Hangat dan Penuh Makna, Reuni Keluarga Lamakera Jadi Momentum Bangun Desa Berbasis Budaya

oleh -61 Dilihat
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia Didampingi Wakil Gubernur NTT, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Ahmad Yohan, serta Bupati Flores Timur dalam Acara Reuni VII dan Munas II Keluarga Besar Lamakera se-Indonesia di Lapangan Bola Lamakera, Kecamatan Solor Timur, Kabupaten Flores Timur pada Jumat, 3 Juli 2026. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Larantuka-Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan mewarnai pelaksanaan Reuni VII dan Musyawarah Nasional (Munas) II Keluarga Besar Lamakera se-Indonesia yang berlangsung di Lapangan Bola Lamakera, Kecamatan Solor Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Jumat (3/7/2026).

Ribuan warga Lamakera dari berbagai daerah di Indonesia hadir dalam momentum tersebut. Tawa, pelukan, serta sapaan akrab menjadi pemandangan yang menggambarkan kuatnya ikatan persaudaraan yang telah terjalin turun-temurun di antara keluarga besar Lamakera.

Acara pembukaan berlangsung meriah dengan iringan musik tradisional, tarian adat, serta dentuman gendang yang menyambut para tamu undangan. Balutan kain tenun khas dan nuansa budaya yang kental semakin menegaskan bahwa Lamakera bukan sekadar wilayah geografis, melainkan rumah besar bagi seluruh warganya di mana pun berada.

Bagi masyarakat Lamakera, reuni ini bukan hanya sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang penting untuk mempererat hubungan lintas generasi, menanamkan nilai-nilai adat kepada generasi muda, serta membangun jejaring sosial yang kuat di antara diaspora.

Kehadiran Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia, Yandri Susanto, bersama Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Ahmad Yohan, serta Bupati Flores Timur Antonius Doni Dihen turut menambah semarak kegiatan tersebut.

Menteri Desa dan PDT, Yandri Susanto, mengaku terkesan dengan semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat Lamakera dalam menyelenggarakan acara tersebut. Ia menilai nilai kebersamaan yang masih terjaga dengan baik menjadi modal sosial yang sangat penting dalam pembangunan desa.

“Semangat kebersamaan seperti ini adalah kekuatan yang harus terus dijaga. Gotong royong yang saya lihat hari ini merupakan warisan budaya yang luar biasa dan menjadi fondasi penting dalam membangun daerah serta menghadapi tantangan pembangunan,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan desa ke depan harus tetap berakar pada kearifan lokal, termasuk menjaga semangat gotong royong yang mampu memperkuat partisipasi masyarakat dalam berbagai program pembangunan.

Ia juga berharap keluarga besar Lamakera yang tersebar di berbagai daerah tetap menjaga persatuan dan terus berkontribusi bagi kemajuan daerah dan bangsa.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut serta kehadiran Menteri Desa dan PDT di Pulau Solor. Ia menegaskan bahwa pembangunan desa hanya dapat berhasil melalui kolaborasi antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat, termasuk diaspora.

“Momentum ini menjadi pengingat bahwa tanah kelahiran bukan sekadar tempat, tetapi memiliki ikatan emosional dan tanggung jawab moral bagi setiap anak daerah untuk turut membangun kampung halamannya,” ujarnya.

Menurutnya, reuni ini juga menjadi ruang strategis untuk menghimpun potensi intelektual, sosial, dan ekonomi para perantau Lamakera guna mendukung percepatan pembangunan di NTT, khususnya di wilayah kepulauan.

Ia menambahkan bahwa pembangunan di daerah kepulauan tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga harus mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi maritim, serta pengembangan usaha mikro dan konektivitas wilayah.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Ahmad Yohan menyampaikan bahwa nilai gotong royong dan kebersamaan yang dimiliki masyarakat Lamakera telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari dan terus diwariskan dari generasi ke generasi.

“Semoga nilai-nilai ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam membangun desa yang berkelanjutan dan berbasis budaya lokal,” katanya.

Pada rangkaian kegiatan tersebut, Menteri Desa dan PDT juga melakukan penandatanganan prasasti peresmian Musholla Baburrahmah Motonwutun dan Rumah Qur’an, serta peletakan batu pertama pembangunan Musholla Darul Ilmi di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 5 Flores Timur. Selain itu, dilakukan pula penanaman anakan pohon mangga di Madrasah Aliyah Negeri 2 Flores Timur.

BACA JUGA:  Festival Seni Budaya NTT 2025, Wujud Semangat Kolektif Majukan Budaya dan Ekonomi Daerah

Reuni VII dan Munas II Keluarga Lamakera se-Indonesia yang berlangsung hingga 7 Juli 2026 ini diharapkan tidak hanya menghasilkan keputusan organisasi, tetapi juga melahirkan berbagai gagasan dan program nyata yang dapat memperkuat peran masyarakat dalam pembangunan, pelestarian budaya, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Menjelang malam, suasana keakraban masih terasa di lokasi kegiatan. Senyum, pelukan, dan canda para peserta menjadi penanda bahwa reuni ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan perayaan identitas, persaudaraan, dan semangat gotong royong yang terus hidup di tengah masyarakat Lamakera. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.