.

Gubernur juga menegaskan bahwa kolaborasi yang telah dibangun harus terus berlanjut, tidak berhenti pada penyaluran bantuan kemanusiaan, tetapi diwujudkan melalui program pemulihan dan pendampingan yang terarah, terukur, serta berkelanjutan.

Dengan keterlibatan pemerintah, kementerian, LLDIKTI, dan perguruan tinggi, proses pemulihan pascagempa Flores diharapkan mampu menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, infrastruktur, hingga pemulihan ekonomi.

Pertemuan tersebut sekaligus mempertegas komitmen bersama untuk memastikan masyarakat Flores dapat bangkit dan kembali menjalani aktivitas sosial, pendidikan, serta ekonomi secara bertahap setelah bencana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.