Haji 2027 Tak Bisa Dadakan! Pemkot Kupang dan IPHI Mulai Pra-Manasik Sejak Dini

oleh -48 Dilihat
Asisten I Sekda Kota Kupang, Hengky Malelak Buka Acara Napak Tilas dan Launching Pra Manasik Jamaah Haji 2027 pada Sabtu, 5 September 2026. (Foto Prokompim Kota Kupang)

Suarantt.id, Kupang-Persiapan ibadah haji tidak bisa dilakukan secara mendadak menjelang keberangkatan. Kesiapan spiritual, pengetahuan, fisik hingga mental calon jamaah perlu dibangun sejak jauh hari agar mampu menjalani seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci dengan lebih siap dan tenang.

Semangat tersebut menjadi dasar Pemerintah Kota Kupang bersama Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kota Kupang menggelar Pembukaan Napak Tilas dan Launching Pra-Manasik Jamaah Haji Kota Kupang Tahun 2027 di Halaman Kantor Wali Kota Kupang, Sabtu (5/9/26).

Pemerintah Kota Kupang menyambut baik langkah IPHI yang mulai memberikan pembinaan kepada calon jamaah haji jauh sebelum masa keberangkatan.

Mewakili Pemerintah Kota Kupang, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Kupang, Hengky C. Malelak menegaskan bahwa pra-manasik merupakan langkah penting untuk membangun kesiapan calon jamaah secara dini, terarah dan berkelanjutan.

“Atas nama Pemerintah Kota Kupang, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada IPHI Kota Kupang beserta seluruh panitia yang telah menginisiasi dan melaksanakan kegiatan yang sangat penting ini sebagai bagian dari upaya mempersiapkan calon jamaah haji secara lebih dini, terarah dan berkelanjutan,” ujar Hengky saat membacakan sambutan Wali Kota Kupang.

Menurut Hengky, ibadah haji merupakan perjalanan panjang yang membutuhkan kesiapan menyeluruh. Calon jamaah tidak hanya dituntut memahami tata cara pelaksanaan ibadah, tetapi juga harus memiliki kesiapan spiritual, kesehatan fisik, mental serta pengetahuan yang memadai.

Karena itu, pembinaan sejak awal dinilai akan membantu calon jamaah menghadapi berbagai tahapan perjalanan haji dengan lebih percaya diri.

“Kegiatan yang kita laksanakan hari ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat semangat kebersamaan di antara para calon jamaah haji, para alumni haji serta seluruh elemen masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap penyelenggaraan ibadah haji,” katanya.

BACA JUGA:  Pemkot Kupang Fasilitasi Bantuan TASPEN untuk Korban Gempa Flores, Total Rp155 Juta

Napak Tilas Jadi Ruang Belajar

Konsep napak tilas yang menjadi bagian dari kegiatan tersebut juga memiliki makna penting. Para calon jamaah diajak belajar dari pengalaman jamaah yang telah lebih dahulu menunaikan ibadah haji.

Pengalaman para alumni diharapkan tidak sekadar menjadi cerita, tetapi dapat menjadi pengetahuan praktis bagi calon jamaah dalam mempersiapkan diri menghadapi perjalanan spiritual ke Tanah Suci.

Pemkot Kupang menilai pembinaan kehidupan keagamaan juga menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah. Pembangunan tidak hanya berbicara tentang pertumbuhan ekonomi maupun pembangunan fisik, tetapi juga menyangkut kualitas manusia yang beriman, berakhlak dan memiliki kepedulian sosial.

“Pemerintah Kota Kupang senantiasa memberikan perhatian terhadap berbagai kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan yang bertujuan memperkuat nilai-nilai persaudaraan, kebersamaan dan harmoni dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Hengky.

Ia berharap dukungan pemerintah, IPHI, alumni haji, pembimbing serta masyarakat dapat membuat persiapan menuju musim haji 2027 berlangsung secara bertahap dan konsisten, bukan sekadar kegiatan sesaat menjelang keberangkatan.

Pra-Manasik Digelar Rutin

Ketua Panitia, Haji Rumadi, menjelaskan bahwa pra-manasik merupakan bentuk kepedulian dan kontribusi IPHI Kota Kupang dalam memberikan edukasi kepada calon jamaah haji yang akan berangkat pada 2027.

Menurutnya, pembinaan calon jamaah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan organisasi persaudaraan haji dan berbagai elemen masyarakat.

IPHI Kota Kupang akan memberikan pembelajaran mengenai rukun, syarat, wajib hingga sunah-sunah dalam pelaksanaan ibadah haji.

Sementara itu, Ketua IPHI Kota Kupang yang juga Ketua MUI Kota Kupang, Haji Muhammad MS, menekankan pentingnya kesiapan calon jamaah dari berbagai aspek.

“Perjalanan ibadah haji boleh jadi kita berangkat bersama, naik kendaraan bersama, sampai di Tanah Suci bersama, melaksanakan ibadah bersama dan pulang bersama, tetapi pengalaman spiritual masing-masing pasti berbeda. Semuanya tergantung sejauh mana kesiapan kita,” ujarnya.

BACA JUGA:  Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang Luncurkan Nomor Pengaduan Langsung untuk Pelanggan

Karena itu, pra-manasik akan dilaksanakan secara rutin setiap pekan, khususnya pada Sabtu dan Minggu, mulai dari Masjid Raya Kota Kupang hingga menjelang keberangkatan jamaah haji 2027.

Materi pembinaan tidak hanya berkaitan dengan tata cara ibadah haji. Aspek kesehatan dan kebugaran fisik juga menjadi perhatian.

Kegiatan perdana bahkan diawali dengan jalan sehat dan senam sebagai bagian dari upaya membangun kebugaran calon jamaah sejak dini.

Haji Muhammad MS menegaskan IPHI Kota Kupang juga berkomitmen mendukung pemerintah dalam pelayanan jamaah, baik pada masa keberangkatan maupun kepulangan.

Ia berharap pembinaan yang dilakukan secara konsisten mampu membuat calon jamaah haji Kota Kupang lebih siap menjalankan seluruh rangkaian ibadah secara aman, tertib dan maksimal.

Doakan Korban Gempa Flores

Di tengah kegiatan, Hengky juga mengajak seluruh peserta untuk terus mendoakan masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di Pulau Flores.

Ia mengingatkan bahwa semangat persaudaraan tidak boleh berhenti pada identitas daerah maupun komunitas. Solidaritas dan gotong royong harus terus dirawat sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama anak bangsa.

Dalam kesempatan tersebut, ia kembali menyampaikan bahwa Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, sebelumnya telah menjalankan misi kemanusiaan selama kurang lebih lima hari ke enam kabupaten terdampak gempa di Pulau Flores.

Dalam misi tersebut, Pemerintah Kota Kupang membawa bantuan senilai kurang lebih Rp635 juta, yang bersumber dari APBD dan donasi ASN Pemerintah Kota Kupang.

Dengan dimulainya pra-manasik sejak jauh hari, persiapan calon jamaah haji Kota Kupang menuju 2027 diharapkan tidak hanya berorientasi pada kemampuan menjalankan ritual, tetapi juga membentuk jamaah yang sehat, matang secara mental, kuat secara spiritual dan siap menghadapi berbagai tantangan selama perjalanan ibadah. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.