HKTI Sumba Timur Bidik Penguatan Petani, Aldy Wali: Jangan Jadikan Petani Sekadar Penerima Bantuan

oleh -38 Dilihat
Ketua DPC HKTI Kabupaten Sumba Timur, Delis H. Wali. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Waingapu-Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Sumba Timur menegaskan komitmennya untuk memperkuat sektor pertanian sekaligus mendorong petani menjadi pelaku utama pembangunan ekonomi daerah.

Ketua DPC HKTI Kabupaten Sumba Timur, Delis H. Wali yang akrab disapa Aldy Wali, mengatakan pertanian merupakan salah satu sektor strategis yang harus mendapat perhatian serius. Pasalnya, sebagian besar masyarakat Sumba Timur menggantungkan kehidupan dari sektor tersebut.

Menurut Aldy, Sumba Timur memiliki potensi pertanian yang besar, terutama wilayah Lewa Raya yang selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan lumbung pangan dan sentra produksi padi.

Karena itu, HKTI Sumba Timur ke depan akan berupaya hadir sebagai organisasi yang benar-benar memperjuangkan kepentingan petani.

“Jangan sampai petani hanya dilihat sebagai penerima bantuan, tetapi harus ditempatkan sebagai pelaku utama pembangunan ekonomi daerah,” ujar Aldy kepada media ini pada Rabu, 16 September 2026.

Ia mengatakan sejumlah persoalan yang menjadi perhatian HKTI antara lain ketersediaan pupuk dan obat-obatan pertanian yang tepat waktu dan sesuai kebutuhan, benih unggul, alat dan mesin pertanian (alsintan), perbaikan jaringan irigasi serta sumber air.

Selain itu, HKTI juga akan mendorong peningkatan kapasitas dan pendampingan petani hingga membantu membuka akses pasar agar hasil produksi memiliki nilai ekonomi yang lebih baik.

Aldy menilai penguatan pertanian tidak cukup hanya melalui pemberian bantuan. Dibutuhkan sistem yang mampu memastikan kebutuhan petani tersedia sejak tahap produksi hingga hasil panen terserap pasar.

“Khusus untuk Lewa Raya, perlu ada perhatian yang lebih terintegrasi. Sebagai salah satu kawasan lumbung padi, kita harus memastikan dari hulu sampai hilir, air tersedia, pupuk dan benih tersedia, produksi meningkat, biaya produksi dapat ditekan, dan hasil panen memiliki kepastian pasar serta harga yang layak,” jelasnya.

BACA JUGA:  Pimpin HKTI NTT, Nando Soares Janji Kawal Kepentingan Petani hingga Pelosok

Di sisi lain, HKTI Sumba Timur akan membangun komunikasi dengan pemerintah daerah sekaligus memberikan masukan agar kebijakan, program dan anggaran sektor pertanian benar-benar menjawab kebutuhan petani di lapangan.

HKTI juga siap menjadi jembatan antara petani dengan pemerintah, dunia usaha, perbankan maupun pihak lain yang memiliki perhatian terhadap pengembangan sektor pertanian.

“Prinsip kami sederhana: jangan sampai petani bekerja keras menghasilkan pangan, tetapi justru menjadi pihak yang paling lemah dalam rantai ekonomi,” tegas Aldy.

Ia berharap pembangunan pertanian di Sumba Timur ke depan tidak hanya berorientasi pada bantuan, tetapi mampu membangun sistem pertanian yang produktif, berkelanjutan dan berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan petani.

“HKTI Sumba Timur siap bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan. Karena ketika petani kuat, ketahanan pangan kuat, dan ekonomi daerah juga akan ikut kuat,” pungkasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.