Gubernur NTT Buka Pelatihan Digital Leadership Academy, Dorong Transformasi Kepemimpinan Digital

oleh -611 Dilihat
Gubernur NTT Buka Pelatihan Digital Leadership Academy. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, membuka secara resmi pelatihan Digital Leadership Academy (DLA) yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia pada Jumat (25/7/2025). Kegiatan ini dilaksanakan secara virtual dari Ruang Kerja Gubernur dan diikuti oleh para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama lingkup Pemerintah Provinsi NTT.

Pelatihan bertema “Transformasi Kepemimpinan Digital untuk NTT Maju, Sehat, Cerdas, Sejahtera dan Berkelanjutan” ini merupakan hasil sinergi antara Pusat Pengembangan Aparatur (PUSPA) Komdigi, BPSDM Komdigi, dan Pemprov NTT, dengan dukungan dari mitra teknologi global seperti AWS dan Asosiasi Pemerintah Daerah Informatika (APDI).

Kepala PUSPA Komdigi, Noor Iza dalam laporannya menekankan bahwa pelatihan ini adalah wujud nyata komitmen bersama untuk membangun kapasitas kepemimpinan digital di daerah. “DLA bertujuan untuk menciptakan pemimpin-pemimpin daerah yang memiliki wawasan strategis dan mampu mendorong transformasi digital yang inklusif dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena menyoroti pentingnya pelatihan tersebut dalam konteks geografis dan tantangan pembangunan NTT yang unik sebagai wilayah kepulauan. Ia menyebut bahwa transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keniscayaan.

“Program seperti Digital Leadership Academy ini menjadi jembatan strategis untuk mengubah tantangan menjadi peluang dan mengakselerasi lompatan kemajuan bagi Flobamorata,” ujar Melki.

Ia menambahkan bahwa manfaat paling penting dari DLA adalah membuka jalan bagi tata kelola pemerintahan berbasis elektronik (e-government) yang efisien. Hal ini menurutnya akan memangkas biaya perjalanan, mempercepat koordinasi antardinas, serta meningkatkan ketepatan data dan kebijakan.

“Bayangkan, selama ini rapat koordinasi antar-cabang dinas di Pulau Timor dan Pulau Flores atau Alor terkendala jarak dan biaya. Dengan e-government, kita bisa lakukan rapat virtual, berbagi data real-time, dan memperkuat sinergi lintas wilayah,” paparnya.

Selain efisiensi birokrasi, Gubernur Melki juga menyoroti dampak positif digitalisasi terhadap kualitas layanan publik. Ia mencontohkan, masyarakat di wilayah terpencil sering kesulitan mengakses layanan dasar karena keterbatasan infrastruktur fisik.

“Melalui sistem digital, kita bisa perluas jangkauan layanan kesehatan, pendidikan, hingga administrasi kependudukan tanpa masyarakat harus menempuh perjalanan jauh dan mahal,” katanya.

Gubernur juga berharap pelatihan ini dapat mendorong optimalisasi potensi ekonomi daerah, khususnya sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang menjadi andalan NTT. “NTT adalah rumah bagi destinasi premium seperti Labuan Bajo, Sumba, dan Rote. Namun kekuatan digital belum dimaksimalkan untuk promosi dan pengelolaan destinasi ini,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Gubernur Melki menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Komunikasi dan Digital yang telah memfasilitasi pelatihan ini. Ia menegaskan bahwa NTT siap meretas jalan menuju pemerintahan dan pelayanan publik yang modern, adaptif, dan berbasis teknologi.

“Transformasi digital adalah kendaraan kita menuju NTT yang Maju, Sehat, Cerdas, Sejahtera, dan Berkelanjutan,” pungkasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.