Gubernur NTT Ajak OMK Terlibat Sosial Politik dan Majukan Ekonomi Kerakyatan

oleh -64 Dilihat
Gubernur NTT Hadiri Penutupan Nusra Youth Day (NYD) III di Seminari Tinggi Interdiosesan St. Petrus Ritapiret, Maumere, Kabupaten Sikka pada Minggu, 5 Juli 2026. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Maumere-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, mengajak Orang Muda Katolik (OMK) untuk terlibat aktif dalam kehidupan sosial dan politik serta menjadi penggerak utama dalam penguatan ekonomi kerakyatan. Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri penutupan Nusra Youth Day (NYD) III di Seminari Tinggi Interdiosesan St. Petrus Ritapiret, Maumere, Kabupaten Sikka pada Minggu (5/7/2026).

Mengusung tema “Berjalan Bersama Membangun Bangsa dan Gereja”, kegiatan Nusra Youth Day III mempertemukan OMK dari berbagai keuskupan di wilayah Nusa Tenggara. Kegiatan ini menjadi wadah pembinaan iman, penguatan kepemimpinan, serta mendorong keterlibatan generasi muda dalam menjawab berbagai tantangan sosial di tengah masyarakat.

Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan apresiasi kepada Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Keuskupan Maumere, panitia, relawan, dan seluruh peserta yang telah menyukseskan kegiatan tersebut. Ia menilai semangat persaudaraan dan kolaborasi yang terbangun selama NYD III menjadi modal penting dalam membangun daerah.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia, Gereja, relawan, dan semua pihak yang telah menyelenggarakan kegiatan ini dengan baik. Saya berharap seluruh peserta kembali ke daerah masing-masing dengan semangat baru untuk terus berkarya bagi Gereja, masyarakat, dan daerahnya,” ujar Gubernur.

Gubernur menegaskan bahwa orang muda tidak boleh hanya menjadi penonton dalam pembangunan, melainkan harus tampil sebagai pelaku perubahan dengan membawa nilai-nilai Kristiani ke dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, termasuk melalui keterlibatan aktif dalam kehidupan sosial dan politik.

“Kehidupan bersama ditentukan juga oleh siapa yang mengambil bagian dalam kehidupan politik. Mari membawa semangat Katolik dalam kehidupan sosial dan kemasyarakatan,” tegasnya.

Selain itu, Gubernur juga mendorong OMK untuk menjadi pelopor gerakan literasi di NTT. Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pembiasaan membaca dan belajar sejak dini. Pemerintah Provinsi NTT, kata dia, terus menggalakkan Gerakan Jam Belajar Masyarakat yang dilaksanakan setiap hari pukul 18.00–19.30 WITA.

“Saya mengajak seluruh Orang Muda Katolik menjadi pelopor gerakan literasi di lingkungan masing-masing. Mari kita sukseskan Gerakan Jam Belajar Masyarakat demi melahirkan generasi NTT yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing,” katanya.

Di bidang ekonomi, Gubernur mengajak kaum muda untuk berani menjadi wirausahawan dengan memanfaatkan potensi lokal serta berbagai fasilitas pembiayaan yang telah disiapkan pemerintah, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR). Ia menilai penguatan kewirausahaan generasi muda sangat penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan.

Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan program Pemerintah Provinsi NTT dalam mengembangkan pendekatan One Village One Product (OVOP), memperkuat UMKM, serta memperluas akses pasar melalui NTT Mart agar produk lokal memiliki nilai tambah dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

“Jadilah pengusaha. Rumah kita bersama, mari kita bangun bersama. Teruslah menjadi anak muda yang produktif,” pesannya.

Rangkaian penutupan Nusra Youth Day III diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Uskup Labuan Bajo sekaligus Ketua Komisi Kepemudaan KWI, Mgr. Maximus Regus, didampingi sejumlah uskup dan imam dari berbagai keuskupan.

Dalam homilinya, Mgr. Maximus Regus menegaskan bahwa berakhirnya NYD bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari perutusan baru bagi kaum muda untuk menjadi saksi Kristus di tengah masyarakat.

Ia juga mengingatkan kaum muda untuk tidak merasa terlalu muda dalam berkarya serta berani menghadapi berbagai tantangan zaman, termasuk krisis identitas, kelelahan batin, dan apatisme sosial.

“Dunia tidak berubah dengan komentar di media sosial. Dunia berubah ketika orang muda turun tangan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Koordinator Kepemudaan, Romo Dus Bone, mengatakan bahwa Nusra Youth Day III menjadi momentum penuh rahmat yang mempererat persaudaraan sekaligus memperkuat komitmen kaum muda untuk terlibat aktif dalam kehidupan Gereja dan masyarakat.

BACA JUGA:  HUT ke-67 NTT Jadi Momentum Perkuat Persatuan dan Pembangunan Berkelanjutan

Menutup kegiatan, panitia mengumumkan bahwa Keuskupan Labuan Bajo akan menjadi tuan rumah Nusra Youth Day IV pada tahun 2030. Dengan berakhirnya NYD III, para peserta diharapkan kembali ke daerah masing-masing dengan semangat baru sebagai pelopor literasi, penggerak ekonomi, serta agen perubahan bagi Gereja, masyarakat, dan bangsa. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.