Gubernur Melki Resmikan Fakultas Kedokteran Swasta Pertama di NTT, Dorong Peningkatan Tenaga Medis Daerah

oleh -1184 Dilihat
Gubernur NTT Resmikan Fakultas Kedokteran Universitas Citra Bangsa pada Rabu, 4 Pebruari 2026. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, meresmikan Fakultas Kedokteran Universitas Citra Bangsa (UCB), perguruan tinggi swasta pertama di NTT yang menyelenggarakan pendidikan dokter. Acara peresmian berlangsung di Aula Lantai 5 Gedung Rektorat UCB pada Rabu (4/2/2026).

Kegiatan ini turut dihadiri Anggota DPD RI Abraham Paul Liyanto, Wali Kota Kupang Christian Widodo, Wakil Ketua DPRD NTT Kristin Samiyati Pati, Kepala LLDIKTI Wilayah XV Adrianus Amheka, para direktur rumah sakit, pimpinan perguruan tinggi, serta insan pers.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena menyampaikan apresiasi tinggi kepada Yayasan Citra Bina Insan Mandiri dan Universitas Citra Bangsa atas komitmen mereka menghadirkan fakultas kedokteran pertama di perguruan tinggi swasta NTT.

“Ini adalah fakultas kedokteran swasta pertama di NTT. Hari ini menjadi momentum penting bagi NTT. Sebagai Gubernur, saya merasa bangga dan optimistis atas kehadiran Fakultas Kedokteran UCB ini,” ujar Melki Laka Lena.

Dengan berdirinya Fakultas Kedokteran UCB, kini NTT memiliki dua perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan dokter, yakni Universitas Nusa Cendana sebagai perguruan tinggi negeri dan Universitas Citra Bangsa sebagai perguruan tinggi swasta.

Menurut Gubernur, keberadaan dua fakultas kedokteran ini diharapkan dapat memperkuat upaya pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan tenaga medis di NTT.

“Ini membuka peluang besar untuk mencetak dokter-dokter berkualitas dari bumi Flobamora sendiri. Saya berharap anak-anak NTT dapat diprioritaskan untuk masuk ke Fakultas Kedokteran ini,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Yayasan Citra Bina Insan Mandiri, Abraham Paul Liyanto, menjelaskan bahwa pendirian Fakultas Kedokteran UCB dilatarbelakangi oleh rendahnya jumlah tenaga dokter di NTT dan Indonesia secara umum.

BACA JUGA:  DPRD NTT Soroti Kejanggalan Proyek Jalan APBN di Kota Kupang

“Produksi dokter nasional belum mampu mengejar pertumbuhan penduduk. NTT termasuk daerah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan dengan rasio dokter yang masih sangat rendah dibandingkan Jawa dan Bali,” terang Paul Liyanto.

Ia menambahkan, NTT masih kekurangan dokter spesialis dasar seperti anak, obgyn, penyakit dalam, dan bedah, terutama di rumah sakit tipe C dan D yang tersebar di kabupaten-kabupaten.

“Kami membangun fakultas kedokteran ini bukan untuk Universitas Citra Bangsa semata, tetapi untuk Nusa Tenggara Timur,” tegasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.