Suarantt.id, Waibakul-Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena bersama rombongan Tim Kerja Percepatan Pembangunan NTT melanjutkan kunjungan kerja di Kabupaten Sumba Tengah, Minggu (15/3/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi NTT dalam mempercepat penanggulangan kemiskinan, salah satunya melalui program pembangunan rumah layak huni dengan alokasi anggaran sebesar Rp157 miliar.
Pertemuan bersama para pemangku kepentingan berlangsung di Aula Bapperida Kabupaten Sumba Tengah dan dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah serta unsur Forkopimda.
Gubernur Melki bersama rombongan diterima langsung oleh Bupati Sumba Tengah Paulus Sekayu Karugu Limu dan Wakil Bupati Marthinus Umbu Djoka.
Dalam sambutannya, Gubernur Melki menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah dalam membangun ekonomi kerakyatan serta upaya menurunkan angka kemiskinan dan stunting.
“Saya ketika tiba di sini merasa senang, karena komitmen kerakyatannya sangat kuat,” ujarnya.
Dia mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi NTT telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp157 miliar untuk pembangunan rumah layak huni, yang disebut sebagai alokasi terbesar sepanjang sejarah. Program tersebut akan difokuskan pada tahap awal di Kabupaten Sumba Tengah.
“Program ini akan kita mulai dengan fokus awal di Sumba Tengah,” tegasnya.
Menurut Gubernur, pembangunan rumah layak huni menjadi bagian penting dari strategi penanggulangan kemiskinan, karena tidak hanya menyediakan tempat tinggal yang layak, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Selain itu, Gubernur Melki menekankan pentingnya integrasi program penanganan kemiskinan antara pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten agar lebih tepat sasaran dan tidak tumpang tindih. Ia juga menyebutkan bahwa angka kemiskinan di NTT saat ini menunjukkan tren penurunan sekitar 1,52 persen dan diharapkan terus membaik hingga September 2026.
Di sektor ekonomi, Gubernur mendorong penguatan ekonomi produktif melalui pemanfaatan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pemerintah Provinsi NTT, kata dia, akan membentuk tim pendamping untuk membantu masyarakat dalam mengakses KUR, mulai dari pemenuhan persyaratan hingga literasi keuangan.
“Pola ekonomi kita harus diubah dari konsumtif menjadi produktif,” ujarnya.
Gubernur juga menyoroti pentingnya peningkatan nilai tambah produk lokal, khususnya di sektor pertanian, dengan mendorong pengolahan dan pengemasan hasil produksi sebelum dipasarkan.
“Saya minta hasil produksi diolah dan dikemas terlebih dahulu sebelum dijual agar memiliki nilai jual lebih tinggi,” katanya.
Sementara itu, Bupati Sumba Tengah Paulus S.K. Limu dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kunjungan Gubernur NTT sekaligus dukungan terhadap pengembangan ekonomi kerakyatan di daerahnya.
Dia menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah terus mendorong program Rumah Mandiri Terintegrasi sebagai salah satu upaya mengatasi kemiskinan. Program tersebut tidak hanya menyediakan hunian layak, tetapi juga dilengkapi dengan pemberdayaan ekonomi keluarga melalui pemanfaatan pekarangan produktif.
Meski demikian, Bupati mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, terutama di sektor pendidikan. Ia menyebutkan masih banyak anak-anak yang harus menempuh jarak jauh untuk bersekolah, bahkan hingga puluhan kilometer setiap hari.
Karena itu, pihaknya berharap adanya dukungan dari Pemerintah Provinsi NTT untuk menghadirkan sekolah rakyat maupun sekolah terintegrasi guna memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
Di akhir arahannya, Gubernur Melki menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mempercepat penanggulangan kemiskinan serta mendorong kemandirian daerah di Nusa Tenggara Timur. ***






