HKTI NTT Bergerak ke 22 Kabupaten/Kota, Nando Soares: Kami Jadi Mata Telinga dan Solusi Petani

oleh -25 Dilihat
Pelantikan DPD HKTI Provinsi NTT Periode 2026-2031 di Aula Serbaguna Undana Kupang pada Rabu 16 September 2026. (Foto Hiro)

Suarantt.id, Kupang-Ketua DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Fernando Jose Osorio Soares, menegaskan komitmennya untuk membawa organisasi lebih dekat dengan para petani di seluruh wilayah NTT.

Kepengurusan HKTI NTT periode 2026-2031 akan memperkuat konsolidasi organisasi hingga ke 21 kabupaten/kota. Langkah tersebut dilakukan agar HKTI tidak hanya hadir dalam kegiatan seremonial, tetapi benar-benar menjadi wadah yang mampu mendengar persoalan petani sekaligus ikut mencari solusi.

Fernando mengatakan, pengurus HKTI NTT akan turun langsung ke berbagai daerah untuk mengetahui kondisi dan kebutuhan petani secara lebih nyata.

“Semangat yang akan kami bawa adalah hadir di tengah-tengah petani, mendengarkan keluhan mereka dan menjadi bagian dari solusi atas persoalan yang dihadapi,” kata Fernando dalam acara pelantikan pengurus DPD HKTI Provinsi NTT di aula serbaguna Undana Kupang pada Rabu, 16 September 2026.

Menurutnya, HKTI NTT harus mampu menjadi mata dan telinga bagi petani. Aspirasi yang diperoleh dari lapangan akan menjadi bahan untuk membangun komunikasi dengan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

“Kami akan keliling ke seluruh NTT, yakni 21 kabupaten dan kota. Kami akan menjadi mata, telinga dan menjadi solusi bagi persoalan petani di NTT,” ujarnya.

Fernando juga memberikan apresiasi kepada Ketua Umum HKTI Sudaryono yang selama ini dinilai memberikan perhatian terhadap sektor pertanian NTT. Dukungan tersebut, kata dia, antara lain diwujudkan melalui bantuan bibit dan benih serta sarana dan prasarana pertanian.

Ia berharap perhatian tersebut terus berlanjut, terutama untuk membantu petani NTT yang terdampak berbagai bencana, termasuk kerusakan infrastruktur pertanian dan irigasi akibat gempa bumi di wilayah Flores.

BACA JUGA:  Gubernur NTT Luncurkan Program Pendampingan Siswa untuk Seleksi Perguruan Tinggi, TNI/POLRI, dan Sekolah Kedinasan 2025

“Harapan kami, bantuan-bantuan untuk kami yang mengalami bencana gempa di Flores juga bisa mendapat perhatian,” katanya.

Selain persoalan infrastruktur, Fernando menilai penguatan sektor pertanian NTT membutuhkan dukungan yang dilakukan secara berkelanjutan. Dukungan tersebut mencakup kebijakan pemerintah, teknologi pertanian, sarana produksi, akses permodalan hingga pemasaran hasil pertanian.

Ia juga melihat program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat menjadi salah satu peluang untuk memperkuat keterlibatan petani lokal apabila kebutuhan bahan pangan program tersebut dapat dipasok dari hasil produksi petani NTT.

Dengan demikian, hasil pertanian tidak hanya terserap pasar, tetapi juga dapat memberikan dampak ekonomi langsung kepada masyarakat petani.

Fernando menegaskan, HKTI NTT akan terus membangun koordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTT, pemerintah kabupaten/kota serta seluruh pemangku kepentingan untuk memperjuangkan kebutuhan petani.

“Kami berharap HKTI dapat menjadi ujung tombak untuk menyampaikan kebutuhan dan aspirasi petani kepada pemerintah,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh jajaran pengurus HKTI, pemerintah daerah, mahasiswa dan masyarakat untuk membangun kerja sama dalam memperkuat sektor pertanian dan peternakan NTT.

“Semoga kita bisa bekerja sama membangun NTT yang kaya akan pertanian dan peternakan serta semakin mampu meningkatkan produksi dan ekspor,” pungkas Fernando. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.