HUT ke-76 PGI di Alor Tegaskan Pesan Perdamaian dan Persatuan dari Wilayah Perbatasan

oleh -73 Dilihat
Gubernur NTT Hadiri Perayaan puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) di GMIT Pola Tribuana Kalabahi, Senin (25/5/2026).

Suarantt.id, Kupang-Perayaan puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) di GMIT Pola Tribuana Kalabahi, Senin (25/5/2026), menjadi panggung penegasan kuat pentingnya menjaga perdamaian, toleransi, dan persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan momentum pelaksanaan HUT PGI di Kabupaten Alor bukan sekadar agenda seremonial gereja, melainkan membawa pesan nasional bahwa wilayah kepulauan dan perbatasan tetap memiliki posisi strategis dalam perjalanan gereja dan pembangunan bangsa.

“Bagi kami di NTT, perayaan HUT PGI di Alor ini bukan cuma agenda gereja. Ini adalah kehormatan dan pesan bahwa daerah kepulauan, daerah perbatasan yang jauh dari pusat kekuasaan tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan gereja dan perjalanan bangsa,” ujar Melki dalam sambutannya.

Perayaan yang dihadiri peserta dari berbagai daerah di Indonesia tersebut juga diwarnai keterlibatan lintas agama, pertunjukan budaya, seminar, hingga kegiatan ekonomi rakyat. Menurut Melki, Alor menjadi gambaran nyata Indonesia yang majemuk karena masyarakatnya hidup dalam keberagaman agama dan budaya secara harmonis.

“Alor menunjukkan bahwa keberagaman adalah kekuatan, bukan alasan untuk saling menjauh,” tegasnya.

Melki juga mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas sosial di Alor dan NTT di tengah berbagai tantangan yang pernah muncul. Ia menilai energi masyarakat tidak boleh lagi dihabiskan untuk konflik, tetapi harus diarahkan pada pembangunan dan kesejahteraan bersama.

“Kalau damai terjaga, pembangunan berjalan baik. Jangan sampai energi dan anggaran habis hanya untuk menyelesaikan konflik,” katanya.

Ia pun mengajak seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh agama hingga masyarakat untuk terus menjaga suasana damai pasca pelaksanaan kegiatan PGI di Alor.

BACA JUGA:  BI Luncurkan LPI 2025, Optimisme dan Sinergi Jadi Kunci Ekonomi Tangguh dan Mandiri

“Saya berharap damai yang dibangun lewat HUT PGI ini terus menyertai Alor dan NTT,” tambahnya.

Dalam pidatonya, Melki menekankan peran strategis gereja yang tidak hanya terbatas pada urusan spiritual, tetapi juga hadir dalam bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga penguatan moral masyarakat.

“Gereja hadir ketika masyarakat membutuhkan pendidikan, ketika orang sakit perlu dilayani, ketika keluarga miskin perlu dikuatkan, dan ketika bangsa membutuhkan suara nurani,” ujarnya.

Ia menilai pelaksanaan sidang dan perayaan HUT PGI di Alor menjadi momentum penting untuk memperkuat kontribusi gereja dalam menjawab berbagai persoalan sosial di Indonesia. Rangkaian kegiatan yang digelar selama beberapa hari terakhir juga menunjukkan kehadiran gereja yang nyata di tengah masyarakat.

Kegiatan tersebut meliputi sidang gereja, pameran UMKM, seminar kelautan, pentas budaya lintas agama, wisata rohani, hingga keterlibatan masyarakat dalam penyediaan penginapan dan pelayanan bagi peserta.

Melki secara khusus menyoroti seminar teknologi kelautan yang dinilai relevan dengan kondisi NTT sebagai provinsi kepulauan. Ia menegaskan laut bukan hanya ruang ekonomi dan transportasi, tetapi juga ruang hidup dan bagian dari ciptaan Tuhan yang harus dijaga.

“Laut bukan hanya ruang ekonomi dan transportasi, tetapi juga ruang hidup, ruang budaya, dan bagian dari ciptaan Tuhan yang harus dijaga,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Melki juga mempromosikan program penguatan ekonomi kerakyatan melalui pengembangan produk unggulan desa, sekolah, dan komunitas. Program tersebut dikenal dengan konsep “One Village One Product” dan “One School One Product” yang bertujuan meningkatkan nilai ekonomi produk lokal.

“Kami ingin produk UMKM NTT bisa tampil di tempat-tempat terhormat dan menjadi kebanggaan daerah. Setiap desa minimal punya satu produk unggulan, sekolah juga punya produk unggulan,” jelasnya.

BACA JUGA:  Sinkronisasi Akal dan Rasa, Syarat Bahagia

Menurutnya, kehadiran pameran UMKM dalam rangkaian HUT PGI menjadi peluang besar untuk memperkenalkan potensi ekonomi masyarakat Alor dan NTT kepada peserta dari seluruh Indonesia.

Sementara itu, Ketua Umum PGI, Pdt. Jacklevyn Manuputty, mengatakan pihaknya membawa pulang pengalaman berharga tentang kehidupan toleransi, persaudaraan lintas iman, serta relasi masyarakat pesisir dengan alam dan laut selama enam hari kegiatan berlangsung di Alor.

“Kami datang, kami dengar, kami rasakan, dan kami membawa pulang nilai-nilai persaudaraan serta cinta kasih yang luar biasa dari Alor,” ujarnya.

Ia menegaskan kehidupan keberagaman tidak cukup dibicarakan, tetapi harus dihidupi dalam keseharian. Menurutnya, pengalaman tinggal bersama warga membuat peserta merasakan langsung kehidupan masyarakat Alor yang sederhana namun kuat dalam menjaga persaudaraan.
“Event gereja bukan ruang pertemuan elit, tetapi harus menjadi ruang perayaan umat,” katanya.

Jacklevyn juga menyoroti pentingnya perhatian gereja terhadap isu kemaritiman, krisis ekologi, dan kehidupan masyarakat pesisir. Ia menilai Indonesia sebagai negara kepulauan harus kembali memandang laut sebagai ruang kehidupan bersama.

Selain itu, ia mengingatkan berbagai tantangan global seperti krisis iklim, konflik, persoalan pangan, hingga ancaman disinformasi akibat perkembangan teknologi digital.

“Kebenaran hari ini sering ditentukan algoritma dan jumlah pengikut media sosial, bukan lagi oleh substansi kebenaran itu sendiri,” ujarnya.

Wakil Ketua Majelis Sinode Harian GMIT, Pdt. Saneb Y. Ena Blegur, menambahkan masyarakat Alor telah menunjukkan praktik toleransi yang nyata selama pelaksanaan kegiatan PGI.

“Di Alor toleransi tidak diseminarkan dan tidak di-workshop-kan, tetapi dihidupi,” katanya.

Ia menyebut masyarakat menerima peserta bukan sekadar sebagai tamu, melainkan sebagai keluarga. Banyak warga bahkan membuka rumah mereka untuk menjadi tempat tinggal peserta selama kegiatan berlangsung.

BACA JUGA:  Ketua Umum UNTAS Nyatakan Sikap Politik Tegas dan Setia pada NKRI

Perayaan HUT ke-76 PGI di Alor juga dimeriahkan dengan pertunjukan seni budaya, tarian lego-lego, keterlibatan lintas agama, serta partisipasi pelaku UMKM lokal yang memperlihatkan kuatnya relasi sosial masyarakat pesisir di Kabupaten Alor. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.